Keuntungan Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Keuntungan Menjadi Peserta BPJS Kesehatan
www.infospesial.net — Kamis, 02 Januari 2014 15:45 — Apa manfaat menjadi peserta BPJS Kesehatan?
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • Ternyata Ikan Teri Bermanfaat untuk Kesehatan Rambut dan Kulit

    REPUBLIKA.CO.ID, Suka konsumsi ikan laut? Ingin memiliki rambut dan kulit yang indah? Apa hubungan ikan laut dengan keindahan rambut dan kulit? Tentu saja ada hubungannya.Ternyata mengkonsumsi ikan-ikan laut di... — gayahidup.republika.co.id

  • Solusi Kesehatan Buat Kalangan Profesional Ibu Kota yang Rentan Stress

    REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kalangan profesional muda ibu kota ternyata rentan terpapar stress akibat kondisi lalu lintas yang macet. Salah satu pemulih kondisi kesehatan bagi individu yang rentan stress ternyata dengan... — gayahidup.republika.co.id

  • PKPU-IHH Turki Atasi Kesehatan Pengungsi Rohingya

    INILAHCOM, Jakarta - Lembaga Kemanusian Nasional PKPU serius menangani kondisi kesehatan 570 pengungsi Rohingya dan Bangladesh di Aceh Utara. PKPU memastikan melayani perbaikan gizi para pengungsi tersebut."Tubuh mereka terlihat ringkih dengan perut membuncit, menandakan gizi mereka kurang. Pemicunya selama tiga bulan perjalanan di dalam kapal, makanan mereka dibatasi dan masih jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Bahkan, ada sekitar 34 orang yang meninggal di dalam kapal," jelas Kepala Bidang Program PKPU Aceh Apriadi, seperti keterangan tertulis kepada INILAH.COM, Rabu (20/05/2015).Apriadi menegaskan bahwa untuk melaksanakan program solidaritas untuk Rohingya dan Bangladesh tersebut, PKPU Aceh bekerjasama dengan IHH (Insani Yardim Vakfi) Lembaga Kemanusiaan Internasional Turki. Ia mengatakan program tersebut berbentuk pemberian bantuan sandang dan pangan."Untuk memenuhi gizi mereka, kami memberikan dua ekor sapi dan siap saji. Selain itu, PKPU Aceh juga memberikan perlengkapan ibadah seperti mukena, sarung dan selimut," ujar dia.Ia menambahkan, PKPU juga melaksanakan layanan kesehatan bagi para pengungsi dan jumlah pasien yang tertangani tim medis dari PKPU selama tiga hari dari Minggu (17/05/2015) sampai Selasa (19/05/2015) berjumlah 25 orang dengan penyakit yang beragam, mulai penyakit lambung, diare, penyakit kulit, demam tifoid, hingga luka robek akibat batu dan kayu.Sejauh ini, Kehidupan suku Rohingya jauh lebih baik saat dibandingkan tiga bulan terakhir ketika masih berada di kapal. Ia bilang, "Mereka menempati 6 asrama yang terdiri dari 2 asrama di kantor imigrasi dan 4 asrama di desa Kuala Cangkoi, Lapang. Untuk pengungsi yang berada di Lapang terdapat beberapa posko pemerintahan yang berjaga-jaga. Di antaranya tagana, polisi, dan kesehatan."Namun, ia mengungkapkan bahwa kondisi tersebut masih saja banyak kekurangan, karena dengan jumlah pengungsi 332 orang hanya terdapat 5 buah WC, dengan kondisi kotor dan tidak adanya aliran air. "Hanya tersedia 3 buah sumur dengan kondisi air payau dan sediit keruh. Sehingga proses sanitasi diri masih tidak berjalan dengan baik," papar dia."Selain itu, perilaku pengungsi sendiri terhadap kebersihan masih sangat kurang. Perlu adanya edukasi tentang kesehatan dan kebersihan seperti penyuluhan PHBS (pola hidup bersih dan sehat)," imbuh dia.Tercatat, tempat tinggal sementara pengungsi tersebut terbagi menjadi dua wilayah. 332 pengungsi Rohingya tinggal di gedung Tempat Pendaratan IKan (TPI) desa Kuala Cangkoi, Lapang. Sedangkan 238 pengungsi Bangladesh ditempatkan di kantor Imigrasi Paya Panteuet Lhokseumawe. [aji] — gayahidup.inilah.com

  • Sake Berkhasiat Bagi Kesehatan dan Kecantikan Lho

    REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Sake adalah minuman tradisional khas Jepang yang berasal dari fermentasi beras. Walaupun sebagai minuman beralkohol, nyatanya sake memiliki sejumlah khasiat bagi kesehatan dan kecantikan.Para peneliti dari... — gayahidup.republika.co.id

  • Pemenuhan Gizi di Awal Kehidupan Pengaruhi Kesehatan di Masa Depan

    Bila di awal kehidupan tersebut gizi yang dibutuhkan dapat tercukupi, maka hal ini akan berdampak pada kehidupan yang lebih baik di masa depan. — www.beritasatu.com

  • Makanan Ini Mampu Menjaga Kesehatan 'Miss V' Anda

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap perempuan harus peduli terhadap kesehatan vaginanya. Jika Anda tidak peduli terhadap organ vital Anda ini, Anda akan lebih berisiko mengalami infeksi saluran kemih, infeksi bakteri... — gayahidup.republika.co.id

  • 7 Manfaat Kesehatan dan Kecantikan Menari

    7 Manfaat Kesehatan dan Kecantikan Menari

    Menari dapat hilangkan stres hingga menyehatkan kulit Anda. — life.viva.co.id

  • Manfaat Kesehatan Memiliki Bulu Halus di Kulit

    Manfaat Kesehatan Memiliki Bulu Halus di Kulit

    Faktanya bulu halus melindungi sekujur tubuh Anda. — life.viva.co.id

  • PMKS Wajib Mendapatkan Pelayanan Kesehatan

    INILAHCOM, Balikpapan - Kepala Dinas Sosial Kalimantan Timur (Dinsos Kaltim) Siti Rosmalia Idrus mengatakan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) wajib memperoleh pelayanan kesehatan selayaknya warga lainnya. PMKS tersebut, seperti anjal, orang gangguan jiwa maupun orang telantar serta fakir miskin."Banyak permasalahan yang dihadapi penyandang PMKS termasuk dalam memperoleh pelayanan kesehatan sebab tidak memiliki NIK," jelas Siti Rosmalia di Samarinda, Senin (04/05/2015).Siti mengungkapkan bahwa hal tersebut akibat PMKS tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) anak jalanan (anjal) dan fakir miskin tidak masuk dalam pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dari pemerintah, padahal setiap individu masyarakat termasuk PMKS wajib memperoleh pelayanan kesehatan selayaknya warga lainnya.Ia mengatakan, pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Sosial (Dinsos) kembali melakukan verifikasi dan validasi data bagi masyarakat yang tergolong dalam PMKS di tingkat kabupaten dan kota melalui pendataan terintegrasi melibatkan seluruh instansi terkait."Diharapkan melalui verifikasi dan validasi data penyandang PMKS itu maka setiap penyandang akan memiliki NIK dan nomor induk tersebut akan menjadi dasar agar memperoleh pelayanan kesehatan khususnya di rumah sakit melalui pelayanan BPJS Kesehatan," ujar dia.Ia lantas mengakui saat ini walaupun pemerintah telah memberikan Kartu Indonesia Sehat (KIS), namin jumlahnya masih tidak sebanding dengan PMKS, sehingga diperlukan upaya pemerintah daerah memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi warganya."Kami akan terus mencari akar permasalahan bersinergi lintas sektor dan instansi agar PMKS dapat hidup layak seperti warga negara lainnya, termasuk pelayanan kesehatan yang diselenggarakan BPJS Kesehatan," kata dia. [tar] — gayahidup.inilah.com

  • MSD Indonesia Dukung Berbagai Kegiatan Kesehatan

    INILAHCOM, Jakarta - Merck Sharp and Dohme (MSD) Indonesia, bagian dari penyedia layanan kesehatan global, mendukung berbagai kegiatan Kementerian Kesehatan dan organisasi kesehatan yang bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya imunisasi. Itu terkait Pekan Imunisasi Dunia (PID) yang jatuh setiap minggu ke-4 April."MSD memberi perhatian serius terhadap masalah imunisasi ini.dan menyambut baik ajakan Kementerian Kesehatan kepada semua pihak terkait untuk menghilangkan kesenjangan imunisasi. Masih dalam rangka PID, MSD juga mendukung sosialisasi pentingnya imunisasi yang diadakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tanggal 23 April 2015," jelas Corporate Communications Lead MSD Indonesia Diah Ira Setyawati, seperti keterangan pers, Senin (27/04/2015).Diah Ira Setyawati mengatakan bahwa di dunia, kemajuan di bidang vaksinasi telah nyata, namun vaksin belum menjangkau semua orang yang membutuhkan. Diah mengutarakan, pihaknya menyadari hal itu, karena berkomitmen melalui berbagai upaya membuka akses lebih besar bagi masyarakat Indonesia untuk menjangkau layanan vaksinasi."Kami melakukan berbagai kerja sama, advokasi terhadap pemangku kepentingan, maupun aktivitas sosialisasi yang langsung melibatkan masyarakat dan media mengenai pentingnya vaksinasi," ujar dia.Ia lantas menambahkan bahwa sesungguhnya vaksinasi tidak hanya ditujukan bagi anak-anak, namun juga terdapat vaksinasi orang dewasa, yang juga memerlukan vaksin dan sudah terbukti melindungi, mengurangi kesakitan dan kematian dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah."Sosialisasi mengenai MSD juga berpartisipasi dalam Annual Womens Health Expo 2015, yang diadakan pada 26 April 2015, dengan mendukung seminar pencegahan kanker serviks kepada masyarakat," tegas dia.Sementara itu, Dr Laila Nuranna SpOG (K) mengingatkan bahaya kanker serviks. Dr Laila mengungkapkan bahwa di Indonesia setiap hari terdapat 24 hingga 30 orang meninggal karena kanker serviks."Artinya setiap satu jam, ada satu perempuan meninggal karena kanker serviks. Karena itu, kita harus tahu cara efektif untuk mencegahnya," papar dia. Ia juga menjelaskan, kanker serviks bukan penyakit keturunan karena muncul akibat perubahan sel normal pada serviks dan 99% abat virus HPV (human papilloma virus). "Ada 100 lebih tipe HPV, 30 di antaranya menginfeksi saluran kelamin. Penyakit kanker serviks disebabkan terutama oleh virus HPV tipe 16 dan 18," kata dia.Ia menambahkan, HPV dapat tertular melalui berbagai jenis kontak genital, karena cukup satu kali kontak, seseorang dapat terinfeksi HPV dari orang lain yang terinfeksi meski orang tersebut tidak terlihat menderita penyakit."Infeksi virus HPV tidak memandang gender, pria pun dapat terkena penyakit HPV seperti kutil kelamin yang disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11," terang dia.Sedangkan Dr Andi Darma Putera SpOG (K) menjelaskan cara mendeteksi kanker serviks melalui papsmear dan IVA (inspeksi visual dengan asam asetat). Ia bilang Pemeriksaan tersebut untuk mendeteksi sel abnormal pada lapisan serviks sebelum menjadi prakanker serviks dan berkembang menjadi kanker."Deteksi dini dengan papsmear atau IVA secara berkala sangat direkomendasikan agar terhindar dari bahaya penyakit kanker serviks. Jika terdeteksi dini, pra-kanker serviks dan beberapa jenis kanker dapat diobati dengan sukses, sebelum mereka punya kesempatan untuk menyebar," tutur dia.Lebih lanjut, ia mengatakan, pap-smear dan IVA merupakan tindakan sekunder untuk mencegah kanker serviks. "Tindakan primer yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks dan penyakit terkait HPV lainnya, sebagaimana direkomendasikan oleh WHO, adalah dengan vaksinasi HPV," imbuh dia.Tercatat, Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2015 bertema Bersama Wujudkan Cakupan Imunisasi yang Tinggi dan Merata merupakan gelaran Kementerian Kesehatan dengan acara puncak di Monas, 26 April 2015 lalu.Tema dunia ini diangkat berdasarkan data WHO yang memperlihatkan adanya imunisasi yang tidak merata, yaitu 1 dari 5 anak di dunia tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, termasuk kesenjangan dalam taget cakupan imunisasi. Bahkan, menurut WHO, ada 1,5 juta anak mengalami kematian setiap tahun oleh penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. Di Indonesia sendiri, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2014 menyebutkan bahwa di 10 provinsi dengan populasi termiskin di Indonesia ditemukan sekitar 70 persen anak-anak yang tidak diberi imunisasi. [aji] — gayahidup.inilah.com

  • 28 April Kompas.com Gelar Kelas Kecantikan hingga Kesehatan Wanita

    28 April Kompas.com Gelar Kelas Kecantikan hingga Kesehatan Wanita

    Acara yang akan diselenggarakan Selasa, 28 April 2015 mendatang ini menghadirkan kelas kecantikan yang dipandu oleh para make up artist. — www.tribunnews.com

  • Program Kesehatan di Tempat Kerja, Kurangi Obesitas Karyawan

    REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Sebuah sudi baru menunjukkan bahwa program-program kesehatan yang diterapkan di tempat kerja bisa efektif membantu seseorang menurunkan berat badannya. Kantor juga bisa menyediakan pilihan makanan sehat... — gayahidup.republika.co.id

  • Trik Kesehatan untuk Menghindari `Sudden Death`

    Trik Kesehatan untuk Menghindari `Sudden Death`

    Kurangi risiko cidera dengan saran sederhana dari dokter ini. — life.viva.co.id

  • Calon Bayi Bisa Daftar BPJS, Ini Syaratnya

    Calon Bayi Bisa Daftar BPJS, Ini Syaratnya

    Calon bayi sebaiknya didaftarkan sebagai anggota BPJS, untuk mencegah beban biaya yang dikeluarkan akibat resiko persalinan. — www.infospesial.net

  • Menkes Tetap Utamakan Pemantapan Kesehatan Hulu

    INILAHCOM, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila F Moeloek, menjelaskan poin penting dalam menjalankan kinerja Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Salah satunya adalah memantapkan kesehatan dari sisi hulu.Menurut Menkes, ada hal yang utama demi mendukung program kerja lima tahun mendatang. Salah satunya adalah menekankan agar masyarakat lebih memperhatikan pencegahan agar tidak sakit."Prioritas tentu ada, apapun itu kita harus membuat sistem. Enggak mungkin kalau kita enggak mau membuat sistem dan kita kerja di hilir terus, bisa - bisa nanti masalah makin membludak terus," papar Menkes Nila F Moeloek saat ditemui di kantor Kemenkes RI, Selasa (03/02).Menkes berharap untuk mengatasi banyaknya penyakit, tentu harus menjalankan strategi yang maksimal dari segala lini."Harapan di hulu dan strategi bagaimana mengatasi seoptimal mungkin, seperti membuat jejaring rumah sakit atau bisa saja BPJS kerjasama dengan rumah sakit," tambahnya. [ads] — gayahidup.inilah.com

Berita Lain