Piala Dunia 2014 Brasil

PH Film Porno Manfaatkan Eforia Piala Dunia 2014 Brasil

bola.liputan6.com — Jum'at, 20 Desember 2013 15:01 — Sebuah production house (PH) film porno Brasilerinhas di Brasil kabarnya akan segera merilis film biru berlatar belakang Piala Dunia 2014.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
Berita Lain
  • Winning Eleven Rising Star, Siapa Pulang Malam Ini?

    Rising Star Indonesia sudah memasuki babak 11 besar dimana para peserta bersaing ketat demi bertahan menjadi juara Rising Star Indonesia. — celebrity.okezone.com

  • 9 Persepsi Keliru yang Berlaku di Australia

    Warga Australia memiliki persepsi keliru mengenai kehidupan masyarakatnya sendiri, mulai dari kehamilan remaja, populasi Muslim, hingga… — www.tribunnews.com

  • Hari Ini, Ahok Lantik Kepala ULP dan BPTSP

    TAK hanya pelantikan, menurut Ahok, dalam waktu dekat kemungkinan juga akan ada pergantian pejabat eselon II yang mendapat rapor merah. — news.metrotvnews.com

  • Lobi-lobi Ala Rini Soemarno Atasi Krisis Listrik Sumut

    Lobi-lobi Ala Rini Soemarno Atasi Krisis Listrik Sumut

    "Kami harapkan ada tambahan 210 MW yang dapat dialirkan dari Inalum." — bisnis.news.viva.co.id

  • BPOM Mataram Amankan 1.200 Boraks Bleng

    BPOM Mataram Amankan 1.200 Boraks Bleng

    Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mataram, Nusa Tenggara Barat, berhasil mengamankan lebih dari 1.200 bungkus boraks atau "bleng", bahan pengembang makanan cap "Ayam Djago" di tiga pasar tradisional di daerah itu.Tiga pasar tradisional tersebut, kata Kepala Seksi Pemeriksaan BPOM Mataram Yosef Dwi Irawan di Mataram, Kamis, adalah Pasar Mandalika, Pasar Sayang-Sayang dan Pasar Kebon Roek.Yosef yang ditemui di sela-sela kegiatan operasi penertiban bahan makanan berbahaya di Pasar Kebon Roek mengatakan bahwa sebanyak 1.200 bungkus "bleng" tersebut kini sudah disita di kantor BPOM.Dalam kegiatan penertiban itu, BPOM turun bersama tim dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram serta Satpol PP dari Kota Mataram dan Provinsi NTB.Dikatakannya, kegiatan penertiban bahan berbahaya itu dimaksudkan untuk melindungi masyarakat dari berbagai jenis bahan makanan berbahaya. "Bleng" ini merupakan bahan untuk membuat krupuk, bakso dan mi basah agar makanan tersebut dapat mengembang.Dalam kegiatan penertiban, pihak petugas menawarkan dua pilihan kepada para pedagang bahan makanan berbahaya, yakni apakah bahan makanan berbahaya itu akan dimusnahkan sendiri atau dimusnahkan oleh POM."Dua alternatif -emusnahan barang tersebut sudah dilengkapi dengan dokumen berita acara dan pembuktikan administrasi," katanya.Ia mengatakan bahaya dari boraks bila tertelan berulang-ulang akan menyebabkan pendarahan disertai muntah darah, diare, lemah, mengantuk, sakit kepala, iritasi pencernaan, radang selaput mata, luka pada ginjal dan kejang-kejang."Oleh karena itu, upaya pengawasan terus kami lakukan agar masyarakat bisa mendapatkan berbagai jenis bahan makanan yang aman dan sehat bagi tubuh," ujarnya.Menurutnya, pasar tradisional masih menjadi lokasi yang rawan dalam penjualan bahan makanan berbahaya, sehingga dalam upaya meminimalisir peredaran bahan makanan berbahaya, peran aktif dari kepala pasar serta dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan."Dengan demikian, pasar bisa terbebas dari transaksi jual beli bahan makanan berbahaya," katanya.Dikatakannya, "bleng" yang berhasil diamankan di Pasar Kebon Roek relatif sedikit jika dibandingkan dengan "bleng" yang diamankan di Pasar Mandalika pada hari sebelumnya Rabu (29/10), karena dalam kegiatan penertiban di Pasar Mandalika pihaknya berhasil mengamankan lima karung "bleng"."Hasil penertiban bahan makanan yang berbahaya ini, kita kumpulkan digudang dan akan kami musnahkan sekali setahun," katanya seperti dikutip Antara, Jumat (31/10/2014). — health.liputan6.com