Bersyukurlah Indonesia Tidak Termasuk Dalam Daftar Negara Termiskin di Dunia

www.vemale.com — Kamis, 09 Januari 2014 12:50 — Seperti dilansir business-economy, berikut adalah beberapa negara yang terpuruk di dalam kemiskinan. Satu hal yang patut disyukuri, Indonesia tidak termasuk dalam daftar tersebut, sekalipun kondisi perekonomian negara dewasa ini cukup mengkhawatirkan.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • Bule Kanada Kasih Tips Taklukkan Hati Wanita Indonesia

    Bule Kanada Kasih Tips Taklukkan Hati Wanita Indonesia

    Nama Sacha Stevenson mungkin sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang gemar membuka Youtube.Wanita bule asal Kanada ini mulai dikenal masyarakat Indonesia setelah tampil di beberapa program acara komedi di televisi. Namanya makin tenar usai sering menggugah video ke Youtube tentang Indonesia mulai dari kebiasaan orang Indonesia, kebudayaan, tips-tips unik hingga peristiwa yang sedang update di Indonesia.Tak jarang, humor ala Sacha di video itu membuat penonton tertawa terbahak-bahak dan setuju dengan pemikiran Sacha. Apalagi sebagai bule Sacha cukup mahir menggunakan bahasa Indonesia sehingga mudah dimengerti orang Indonesia dan tentu saja makin meningkatkan jumlah pengunjung di setiap judul videonya. Anda pasti sudah tak asing deng video berjudul How to Act Indonesia, Tips Anti Ribet, hingga video parodi Prabowo vs Jokowi.Kali ini, ada video unik baru dari Sacha tentang perempuan Indonesia dan tips untuk para pria supaya jago bikin wanita lengket dan klepek-klepek.Di video berjudul Dating Indonesian Girls, Sacha memulainya dengan pembahasan bahwa perempuan memiliki banyak kemauan, memiliki rahasia dan terkadang berbuat curang. Namun Sacha juga menegaskan bahwa perempuan Indonesia bersikap tersebut karena ingin tahu pria seperti apa yang paling banyak berkorban untuk dirinya.Lantas, pria seperti apakah rela berkorban dan yang bisa bikin wanita makin lengket? Sacha membeberkan setidaknya ada 5 hal yang perlu diperhatikan pria. Menurut Sacha, hal tersebut sangat penting bagi pria untuk berhasil menaklukkan hati perempuan Indonesia yang disukai. Jika perlu latihan-latihan lagi, Sacha juga memberikan resep lain di video youtube tersebut yakni mengikuti AXE Battle of Tempation.Langsung saja lihat video Sacha, seperti video-video Sacha sebelumnya dia sendiri yang akan memerankan berbagai tipe pria yang dapat menaklukkan hati wanita. Bagi wanita yang nonton, Anda juga bisa lihat sendiri apakah sebagian besar sikap wanita Indonesia seperti dalam video tersebut.(Adv) — health.liputan6.com

  • Belum Jelas, Kartu Indonesia Sehat Mau Diapakan

    Belum Jelas, Kartu Indonesia Sehat Mau Diapakan

    Sesuai janji Presiden Joko Widodo saat kampanye pemilihan presiden beberapa waktu lalu, mulai 1 November, rencananya pemerintah akan mulai memberlakukan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tapi secara teknis, ternyata pemberlakuan kartu ini belum jelas. Dan masih akan diujicobakan."Belum final, masih kita rapatkan. Konsep KIS sama seperti Jaminan Kesehatan Nasional. Yang jelas, masyarakat yang masuk golongan miskin dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sebelumnya tidak ditanggung JKN, akan masuk dalam KIS seperti gelandangan dan pengemis yang berjumlah 1,7 juta jiwa," kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan Tono Rustiano pada wartawan di Media Center, BPJS Kesehatan, Jakarta, Kamis (30/10/2014).Tono mengakui, walaupun belum ada instruksi yang jelas pada BPJS Kesehatan. Namun KIS sendiri akan dikelola BPJS Kesehatan dan tidak mengubah Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang telah diundangkan per 1 Januari lalu. "KIS yang kelola BPJS Kesehatan, tapi secara teknisnya kami belum tahu," ujarnya singkat. — health.liputan6.com

  • Lebih 130 Juta Penduduk Indonesia Jadi Peserta JKN

    Diperkirakan, hingga akhir tahun 2014, jumlah ini terus meningkat dan memenuhi target BPJS Kesehatan sebanyak 131 juta jiwa. — www.beritasatu.com

  • Indonesia Punya Teh Terbaik, Tapi Konsumsi Tehnya Rendah

    Indonesia Punya Teh Terbaik, Tapi Konsumsi Tehnya Rendah

    Dibandingkan negara lain yang bukan penghasil teh seperti Inggris, Indonesia masih kalah dalam mengonsumsi teh. Hal ini pula yang disayangkan oleh Ketua Komunitas Pecinta teh sekaligus Ketua Bidang Promosi Dewan Teh Indonesia, Ratna Somantri.Menurutnya, teh hasil produksi Indonesia banyak yang memiliki kualitas tinggi namun sayangnya orang Indonesia kurang memahami manfaat teh dan filosofinya."Saat ini kita termasuk penghasil teh terbesar. Tapi konsumsinya sangat rendah, agak ironis. Inggris tidak punya kebun teh, tapi mereka minum teh 10 kali lipat dibanding orang Indonesia," kata Ratna saat menyambangi kantor Redaksi Liputan6.com, Rabu (29/10/2014).Ratna mengatakan, ketidakpahaman orang Indonesia adalah menganggap semua jenis sama dan mengonsumsi teh menggunakan gula. Padahal, tidak semua teh enak dicampur gula. Mungkin teh melati atau teh hitam masih terasa enak tapi teh hijau dan teh lainnya tidak enak memakai gula."Nggak semua teh enak pakai gula, teh melati atau teh hitam mungkin masih nyambung. Tapi teh hijau misalnya, kurang enak jika ditambah gula," katanya. — health.liputan6.com

  • Pemerintah Akan Perbaharui Data Kartu Indonesia Sehat

    Data tersebut diambil dari sekitar 15,5 juta data penduduk penerima program perlindungan sosial. — www.beritasatu.com

  • Peneliti Muda Indonesia Dukung Riset Vaksin

    Kami akan mengawal harmonisasi agar tujuan dari peneliti di ForMind sesuai dengan kebutuhan industri. — www.beritasatu.com

  • Indohun, wadah bagi pemuda Indonesia untuk peduli kesehatan

    Inilah wadah bagi anak muda Indonesia untuk peduli dan perhatian dengan masalah kesehatan lokal maupun global — www.merdeka.com

  • Mengenal SUFA, Strategi Penanggulan HIV-AIDS Komprehensif di Indonesia

    Mengenal SUFA, Strategi Penanggulan HIV-AIDS Komprehensif di Indonesia

    Penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia masih membutuhkan peningkatan. Untuk itu, Kementerian Kesehatan melalui unit penanggulangan AIDS dan Infeksi Meluar Seksual (IMS) mempunyai strategi khusus yang bernama SUFA. Apa itu? — health.detik.com

  • Kartu Indonesia Sehat dan Pintar Diluncurkan Awal November

    KIS tidak menghilangkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). — www.beritasatu.com

  • Ini alasan kenapa Indonesia tidak perlu khawatir tentang Ebola

    Inilah langkah nyata yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mencegah datangnya Ebola — www.merdeka.com

  • Christian Sugiono, Suka Berburu Makanan Khas Indonesia Bersama Istri

    Christian Sugiono, suka sekali travelling ke mana pun bersama istrinya. Selain menuju tempat wisata, ia dan Titi Kamal juga pergi mencari makanan khas. Yuk baca lengkapnya di sini. — www.vemale.com

  • Menkes : Banyak Makanan Enak di Indonesia Tapi Tak Bergizi

    Menkes : Banyak Makanan Enak di Indonesia Tapi Tak Bergizi

    Banyaknya masyarakat Indonesia yang bila sakit langsung ke rumah sakit. Ini sangat disayangkan. Menurut Menteri Kesehatan Nila Moeloek, saat ini sudah waktunya kita semua mengubah pikiran dari upaya mengobati menjadi upaya pencegahan yang lebih diutamakan."Banyak yang sakit langsung berobat ke RS. Kelihatan sekali kalau dulu kita tidak mau menjaga kesehatan jadinya ya bablas. Jumlah pasien banyak dan menumpuk di RS. Jangan sampai gagal ginjal dulu dong. Mari edukasi ke masyarakat dan berikan pendidikan agar Anda juga hidup bersih dan sehat," kata Menkes usai serah terima jabatan di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (28/10/2014).Upaya lebih baik mencegah penyakit inilah yang dari disampaikan Menkes saat pertama kali ditanya wartawan apa yang seharusnya menjadi program Kementerian Kesehatan ke depan di bawah kepemimpinannya. Meski ini konsep dan ilmu lama, penyadaran ini belum juga terjadi secara masif dan menyeluruh di kalangan masyarakat Indonesia baik yang sudah berpendidikan apalagi yang kurang berpendidikan.Menkes juga menyinggung makanan Indonesia yang masuk kategori terenak di dunia, namun sayang gizinya masih meragukan. "Makanan kita masuk terenak di dunia tapi gizinya barangkali harus hati-hati. Boleh makan tapi seimbang. Artinya hari ini boleh, besok jangan," kata Menkes. — health.liputan6.com

  • Masih Banyak PR Masalah Sosial di Indonesia, Apa Saja?

    Masih Banyak PR Masalah Sosial di Indonesia, Apa Saja?

    Saat ini, Indonesia menghadapi permasalahan sosial serius, sehingga butuh penanganan yang fokus dan terencana dengan baik lima tahun ke depan.Masalah sosial tersebut adalah keterlantaran, ketunaan, kecacatan, kebencanaan, korban tindak kekerasan dan keterpencilan. Ditargetkan bisa menghasilkan penyelesaian masalah sosial secara signifikan.“Insya Allah saya akan bekerja secara tim dan menggabungkan pengalaman yang dimiliki,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat serah terima jabatan (Sertijab) di kantor Kementerian Sosial (Kemensos) Jakarta, Selasa (28/10/2014).Lima tahun ke depan, Kemensos mendorong daerah pro aktif untuk mengatasi masalah sosial di daerahnya. Penanganan tersebut, bukanlah belas kasihan, tapi perlu strategi karena menyangkut kemaslahatan bangsa.“Harus diakui perkembangan jaman telah menyisakan berbagai masalah sosial baru, seperti konflik sosial, ketimpangan, kemiskinan baru dan keterbelakangan,” tandasnya.Salah satu yang segera perlu dilakukan adalah membangun Sistem Kesejahteraan Sosial Nasional (SKSN). Hal ini penting, sebab satu dari tiga indikator kesejahteraan dan kejayaan suatu bangsa selain pendidikan dan kesehatan.Kemensos akan fokus dalam penjangkauan dengan menerjunkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam penanganan yang sifatnya kedaruratan dan perlu penanganan segera.Upaya yang telah dilakukan, telah berhasil menurunkan permasalahan sosial, seperti anak jalanan, pemenuhan akses bagi penyandang disabilitas, pemenuhan rumah layak huni bagi warga miskin, penyelesaian tuna sosial dengan penutupan beberapa lokalisasi prostitusi.“Keberhasilan itu patut diapresiasi, dipertahankan, serta ditingkatkan di masa mendatang. Kemensos sesuai amanat konsitusi sebagai leading sector dalam upaya meningkatan kesejahteraan sosial,” tandasnya.Capaian Kemensos selama lima tahun terakhir, Program Keluarga Harapan (PKH) mendapatkan layanan pendidikan dan kesehatan yang tersebar di 34 provinsi dan menjangkau 336 kabupaten/kota serta 2.667 kecamatan, 29.307 desa/kelurahan.Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dialokasikan Rp 20 juta per KUBE 10 Kepala Keluarga. Sementara itu, ehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) Alokasi stimulan Rp 10 juta per KK dengan sasaran perbaikan rumah dalam lingkup atap, lantai, dan dinding (ALADIN).Sarana Prasarana Lingkungan (Sarling) untuk fasilitas umum milik masyarakat yang dibangun untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, sedangkan disabilitas dilaksanakan di Rehabilitasi Sosial di Rumah Kasih Sayang.Untuk membantu terpenuhinya kebutuhan hidup dan perawatan sehari-hari orang dengan kecacatan berat, seperti sandang, pangan, air bersih, keperluan sehari-hari masyarakat tak berpunya, Kemensos memiliki 17 Panti Sosial, 3 Balai Besar yang menangani penyandang disabilitas yang tersebar di 14 Provinsi, dengan jumlah Penerima Manfaat dari tahun 2010 s.d 2014 sebanyak 11.850 orang.Di Bulan Maret 2012 Kementerian Sosial juga telah menambah 1 (satu) Panti Sosial Bina Rungu Wicara (PSBRW) Meohai Kendari yang diserahterimakan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara ke Kementerian Sosial, sehingga panti disabilitas menjadi 18 panti.Dalam pelayanan sosial bagi anak melalui 11 Panti Sosial dan 4 non satker yang tersebar di 8 Provinsi, dengan jumlah penerima manfaat yang memperoleh pelayanan sosial dari 2010 s.d 2014 sebanyak 12.845 orang.Pelayanan Sosial Lanjut Usia Telantar dilaksanakan melalui pelayanan dalam panti dan berbasis masyarakat (luar panti). Kementerian Sosial memiliki panti pelayanan sosial lanjut usia terlantar di 3 (tiga) Provinsi yaitu di PSTW Budhi Dharma Bekasi – Jawa Barat, PSTW Gau Mabaji Makassar – Sulawesi Selatan dan PSTW Minaula Kendari, Sulawesi Tenggara.Penanganan keterpencilan dengan populasi KAT pada tahun 2014 sebanyak 213.087 KK, yang telah diberdayakan 94.272 KK, sedang diberdayakan 4.881 KK dan belum diberdayakan 114.004 KK.Capaian kemensosAdapun capaian pemberdayaan sebagai berikutKampung Siaga Bencana (KSB) mulai kurun waktu tahun 2010 s.d 2014 KSB telah terbentuk sebanyak 171 KS. Sementara itu, Tagana sejak tahun 2010 s.d 2014 petugas/relawan penanggulangan bencana Tagana dan Pegawai Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten/Kota yang ada secara terus menerus mendapat pelatihan keterampilan dan penguatan pengetahuan pendampingan korban bencana (TOT) seperti tentang shelter, psikososial dan sosial serta logistik dengan jumlah 36.810 orang/personil. Pada tahun 2012 juga telah dibangun Tagana Training Center (TTC) di Sentul, Jawa Barat sebagai sarana pengembangan kompetensi Tagana.Pengembangan Model Percepatan penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial melalui ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal (EKKM) 2014 telah dilaksanakan Ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal dengan menempuh jarak 3.955.192 Km, sejak diberangkatkan oleh Menteri Sosial RI pada tanggal 25 Januari 2014 dari Idi Rayek Aceh Timur ke Kota Kupang Nusa Tenggara Timur tanggal 27 Februari 2014.Bedah Kampung sejak tahun 2012, telah dilaksanakan di 9 provinsi, dengan rincian bantuan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) sebanyak 2.481 unit, bantuan rehabilitasi sosial sarana lingkungan sebanyak 39 unit, bantuan UEP KUBE sebanyak 240 kelompok.Safari Bhakti Kesetiakawanan Sosial (SBKS) Pelaksanaan Safari Bhakti Kesetiakawanan Sosial (SBKS) sebagai salah satu rangkaian Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2013, menggunakan Kapal KRI Banjarmasin 592 milik TNI Angkatan Laut dilaksanakan selama 24 hari dimulai dari tanggal 4 Juni 2013 sampai dengan 28 Juni 2013. Diikuti peserta sebanyak 200 orang yang berasal dari unsur Mahasiswa, Pelajar, Generasi Muda, Organisasi Kepemudaan, Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Keagamaan, Organisasi Sosial, Pekerja Sosial Masyarakat, Taruna Siaga Bencana, Karang Taruna, Relawan Sosial, Media Massa, dan Tim Kementerian Sosial RI.Sedangkan untuk Pelayanan Terpadu Gerakan Masyarakat Peduli Kabupaten/Kota Sejahtera (Pandu Gempita) Kementerian Sosial dengan Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 50/ HUK/2013 menginisiasi Program Pandu Gempita sebagai model, sistem dan mekanisme penyelenggaraan pelayanan kesejahteraan sosial secara terpadu bagi warga miskin/ tidak mampu dan mengalami masalah sosial, harus didukung dengan kebijakan. — health.liputan6.com

  • Menkes : Kartu Indonesia Sehat Tak Akan Ubah Prinsip BPJS

    Menkes : Kartu Indonesia Sehat Tak Akan Ubah Prinsip BPJS

    Menteri Kesehatan Nila Moeloek menegaskan bahwa bila program Kartu Indonesia Sehat berlaku (KIS), tidak akan mengubah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial mengingat hal tersebut telah diatur dalam undang-undang. Namun ia tidak menampik bila ke depannya mungkin akan ada perubahan sistem."Tidak akan ada yang berubah. BPJS itu diatur undang-undang. Hanya sistemnya saja mungkin yang kita akan lihat dan atur lagi. Mungkin belum sempurna. Ini baru 2014," kata menkes di sela-sela acara serah terima jabatan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (28/10/2014).Menkes mengatakan, ia dan jajarannya masih akan melihat atau mengoreksi sistem jaminan kesehatan yang ada saat ini."Banyak pengalaman ataupun kita analisa dan koreksi kembali, saya kira BPJS tidak akan berubah," tegasnya. — health.liputan6.com

  • Yusuf Mansur, Gelar Wisuda Akbar Indonesia Menghafal Quran (IMQ) Ke 5 Kalinya

    Yusuf Mansur, sebagai ustad sudah membuat acara bernama Wisuda Akbar Indonesia Menghafal Qur'an atau IMQ yang sudah kelima kalinya. — www.vemale.com