Bersyukurlah Indonesia Tidak Termasuk Dalam Daftar Negara Termiskin di Dunia

www.vemale.com — Kamis, 09 Januari 2014 12:50 — Seperti dilansir business-economy, berikut adalah beberapa negara yang terpuruk di dalam kemiskinan. Satu hal yang patut disyukuri, Indonesia tidak termasuk dalam daftar tersebut, sekalipun kondisi perekonomian negara dewasa ini cukup mengkhawatirkan.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • Sarihusada Berkomitmen Tingkatkan Gizi Anak Indonesia

    Pada usia ke-60, PT Sarihusada menegaskan untuk mendukung peningkatan kualitas anak Indonesia. Upaya yang dilakukan adalah melalui penyediaan produk nutrisi awal kehidupan yang berkualitas dan terjangkau — health.okezone.com

  • Yang Menghambat Orang Indonesia untuk Sehat

    Yang Menghambat Orang Indonesia untuk Sehat

    Pemenuhan gizi seimbang bukan hal yang mudah diterapkan di Tanah Air. Pasalnya, sejumlah masyarakat Indonesia masih mempercayai berbagai mitos budaya mengenai pola makan yang diajarkan ke anaknya. Inilah yang menghambat orang Indonesia untuk sehat.Seperti disampaikan staf khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dr Pinky Saptandari, MA bahwa di Indonesia masih banyak kepercayaan, kebiasaan pola makan yang salah namun melekat bagi masyarakat seperti misalnya:Mitos1. Program pemberian garam beryodium tidak efektif karena pola pengelolaan masakan yang salah, atau kebiasaan penggunaan garam krosok (Blitar, Pati).2. Bayi diberi makan nasi yang terlebih dahulu dikunyah oleh yang memberi makan, yaitu ibu dan nenek (Nusa Tenggara Barat).3. Olahan nasi dan pisang dihaluskan dan diberikan ke bayi secara didublak (dipaksa--bayi dipangku dan makanan dimasukkan paksa menggunakan dua jari. Bayi dibiarkan tersedak karena kepercayaan agar bayi kuat) di Madura.4. Ikan tidak diberikan kepada ibu hamil karena akan membuat bayi berbau amis.5. Sayur sisa dihangatkan dan dicampur dengan sisa sayur lain menjadi menu baru (Jawa).Kebiasaan makanMasalah-masalah tersebut, kata Pinky, sering dianggap budaya yang merupakan bagian dari kebiasaan pemberiam makan anak secara turun menurun serta pola asuh keluarga dan komunitas."Permasalahan gizi belum dilihat secara holistik sebagai permasalahan multi dimensi lantaran keluarga dan budaya juga berkontribusi" kata Pinky di sela-sela peringatan hari ulang tahun Sarihusada ke 60 dalam seminar Nutritalk 'Dukungan Budaya dan Keluarga dalam Pemenuhan Gizi Ibu dan Anak' di Yogyakarta, ditulis Senin (1/9/2014).Maka itu, Pinky melanjutkan, perlu adanya peran ibu, nenek dan keluarga dalam menerapkan kebiasaan makan yang tepat. Sejauh ini pemenuhan gizi dapat dilihat dari menu gizi seimbang agar faktor budaya tidak lagi jadi penghambat orang Indonesia untuk sehat. — health.liputan6.com

  • 5 Gaya Karakter Make Up Remaja Indonesia Masa Kini Yang Bisa Dicontoh

    Makeup memang selalu menjadi hal yang menarik untuk dibahas, termasuk gaya makeup dan busana anak jaman sekarang. Nah, jika Anda termasuk yang menjaga penampilan, gaya penampilan ini mungkin cocok dengan karakter Anda. — www.vemale.com

  • Rainbow Loom Indonesia: Terbuat dari Karet, Gelang Lucu Loom Band Aman

    Rainbow Loom Indonesia: Terbuat dari Karet, Gelang Lucu Loom Band Aman

    Kandungan bahan beracun penyebab kanker ditemukan pada charms atau aksesoris gelang warna-warni loom band. Gelang loom band sendiri diklaim aman karena terbuat dari karet, bukan dari plastik yang mengandung phthalates. — health.detik.com

  • Yang Picu Kanker Charms-nya, Penggemar Loom Band di Indonesia Tak Cemas

    Yang Picu Kanker Charms-nya, Penggemar Loom Band di Indonesia Tak Cemas

    Di Inggris, charms atau aksesoris untuk gelang warna-warni alias loom band ditarik karena mengandung racun pemicu kanker. Kabar ini tidak banyak menimbulkan kekhawatiran bagi penggemarnya di Indonesia. — health.detik.com

  • Anak dengan HIV/AIDS, Maskot MU Asal Indonesia

    Anak dengan HIV/AIDS, Maskot MU Asal Indonesia

    Salah seorang bocah asal Indonesia yang didapuk menjadi maskot dalam pertandingan perdana Manchester United di Kompetisi Liga Inggris Musim 2014-2015 pada 16 Agustus 2014 adalah orang yang hidup dengan HIV (ODHA) sejak lahir.Sekilas sosok AS (12) dan FM (11) yang berasal dari kampung Bawet, Jawa Barat, Bandung, menunjukan bahwa keduanya dalam keadaan baik-baik saja. Namun ternyata, salah seorang dari mereka harus menjalani perawatan pengobatan antiretroviral (obat ARV untuk HIV) seumur hidup untuk mengurangi risiko memburuknya HIV hingga jadi AIDS.Nahas, di saat orang lain tahu bagaimana kondisi bocah yang gemar bermain video games, ia justru tidak mengetahui kalau dirinya adalah orang yang hidup dengan HIV (ODHA). Orang terdekatnya, mengatakan, biarlah waktu yang membantu bocah yang mendampingi Juan Mata menguak semua rahasia hidupnya.“Bagaimana mungkin kami mampu memberitahunya? Melihat dia aktif seperti ini saja, sudah cukup rasanya menutupi semua kesedihan yang kami rasakan selama ini,” kata EK, sang nenek yang merupakan ibu kandung dari ibunda bocah tersebut saat berbincang dengan Health Liputan6.com di Bandung, Jawa Barat, ditulis Senin (1/9/2014)Kedua Orangtua yang Pemakai NarkobaBerasal dari kedua orangtua yang gemar menggunakan narkoba suntikAwalnya EK tidak kuat untuk cerita dan membagi semuanya. Sebab, seluruh keluarga sang ibu dari bocah malang itu tidak pernah mengetahui kalau cucu yang sangat dicintai mengidap HIV akibat ulah dari orangtuanya. “Kedua orangtuanya pengidap HIV dari jarum suntik, soalnya keduanya pemakai,” kata EK.Lebih lanjut wanita paruh bayah menceritakan, sang anak AC (ibu dari bocah malang tersebut) dikenal sebagai pemakai narkoba sejak masih duduk di bangku kelas 1 SMA.Tidak ingin hal buruk menimpah anaknya, EK dan suami langsung membawa AC ke Tasikmalaya untuk menjalani rehabilitasi. Tentu dengan harapan, AC dapat sembuh dan kembali menjalani kehidupan yang normal seperti anak perempuan seusianya.“Begitu tahu, ibu langsung melarikannya ke sana, ke daerah Suralaya, Ciciri, nama tempatnya Mbah Anom. Biar saja dia direhabilitasi, sembari belajar juga,” kata EK dengan lugat Sundanya.“Di sana jugalah, anak saya bertemu dengan suaminya,” kata EK menambahkan.Selepas menjalani rehabilitasi selama beberapa tahun, akhirnya AC diizinkan pulang dan dapat menjalani kehidupan dengan normal. Bahkan, AC pun menerima pinangan sang suami bernama AL, yang bernasib sama seperti dirinya.Ironis, setelah menikah dengan AL kehidupan AC tidak bertambah baik, justru kian terpuruk. Barang haram yang sempat dilepasnya, kembali singgah di kehidupannya.“Setelah dari rehabilitasi dan menikah, mereka gabung lagi sama teman-temannya. Sampai pernah satu waktu (AC) over dosis (OD) dan dilarikan ke ICU sama teman-temannya itu,” kata EKMeski sama-sama pemakai, tidak pernah sekali pun memeriksakan diri ke dokter, untuk sekedar mencari tahu apakah mereka positif HIV. Kala itu, keduanya terbuai dalam kenikmatan barang haram tersebut, tanpa memperdulikan dampak yang akan mereka terima, termasuk buah hatinya.Pertama kali tahu mengidap HIVBaru diketahui mengidap HIV setelah sang ayah meninggal duniaSetelah ayahanda meninggal dunia pada 2005, lanjut EK, barulah diketahui bahwa ibu dan bocah yang kini dikenal pendiam positif mengidap HIV.“Ibu sama bapak tidak tahu kalau mereka HIV, karena mereka sendiri tidak pernah periksa. Maka itu, kaget waktu tahu ibu (dari anak itu) dan cucu saya mengidap HIV,” kata EK yang tanpa terasa air mata membanjiri kedua matanya.Saat mendengar langsung apa yang dikatakan dokter, EK merasa bagai disambar petir di siang bolong. “Cuma bisa diam, dan menangis dalam hati,” kata EK.Menurut dokter, lanjut EK, kemungkinan terjadinya penularan yang diterima cucunya berasal dari air susu ibu (ASI) yang didapatkannya selama beberapa waktu. Bersyukur, penularan itu cepat diketahui sehingga si bocah malang pun langsung mendapatkan pengobatan.Bersyukur, segala pengobatan yang didapat cucunya ditanggung pemerintah Kota Bandung. Dengan begitu Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung tidak memungut sepeser pun biaya pengobatan, hanya mungkin EK diharuskan membayar biaya pendaftaran. Itu pun selalu diganti oleh pihak Rumah Cemara.Sampai detik ini, penggemar berat pemain Manchester United (MU) Wayne Rooney tidak mengetahui kalau dia adalah pengidap HIV. Dokter menyarankan, untuk jangan dulu memberitahunya. Tunggu sampai bocah itu duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).“Paling yang dikhawatirkan begitu dia SMP nanti adalah saat temannya mempertanyakan mengapa dia minum obat sehari dua kali, dan itu setiap hari,” kata EK."Apalagi ibunya sudah meninggal dunia pada 2009, jadi tidak ada yang mendampinginya," kata EK menambahkan.Sejauh ini sang cucu belum mempertanyakan mengapa neneknya menyuruh dia untuk mengonsumsi obat sebanyak dua kali dalam sehari. “Paling dia hanya gerutu sambil berkata ‘Ni, kalau obatnya sudah penuh di sini (menunjuk tenggorokan), saya berhenti minum obat, ya’. Meski begitu, tetap obat itu dia minum,” kata EK.Harapan keluarga besarHarapan seluruh keluarga besarEK dan seluruh keluarga besar berharap, sang cucu yang merupakan anak sebatang kara yang ditinggal mati kedua orangtuanya mampu berprestasi tidak hanya dalam bidang olahraga, melainkan juga akademis.“Kami tetap bangga sama dia. Pasalnya, kami berpikir tidak ada yang bisa dibanggakan dari anak ini dengan status kesehatannya. Namun ternyata, melihat dia yang mampu berprestasi dalam bidang olahraga bola, kami pun berharap anak ini lebih maju ke depannya, dan mampu menggapai semua mimpinya,” kata EK.Tidak hanya itu, meski pengobatan antiretroviral yang diterima cucunya tidak mungkin membuatnya sembuh, tapi EK berharap justru terjadi sebaliknya. “Kami yakin, tidak ada yang tidak mungkin bagi yang di atas,” kata EK.Meski menyandang status orang yang hidup dengan HIV (ODHA), bocah tersebut tidak seharusnya dijauhkan. — health.liputan6.com

  • Ibu Hamil di Indonesia Kurang Perhatian Soal Nutrisi

    Kurangnya edukasi membuat ibu hamil yang minum susu masih rendah. — www.beritasatu.com

  • Kasus HIV di Indonesia Semakin Meningkat

    HIV merupakan target Milienium Development Goal (MDG's) yang harus dicapai oleh Indonesia pada tahun 2014. Namun, berdasarkan data dari UNAIDS, angka kasus HIV di Indonesia tetap mengalami peningkatan — health.okezone.com

  • Tere Cia, Mewakili Indonesia Mengikuti Ajang Asia Pasific Song Di Macau

    Tere Cia, meski belum begitu populer, namun sudah bisa membanggakan Indonesia. Apa yang telah dilakukannya? Ini dia liputannya. — www.vemale.com

  • Wujudkan Indonesia Sehat dengan Posyandu

    Pos layanan terpadu atau posyandu adalah tempat pelayanan kesehatan keluarga yang menjadi lingkungan kerja Puskesmas. Peranan posyandu ini tentu sangat penting sebagai pemberi layanan kesehatan bagi orangtua dan anak di usia awal — health.okezone.com

  • Cegah HIV-AIDS ke Bayi, Menkes Ragu Pria Indonesia 100% Mau Pakai Kondom

    Cegah HIV-AIDS ke Bayi, Menkes Ragu Pria Indonesia 100% Mau Pakai Kondom

    Berdasarkan Data Kemenkes RI, jumlah kasus HIV-AIDS di Indonesia justru paling banyak terjadi pada ibu rumah tangga. Kondisi ini diperkirakan karena banyaknya para pria atau suami yang banyak 'jajan' namun tak mau menggunakan kondom. — health.detik.com

  • Kualitas Perawat di Indonesia Masih Kurang

    Indonesia mengirimkan tenaga perawat Jepang dengan mekanisme G to G yang tertuang dalam Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Namun di satu sisi, Indonesia masih menghadapi persoalan distribusi perawat yang belum merata — health.okezone.com

  • Peningkatan Kualitas Anak Indonesia jadi Fokus Sarihusada

    Uuntuk dapat memproduksi nutrisi belkualitas dan dapat diterima oleh lapisan masyarakat terbesar Indonesia, Sarihusada mengandalkan penelitian dan inovasi. — www.beritasatu.com

  • Perawat Indonesia Diminati Jepang

    Pemerintah membuat kebijakan mengirimkan tenaga perawat ke Jepang dengan mekanisme G to G yang tertuang dalam Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Tujuannya tentu agar bisa mengangkat nama bangsa di dunia internasional — health.okezone.com

  • 100 Tahun Prof Siwabessy, Bapak Atom Indonesia Perintis Cikal Bakal BPJS

    100 Tahun Prof Siwabessy, Bapak Atom Indonesia Perintis Cikal Bakal BPJS

    Kementerian Kesehatan menggelar peringatan 100 tahun Prof Dr GA Siwabessy, mantan menteri kesehatan yang menjabat pada 1996-1978. Prestasinya mengagumkan, mulai dari pemberantasan penyakit cacar hingga melahirkan cikal bakal BPJS. — health.detik.com

Berita Lain
  • Kostas Mitroglou Kembali ke Olympiakos

    REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA -- Striker Yunani, Kostas Mitroglou, kembali bergabung dengan juara liga Yunani, Olympiakos Piraeus, dalam status pinjaman dari Fulham. Demikian dikatakan klub divisi kedua Inggris itu pada Minggu... — bola.republika.co.id

  • Anggaran Internet Sekolah Digelembungkan Rp 150 Juta

    REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Kasus dugaan korupsi anggaran jaringan internet untuk 100 sekolah di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan yang dianggarkan pada 2011-2012 berdasarkan hasil audit dari Inspektorat Sulsel... — www.republika.co.id

  • Ini Omongan Menteri Tifatul Soal Internet di Forum Internasiona

    Ini Omongan Menteri Tifatul Soal Internet di Forum Internasiona

    Tifatul mengatakan, Indonesia lebih mendukung penggunaan internet untuk keperluan produktif demi pengembangan ekonomi yang lebih baik. — www.tribunnews.com

  • Ditangkap Polisi Malaysia, AKBP Idha dan Bripka Harahap Diperiksa Intensif

    Ditangkap Polisi Malaysia, AKBP Idha dan Bripka Harahap Diperiksa Intensif

    AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka MP Harahap masih diperiksa intensif kepolisian Diraja Malaysia setelah ditangkap Jumat (29/8) di bandara Kuching, Malaysia. Kasus mereka ditangani kepolisian Bukit Aman Kuala Lumpur. — news.detik.com

  • Arsenal Gandeng Welbeck

    Arsenal sudah menuntaskan kepindahan penyerang Danny Welbeck di detik-detik akhir bursa transfer musim panas ini. Penyerang asal Inggris ini akan dipinjam dalam jangka waktu panjang — bola.metrotvnews.com