Keuntungan Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Keuntungan Menjadi Peserta BPJS Kesehatan
www.infospesial.net — Kamis, 02 Januari 2014 15:45 — Apa manfaat menjadi peserta BPJS Kesehatan?
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • MSD Indonesia Dukung Berbagai Kegiatan Kesehatan

    INILAHCOM, Jakarta - Merck Sharp and Dohme (MSD) Indonesia, bagian dari penyedia layanan kesehatan global, mendukung berbagai kegiatan Kementerian Kesehatan dan organisasi kesehatan yang bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya imunisasi. Itu terkait Pekan Imunisasi Dunia (PID) yang jatuh setiap minggu ke-4 April."MSD memberi perhatian serius terhadap masalah imunisasi ini.dan menyambut baik ajakan Kementerian Kesehatan kepada semua pihak terkait untuk menghilangkan kesenjangan imunisasi. Masih dalam rangka PID, MSD juga mendukung sosialisasi pentingnya imunisasi yang diadakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tanggal 23 April 2015," jelas Corporate Communications Lead MSD Indonesia Diah Ira Setyawati, seperti keterangan pers, Senin (27/04/2015).Diah Ira Setyawati mengatakan bahwa di dunia, kemajuan di bidang vaksinasi telah nyata, namun vaksin belum menjangkau semua orang yang membutuhkan. Diah mengutarakan, pihaknya menyadari hal itu, karena berkomitmen melalui berbagai upaya membuka akses lebih besar bagi masyarakat Indonesia untuk menjangkau layanan vaksinasi."Kami melakukan berbagai kerja sama, advokasi terhadap pemangku kepentingan, maupun aktivitas sosialisasi yang langsung melibatkan masyarakat dan media mengenai pentingnya vaksinasi," ujar dia.Ia lantas menambahkan bahwa sesungguhnya vaksinasi tidak hanya ditujukan bagi anak-anak, namun juga terdapat vaksinasi orang dewasa, yang juga memerlukan vaksin dan sudah terbukti melindungi, mengurangi kesakitan dan kematian dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah."Sosialisasi mengenai MSD juga berpartisipasi dalam Annual Womens Health Expo 2015, yang diadakan pada 26 April 2015, dengan mendukung seminar pencegahan kanker serviks kepada masyarakat," tegas dia.Sementara itu, Dr Laila Nuranna SpOG (K) mengingatkan bahaya kanker serviks. Dr Laila mengungkapkan bahwa di Indonesia setiap hari terdapat 24 hingga 30 orang meninggal karena kanker serviks."Artinya setiap satu jam, ada satu perempuan meninggal karena kanker serviks. Karena itu, kita harus tahu cara efektif untuk mencegahnya," papar dia. Ia juga menjelaskan, kanker serviks bukan penyakit keturunan karena muncul akibat perubahan sel normal pada serviks dan 99% abat virus HPV (human papilloma virus). "Ada 100 lebih tipe HPV, 30 di antaranya menginfeksi saluran kelamin. Penyakit kanker serviks disebabkan terutama oleh virus HPV tipe 16 dan 18," kata dia.Ia menambahkan, HPV dapat tertular melalui berbagai jenis kontak genital, karena cukup satu kali kontak, seseorang dapat terinfeksi HPV dari orang lain yang terinfeksi meski orang tersebut tidak terlihat menderita penyakit."Infeksi virus HPV tidak memandang gender, pria pun dapat terkena penyakit HPV seperti kutil kelamin yang disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11," terang dia.Sedangkan Dr Andi Darma Putera SpOG (K) menjelaskan cara mendeteksi kanker serviks melalui papsmear dan IVA (inspeksi visual dengan asam asetat). Ia bilang Pemeriksaan tersebut untuk mendeteksi sel abnormal pada lapisan serviks sebelum menjadi prakanker serviks dan berkembang menjadi kanker."Deteksi dini dengan papsmear atau IVA secara berkala sangat direkomendasikan agar terhindar dari bahaya penyakit kanker serviks. Jika terdeteksi dini, pra-kanker serviks dan beberapa jenis kanker dapat diobati dengan sukses, sebelum mereka punya kesempatan untuk menyebar," tutur dia.Lebih lanjut, ia mengatakan, pap-smear dan IVA merupakan tindakan sekunder untuk mencegah kanker serviks. "Tindakan primer yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks dan penyakit terkait HPV lainnya, sebagaimana direkomendasikan oleh WHO, adalah dengan vaksinasi HPV," imbuh dia.Tercatat, Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2015 bertema Bersama Wujudkan Cakupan Imunisasi yang Tinggi dan Merata merupakan gelaran Kementerian Kesehatan dengan acara puncak di Monas, 26 April 2015 lalu.Tema dunia ini diangkat berdasarkan data WHO yang memperlihatkan adanya imunisasi yang tidak merata, yaitu 1 dari 5 anak di dunia tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, termasuk kesenjangan dalam taget cakupan imunisasi. Bahkan, menurut WHO, ada 1,5 juta anak mengalami kematian setiap tahun oleh penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. Di Indonesia sendiri, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2014 menyebutkan bahwa di 10 provinsi dengan populasi termiskin di Indonesia ditemukan sekitar 70 persen anak-anak yang tidak diberi imunisasi. [aji] — gayahidup.inilah.com

  • 28 April Kompas.com Gelar Kelas Kecantikan hingga Kesehatan Wanita

    28 April Kompas.com Gelar Kelas Kecantikan hingga Kesehatan Wanita

    Acara yang akan diselenggarakan Selasa, 28 April 2015 mendatang ini menghadirkan kelas kecantikan yang dipandu oleh para make up artist. — www.tribunnews.com

  • Program Kesehatan di Tempat Kerja, Kurangi Obesitas Karyawan

    REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Sebuah sudi baru menunjukkan bahwa program-program kesehatan yang diterapkan di tempat kerja bisa efektif membantu seseorang menurunkan berat badannya. Kantor juga bisa menyediakan pilihan makanan sehat... — gayahidup.republika.co.id

  • Trik Kesehatan untuk Menghindari `Sudden Death`

    Trik Kesehatan untuk Menghindari `Sudden Death`

    Kurangi risiko cidera dengan saran sederhana dari dokter ini. — life.viva.co.id

  • Calon Bayi Bisa Daftar BPJS, Ini Syaratnya

    Calon Bayi Bisa Daftar BPJS, Ini Syaratnya

    Calon bayi sebaiknya didaftarkan sebagai anggota BPJS, untuk mencegah beban biaya yang dikeluarkan akibat resiko persalinan. — www.infospesial.net

  • Bahaya Kesehatan, Mainan Anak-anak Tanpa Label SNI

    INILAHCOM, Palembang - Masih ada sejumlah mainan anak-anak yang tidak berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) di toko mainan di pasar modern dan tradisional. Itu membahayakan kesehatan anak, entah sekarang atau pun di masa mendatang."Saat ini masih banyak beredar di pasaran mainan anak-anak tidak dilengkapi label SNI, padahal sesuai dengan ketentuan pemerintah per 30 April 2014 seluruh produk mainan yang beredar di negara ini wajib mencantumkan SNI," jelas Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sumatera Selatan Hibzon Firdaus di Palembang, Sabtu (14/03/2015).Menurut dia, melihat kondisi tersebut, pihaknya mengharapkan kepada petugas Dinas Perdagangan dan aparat berwenang untuk melakukan tindakan penertiban produk mainan anak-anak yang beredar tanpa memenuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah. "Penerapan SNI terhadap produk mainan penting dilakukan dan seharusnya sudah sejak lama dilakukan karena dapat melindungi anak-anak Indonesia dari produk yang bisa membahayakan jiwa dan kesehatan," ujar dia.Produk mainan, terutama dari luar negeri, yang beredar selama ini, kata dia, banyak yang tidak sesuai dengan anak-anak Indonesia dan mengandung bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan. "Banyak hasil penelitian yang membuktikan bahan baku untuk membuat mainan anak-anak terbuat dari bahan yang mengandung zat kimia dan zat lainnya yang kurang baik bagi kesehatan anak," papar dia.Menurut dia, kebijakan penerapan label SNI tersebut harus diterapkan dengan baik dan perlu dikawal oleh semua lapisan masyarakat sehingga benar-benar dapat dilaksanakan di lapangan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Untuk mengawal kebijakan itu, terang dia, agar bisa dilaksanakan oleh petugas dan instansi berwenang, tim YLK Sumsel siap melakukan pengawasan di lapangan dan bekerja sama melakukan penertiban.Selain produk mainan anak-anak, berdasarkan pengamatan di lapangan, hingga kini masih banyak produk barang rumah tangga dan makanan yang beredar di pasaran tanpa label SNI. Untuk mencegah aneka produk yang tidak memenuhi SNI itu, pihaknya mengimbau pengusaha yang melakukan perdagangan produk tersebut agar tidak menjual barang yang tidak memenuhi ketentuan perdagangan di negara ini."Kami berupaya mengajak aparat kepolisian dan instansi terkait aktif turun ke pasar tradisional dan pertokoan modern untuk menertibkan peredaran produk yang tidak memenuhi SNI. Juga, memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku pengedar dan pemasok barang yang tidak sesuai dengan ketentuan itu," imbuh dia. [tar] — gayahidup.inilah.com

  • Angkat Tema Kesehatan, Inilah Rumah Inspiratif

    INILAHCOM, Jakarta - Nutrifood mempersembahkan sebuah rumah inspiratif yang mengangkat sisi kesehatan. Seperti apa? Tidak hanya diperuntukan untuk para karyawan, ternyata rumah kedua Nutrifood yang diberi nama "Nutrifood Inspiring Center" juga diberikan untuk para jurnalis dan komunitas pecinta lingkungan dan pemerhati kesehatan."Ini atmosfirnya menyenangkan dan sangat inovatif. Ini akan menjadi seperti rumah sendiri. Bisa juga mencari ide disini untuk para jurnalis," ujar Mardi Wu, CEO Nutrifood saat ditemui di Apartemen Menteng Square, Jakarta Pusat, Kamis (12/3).Lebih lanjut dia mengatakan karena mengutamakan kesehatan di rumah inspiratif itu tidak diperkenankan untuk merokok. Tentu hal ini sejalan dengan gaya hidup sehat dan hijau yang diterapkan Nutrifood di kantor maupun di lingkungan."Untuk komunitas juga akan kami pilih berdasarkan gerak di bidang apa. Kami lebih mengutamakan kesehatan, lingkungan, atau pendidikan," tambahnya. — gayahidup.inilah.com

  • Konsumsi Kacang dan Selainya Tingkatkan Kesehatan Jantung

    REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- ROLers, mengonsumsi kacang, termasuk kacang tanah dan selai kacang dapat membantu Anda hidup lebih lama.Penelitian di Amerika Serikat (AS) dan Cina menunjukkan bahwa konsumsi kacang berkaitan... — gayahidup.republika.co.id

  • Hidup di Bawah SUTT Belum Tentu Berdampak Bagi Kesehatan

    REPUBLIKA.CO.ID, Akademisi dari Universitas Udayana Dr Wayan Gede Ariastina mengatakan hingga kini belum terbukti radiasi saluran udara tegangan tinggi (SUTT) dapat mengganggu kesehatan sepanjang standar konstruksi yang ditentukan terpenuhi."Bila... — gayahidup.republika.co.id

  • Ternyata Pekerjaan Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

    Yangmudacom – Pekerjaan memang penting, bagaimana bisa mendapatkan uang jika tidak bekerja. Ada orang yang memang perfeksionis dan selalu mengutamakan pekerjaan sehingga lupa akan kesehatan. Kesehatan mental kita ternyata juga dipengaruhi oleh pekerjaan. Apa saja faktornya? Dr. Gorav Gupta, seorang Psikiater mengatakan, "Pengangguran atau kehilangan pekerjaan dapat mempengaruhi kesehatan mental menjadi buruk, tetapi berada di pekerjaan yang salah atau bekerja di lingkungan yang tidak sehat juga mempengaruhi kesehatan mental yang sama." Katanya kepada Healthmeup.Tekanan kerja yang berlebihan bisa mengganggu produktivitas Yangmuda, loh. Tekanan tersebut juga bisa mengarah kepada stres. Beberapa faktornya antara lain jam kerja yang panjang, kemacetan, gaji yang kecil, suasana kerja yang tidak nyaman, kurangnya apreasi dari atasan, kerja yang monoton, hingga tidak ada jaminan pekerjaan atau kemungkinan untuk berkembang di masa depan.Sebuah studi yang dilakukan di Australia pada tahun 2011 menegaskan bahwa berada di pekerjaan yang buruk jauh lebih berbahaya bagi kesehatan mental kita daripada tidak mempunyai pekerjaan.Nah, untuk mencegah stres akibat kerja, sangat penting bagi Yangmuda untuk menjaga gaya hidup sehat, membuat prioritas mengenai tugas-tugas yang harus dikerjakan, bertanggung jawab, memiliki hubungan baik dengan rekan kerja, dan jangan ragu untuk mencari pekerjaan baru jika kamu merasa tidak nyaman, ya. [had] — www.yangmuda.com

  • Lima Cara Menjaga Kesehatan Kaki

    Aneka tips mudah dan murah merawat kaki Anda. — www.beritasatu.com

  • Kebiasaan yang Bikin Kesehatan Terancam

    Kebiasaan yang Bikin Kesehatan Terancam

    Hal ini mungkin anda lakukan sehari-hari, namun dampaknya berbahaya. — life.viva.co.id

  • Baguskah Biji Chia untuk Kesehatan?

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa pakar diet banyak yang menyarankan untuk mengonsumsi biji chia. Namun, apakah biji chia ini sebenarnya baik untuk kesehatan?Juru Bicara Asosiasi Diet Inggris, Duanne Mellor, mengatakan,... — gayahidup.republika.co.id

  • Orang Kesepian Cenderung Punya Masalah Kesehatan Fisik dan Mental

    Orang Kesepian Cenderung Punya Masalah Kesehatan Fisik dan Mental

    Kesepian ini bukan hanya dialami oleh mereka yang tak punya pasangan. Banyak juga orang yang berpasangan tapi masih merasakan sepi di hatinya — www.tribunnews.com

  • Resep Pelatih Kebugaran untuk Optimalkan Kesehatan dan Kebugaran

    "Bagi saya, ada empat komponen kesehatan: kesehatan emosional, spiritual, fisik, dan mental," kata Quince. — www.beritasatu.com

Berita Lain