Bersyukurlah Indonesia Tidak Termasuk Dalam Daftar Negara Termiskin di Dunia

www.vemale.com — Kamis, 09 Januari 2014 12:50 — Seperti dilansir business-economy, berikut adalah beberapa negara yang terpuruk di dalam kemiskinan. Satu hal yang patut disyukuri, Indonesia tidak termasuk dalam daftar tersebut, sekalipun kondisi perekonomian negara dewasa ini cukup mengkhawatirkan.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • Dokter Berparas Cantik di Indonesia (Bagian 2)

    Dokter Berparas Cantik di Indonesia (Bagian 2)

    Profesi dokter di Indonesia dipandang sebagai pekerjaan yang mulia. Ketika profesi dokter dipadukan dengan paras cantik tentu jadi buah bibir tersendiri. Di Indonesia, ada banyak dokter yang memiliki prestasi membanggakan sekaligus dikaruniai paras rupawan.Setelah 5 Dokter Berparas Cantik yang ditulis sebelumnya, masih ada dokter-dokter cantik lain di Indonesia. Siapa saja mereka? Beberapa diantaranya, pasti sudah Anda kenal. Berikut daftarnya dilansir dari berbagai sumber, Senin (22/9/2014):Rosa Rai Djalal1. Rosa Rai DjalalRasa-rasanya tak ada lagi orang yang takut untuk diperiksa giginya oleh dokter semanis Rosa Rai Djalal. Wajah cantik didukung oleh kepiawaian melakukan tugas sebagai dokter gigi plus menyenangkan diajak bercerita dalam suatu obrolan membuat dokter gigi lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia 1997 disukai para pasiennya.Usai menemai sang suami, Dino Patti Djalal, bertugas sebagai diplomat di Amerika Serikat, kini mantan Puteri Indonesia Runner-Up 2 kembali aktif kembali sebagai dokter gigi di Rays International Dental Clinic Jakarta serta menjadi ibu bagi ketiga buah hatinya. Sonia Wibisono2. Sonia WibisonoTentu Anda sudah akrab dengan sosok ini. Profesinya sebagai dokter didukung penampilan menarik membuat Sonia Wibisono dipercaya sebagai pembaca acara kesehatan dalam program televisi serta bintang iklan berbagai produk.Selain kesibukannya sebagai di layar kaca, dokter jebolan Universitas Indonesia kini menggeluti bidang antipenuaan, menurut website resminya soniawibisono.com ini berpraktek di Anti Aging Clinic dan Klinik Bulungan.Usianya hampir 37 tahun, namun tubuhnya tetap terjaga dan wajah awet muda. "Minum yang manis saya juga enggak. Jika minum manis menggunakan gula buatan. Selain itu olahraga rutin seperti jalan cepat di treadmil, stretching. Terpenting, usahakan untuk bergerak," tutur ibu tiga anak ini seperti berbincang dengan Liputan6.com beberapa waktu lalu.Florentina Wahjuni3. Florentina R. WahjuniPernah mendengar terapi bunga? Terapi bunga atau phytobiophysics dikenalkan oleh dokter Florentina. Bunga sebagai bagian tumbuhan, memiliki kekuatan menciptakan daya tahan bagi lingkungan terhadap polutan yang terjadi di sekeliling kita. Kekuatan ini dimanfaatkan bagi pasien sebagai penyembuhan agar terjadi harmonisasi dan keseimbangan energi dalam tubuh dan peningkatan imunitas.Temui dokter cantik ini untuk mengkonsultasikan kesehatan Anda di Rumah Sakit Meilia, Cibubur.Enrina Diah4. Enrina DiahDokter Enrina Diah, Sp.BP-RE, begitu nama plus titel dokter bedah plastik yang satu ini. Kecintaannya terhadap bedah plastik untuk kecantikan berawal saat duduk di bangku kuliah Universitas Indonesia. Mengembangkan apa yang disukai, ia mendapatkan beasiswa ke Taiwan untu mendapat pendidikan spesialis bagian bedah wajah dan tengkorak atau craniofacial.Kembali ke Indonesia, ia menjadi penerima sertifikasi internasional dari Craniofacial Surgery Center. Ingin berkonsultasi perawatan kecantikan bersama dokter Enrina? Silakan datang di Ultiomo Aesthetic Clinic and Dental yang dirintisnya sejak tahun 2009. Lula Kamal5. Lula KamalTentu Anda tak asing dengan wajah di atas bukan? Ia adalah dokter Lula Kamal. Berwajah menarik dan kemampuan berkomunikasi yang baik di depan kamera maupun banyak orang membuat ibu empat anak ini kerap tampil dalam acara televisi, iklan televisi dan acara produk.Bertahun-tahun berkecimpung di dunia kedokteran ada satu keinginan wanita kelahiran 10 April 1970 ini, memiliki rumah sakit. "Semua dokter penginnya gitu, punya rumah sakit sendiri. Tapi kan ada kendala keuangan dan syaratnya banyak," ungkap Lula saat ditemui Liputan6.com seperti ditulis Senin (22/9/2014) — health.liputan6.com

  • 2050, Jumlah Lansia di Indonesia Capai 80 Juta Orang

    Pertumbuhan penduduk yang masih belum terkendali menjadi perhatian serius Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Sebab tak lama lagi Indonesia akan mengalami bonus demografi yang menjadi tantangan bagi pemerintah. — health.okezone.com

  • LocalFest, Kini Hadir Kembali Di Grand Indonesia

    Acara Localfest mendapat banyak respon positif sehingga diadakan kembali. Nah, mau tahu di mana dan bagaimana serunya acara Localfest? Yuk baca liputan berikut ini. — www.vemale.com

  • 5 Dokter Berparas Cantik di Indonesia

    5 Dokter Berparas Cantik di Indonesia

    Profesi dokter di Indonesia dipandang sebagai pekerjaan yang mulia. Ketika profesi dokter dipadukan dengan paras cantik tentu jadi buah bibir tersendiri. Di Indonesia, ada banyak dokter yang memiliki prestasi membanggakan sekaligus dikaruniai paras rupawan.Siapa saja mereka? Berikut daftarnya dari berbagai sumber.Olivia Ong1. Olivia OngNama Dokter Olivia Ong pasti sudah dikenal oleh mereka yang telah melakukan perawatan wajah dan tubuh. Ketertarikannya sebagai dokter estetika didapatkan saat masih menjadi mahasiswa kedokteran di Universitas Atma Jaya Jakarta. Kini, ia memiliki klinik yang terkenal dengan tindakan filler dan botox.Tak hanya cantik, perempuan kelahiran 33 tahun silam ini pun gemar sekali belajar. “Dulu tempat yang paling sering didatangi adalah perpustakaan, bukan mall atau kafe. Tapi saya bukan seorang dianugerahi intelejensia bagus, saya harus belajar untuk bisa pintar dan unggul,” terangnya kepada Liputan6.com beberapa saat lalu.Mesty Ariotedjo2. Mesty AriotedjoCantik, piawai memainkan flute, dan ia adalah seorang dokter muda. Kini ia sedang bertugas di bagian endokrinologi anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dalam pendataan pasien-pasien penyakit tidak menular di Indonesia. Menurutnya seharusnya porsi perhatian pada bidang ini lebih besar dibandingkan penyakit menular.Nova Riyanti Yusuf3. Nova Riyanti YusufWajah cantik didukung dengan pilihan busana etnik menarik membuat sosok NoRiYu selalu jadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya. Tak hanya itu, dokter spesialis kejiwaan yang satu ini selalu berapi-api ketika berbicara tentang upaya penyelamatan mereka yang mengalami permasalahan mental.Dukungannya terhadap kesehatan jiwa sampai membuat Noriyu menceburkan diri ke dunia politik demi terwujudnya UU Kesehatan Jiwa. Kini, ia sedang bersiap-siap ke Harvard Medical School sebagai Research Scientist.Nycta Gina4. Nycta GinaPerannya sebagai perempuan menyebalkan namun lucu Jeng Kelin berhasil memikat pemirsa televisi. Siapa sangka di tahun 2011 Ghina lulus sebagai dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Jakarta.Perjuangan untuk mencapai gelar tersebut pun dibilang tak mudah, kesibukkannya sebagai artis peran dan MC membuatnya harus pintar-pintar membagi waktu. Kini, di sela kesibukkannya sebagai penyiar radio dan mengisi program acara televisi, praktek dokter tetap berjalan di kawasan Jakarta Selatan.Reisa Kartikasari5. Reisa KartikasariSiapa bilang wanita cantik enggan terjun di bidang forensik. Reisa Kartikasari, perempuan anggun tinggi semampai ini pernah menjadi anggota tim Disaster Victim Identification (DVI) dalam kasus peristiwa Sukhoi Superjet yang jatuh di Gunung Salak. Ia bertugas langsung salam proses identifikasi data atemortem dan postmortem sejumlah jenazah.Kini, Puteri Indonesia Lingkungan 2010 ini aktif bekerja sebagai dokter estetika di JMB Clinic dan tampil di layar kaca dalam salah satu acara kesehatan. — health.liputan6.com

  • Ini Dia Rumah Sakit Paling Top di Indonesia

    Ini Dia Rumah Sakit Paling Top di Indonesia

    Menjadi juara pertama dalam penghargaan Hospital Award the Best Role Model RS Vertical 2014 dari Kementerian Kesehatan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kepada RS Sanglah, Denpasar bukan tanpa alasan. Dari sekian hasil pemantauan, RS ini memiliki capaian tertinggi dalam melayani pendaftaran, melayani pasien, kecepatan klaim sampai menanggapi komplain.Seperti disampaikan Direktur Umum RSUP Sanglah, Dr Anak Ayu Sri Saraswati M.Kes bahwa tim penilai terdiri atas BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan. Parameter yang dijadikan kriteria penilaian mencakup sistem pendaftaran, sistem pelayanan terhadap peserta, sistem penagihan klaim dan sistem penanganan keluhan peserta program JKN. Hasilnya, untuk kategori umum, RS Sanglah yang terbaik."Kecepatan respon mencapai 100 persen, artinya komplain bisa tertangani semua. Bagi yang komplain datang ke RS, akan segera diinformasikan. Namun bila komplain dilakukan melalui media massa, jawaban juga paling lambat akan diberikan pihak RS tak lebih dari sehari," kata Ayu saat temu media di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta, Kamis (18/9/2014).Dari segi pendaftaran, Ayu menuturkan, setidaknya ada 10 loket yang melayani pasien. Lima diataranya khusus untuk pasien Jaminan Kesehatan Nasional. Di loket inilah pasien akan mendapat bukti keabsahan peserta (diterbitkan di fasilitas kesehatan yang menyatakan bahwa seseorang adalah benar peserta BPJS Kesehatan dan berhak mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan tersebut) atau disebut SEP."Biasanya di loket antre lama. Tapi untuk mengatasi antrean, kami melakukan kolaborasi dengan tenaga perawat dan adminstrasi untuk melakukan skrining seperti apakah bawa kartu, rujukan. Barulah ketika di loket lengkap, identitas pasien akan terlihat apakah pasien baru dan lama. Setelah itu, mereka baru dapat pelayanan poliklinik. Tapi ini semua tidak berlaku jika pasien mengalami kedaruratan," kata Ayu.Selain itu, Ayu mengaku bersyukur, komplain pasien terhdap mahalnya biaya RS sejak JKN justru menurun. Kok bisa? Menurut Ayu, sejak JKN berlaku, pasien yang pulang dengan penangguhan atau utang semakin sedikit."Dulu, mereka yang nggak punya uang, boleh pulang dengan teken surat utang dan menyerahkan KTP. Tapi kan kalau seperti tukang bakso yang utang Rp 10 jt, susah menagihnya. Padahal kami punya keringanan. Kalau dia mau sehari bayar sehari sesanggupnya. Tapi kasihan," kata Ayu.Kalau sekarang, tambah Ayu, mereka tidak ada alasan berobat dan petugas RS akan membantu bila mereka belum punya jaminan. Kita akan tanya, apakah mau jadi anggota JKN dan bayar Rp 25 ribu setiap bulan."Asalkan mereka mau jadi peserta JKN, kita yang ngurusin dan kita yang bantu informasikan. Ada juga yang perawat kami bayarin preminya," kata Ayu. — health.liputan6.com

  • Pond's, 25 Tahun Pahami Ragam Kecantikan Perempuan Indonesia

    Salah satu produk kecantikan, Pond's, telah menemani wajah wanita Indonesia hingga 25 tahun. Itu juga yang menjadikan Pond's selalu digemari dan mengerti kebutuhan wajah setiap wanita. Yuk lihat artikelnya dulu. — www.vemale.com

  • Nakes Indonesia Belum Semua Divaksin Hepatitis B

    Tenaga kesehatan berisiko tinggi tertular hepatitis B. Namun sayangnya, belum semua dari mereka divaksin hepatitis B — health.okezone.com

  • Rekam Jejak Palang Merah Indonesia

    Rekam Jejak Palang Merah Indonesia

    Masih ingat dengan Bapak Palang Merah Dunia? Ya, Jean Henry Dunant. Pria yang lahir pada 8 Mei, 1828 di Geneva, Switzerland ini merupakan pengusaha yang juga aktivis sosial yang terkenal di zamannya. Bermula dari rasa ibanya ketika menyaksikan pertempuran sengit antara Austria dan Prancis di Solferino, sebuah kota kecil di Italia utara. Ketika itu, tepatnya pada 1859, 40.000 tentara tewas dan luka-luka tanpa ada yang memberi pertolongan. Merasa tergerak, dia berinisiatif dan menggerakan penduduk setempat untuk menolong penduduk yang terluka.Mengutip situs Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Rabu (17/9/2014), pada 1862, Henry Dunant menerbitkan sebuah buku berjudul A Memory of Solferino (Kenangan dari Solferino). Saat itu, ia mengusulkan agar pemerintah mendirikan organisasi relawan bantuan kemanusiaan untuk merawat korban luka pada waktu terjadi perang dan para relawan tersebut diberi perlindungan melalui perjanjian internasional.Perjuangan Henry membuahkan hasil pada 1863, Henry Dunant bersama 5 orang rekannya mendirikan Komite Lima, yang kemudian diubah menjadi Komite Internasional Pertolongan Korban Luka dan akhirnya menjadi International Committee of the Red Cross atau ICRC (Komite Internasional Palang Merah). Komite ini rutin mengadakan Konferensi Internasional yang mengadopsi lambang palang merah di atas dasar putih. Perhimpunan Nasional pertama berdiri di Jerman.Setahun berikutnya, pada 1864, Pemerintah Swiss mengadakan konferensi diplomatik resmi yang dihadiri 16 negara. Duabelas dari 16 negara peserta konferensi menandatangani Konvensi Jenewa pertama yang berisi 10 pasal. Tahun ke tahun, ICRC semakin berkembang. Antara 1914 – 1918 setelah pecahnya Perang Dunia I, ICRC mendirikan Badan Tawanan Perang Internasional (International Prisoners-of-War [POW] Agency). Tahun 1917, ICRC mendapat Hadiah Nobel Perdamaian sebagai apresiasi atas kerjanya selama PD I, satu-satunya Hadiah Nobel Perdamaian yang diberikan pada periode 1914-1918. Sebelumnya, Henry Dunant juga mendapat Hadiah Nobel Perdamaian pertama di tahun 1901.Setelah membantu banyak di Perang Dunia I, selanjutnya Peran Dunia II yang berkisar pada 1939 – 1945, ICRC kembali mengatur bantuan kemanusiaan bagi penduduk sipil, dan mengatur pertukaran Berita Palang Merah (RCM). ICRC kembali mendapat Hadiah Nobel Perdamaian di tahun 1944.Sejarah Palang Merah IndonesiaNah, berdirinya Palang Merah di Indonesia ini sebetulnya sudah dimulai sebelum Perang Dunia II, tepatnya 12 Oktober 1873. Kala itu, Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indie (NERKAI) yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.Situs PMI melaporkan, perjuangan mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) diawali 1932. Kegiatan tersebut dipelopori Dr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan dengan membuat rancangan pembentukan PMI. Rancangan tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia, dan diajukan ke dalam Sidang Konferensi Narkai pada 1940, akan tetapi ditolak mentah-mentah.Rancangan tersebut kemudian disimpan menunggu saat yang tepat. Seperti tak kenal menyerah pada saat pendudukan Jepang mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk yang kedua kalinya rancangan tersebut kembali disimpan.Proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945. Saat itu Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Boentaran (Menteri Kesehatan RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Dibantu panitia lima orang yang terdiri dari Dr. R. Mochtar sebagai KetuaDr. Bahder Djohan sebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, Dr Boentaran mempersiapkan terbentuknya Palang Merah Indonesia.Pada 17 September 1945, PMI lahir dan kemudian melantik Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta sebagai Ketua PMI. Sejak itu pula, Bung Hatta di angkat menjadi Bapak PMI.Pasca pembentukan, PMI mulali merintis kegiatannya dengan memberi bantuan korban perang revolusi kemerdekaan Indonesia dan pengembalian tawanan perang Sekutu maupun Jepang.Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59.Sebagai perhimpunan nasional yang sah, PMI berdiri berdasarkan Keputusan Presiden No 25 tahun 1950 dan dikukuhkan kegiatannya sebagai satu-satunya organisasi perhimpunan nasional yang menjalankan tugas kepalangmerahan melalui Keputusan Presiden No 246 tahun 1963.Lambang Palang Merah (Red Cross) untuk IndonesiaPenggunaan lambang Palang Merah memiliki sejarah yang menarik. Karena lambang ini diatur dalam Perjanjian Internasional, Konvensi Genewa pada 1949. Ketika itu, lambang ini diperuntukkan bagi mereka relawan yang memberikan perlindungan bagi anggota militer yang terluka dan sakit.Namun pada 1863, negara yang ikut dalam Konvensi Genewa menilai perlu ada lambang khusus untuk menjaga kenetralan dan jaminan perlindungan mereka yang ada di medan perang.Untuk menghormati Tuan Rumah, Swiss, semua negara sepakat untuk menggunakan lambang Palang Merah diatas dasar warna putih yang diambil dari warna kebalikan bendera Swiss.Namun pada 1876, saat Perang Balkan, Kerajaan Ottoman, Turki mengajukan lambang lain lain untuk kesatuan medis tentara kerajaan, berupa bulan sabit merah diatas dasar putih. Permintaan dikabulkan dan Turki mengubah lambang tanda pengenal dan pelindung bagi kesatuan medis militernya.Kontroversi lambang Palang Merah dan Bulan Sabit terus diprovokasi dan menjadi perdebatan banyak negara. Banyak yang menilai, kedua lambang ini merupakan simbol Kristen dan Islam. Padahal, lambang ini tidak ada kaitannya dengan agama.Hingga pada 2005, muncullah lambang Kristal merah yang memiliki status dan fungsi yang sama dengan dengan lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Lambang ini menjadi penutup bagi menegara-negara yang mengusulkan penggunaan lambang lain bagi kesatuan medis militer. — health.liputan6.com

  • GEMZAR Bantu Jamaah Haji Indonesia Atasi Dehidrasi

    Gerakan ini juga membantu mengendalikan penyakit diabetes. — www.beritasatu.com

  • Bagaimana Selamatkan Perokok Anak Indonesia?

    Bagaimana Selamatkan Perokok Anak Indonesia?

    Prevalensi perokok anak di Indonesia terus meningkat. Sehingga, diperlukan satu regulasi konperehensif yang dapat melindungi anak-anak, salah satunya dengan mengaksesi Kerangka Kerja Pengendalian Produk Tembakau atau Frameworkd Convention on Tobacco Control (FCTC).Heri Chariansyah mengatakan bahwa saat ini sudah ada beberapa regulasi yang mengatur mengenai pelindung zat adiktif rokok pada anak. "Seperti Undang-undang Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2012 yang mengatur seperti itu dan Peraturan Pemerintah (PP). Namun sampai saat ini, regulasi nasional ini belum cukup dapat melindungi seluruh anak Indonesia," kata Heri dalam Konferensi Pers `Urgensi FCTC untuk Perlindungan Anak` di Hotel Akmani, Jl. Wahid Hasyim, Jakarta, pada Senin (15/9/2014)Lebih lanjut Direktur Eksekutif Lentera Anak Indonesia mengatakan bahwa FCTC sangat penting bila ingin menyelamatkan nyawa anak-anak di Indonesia. "Selain itu, permasalahan tembakau ini adalah permasalahan lintas negara. Sehingga, dibutuhkan komitmen bersama lintas negara untuk melakukan pengendaliannya dalam melindungi seluruh anak dari zat adiktif rokok," kata dia menambahkan.Dikatakan Heri, dengan pemerintah meratifikasi FCTC berarti sudah mewujudkan komitmen yang dimiliki oleh mereka untuk melindungi anak-anak Indonesia dari bahaya merokok."UU itu secara tegas menyatakan bahwa Negara dan Pemerintah wajib bertanggung jawab memberikan perlindungan khusus pada anak dari zat adiktif, termasuk rokok," kata dia menekankan. Dengan demikian diharapkan perokok anak makin jarang dan tidak lagi ada. — health.liputan6.com

  • YTA Merck Berpartisipasi Dalam Indonesia Music and Mission Festival 2014

    Generasi muda memiliki segudang kreativitas yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. — www.vemale.com

  • Ratifikasi FCTC Jadi 'Kado' Terakhir SBY untuk Anak Indonesia, Mungkinkah?

    Ratifikasi FCTC Jadi 'Kado' Terakhir SBY untuk Anak Indonesia, Mungkinkah?

    Mendekati akhir masa kerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), belum ada tanda pemerintah akan meratifikasi Kerangka Kerja Pengendalian Produk Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Padahal Indonesia adalah negara yang aktif membantu penyusunan FCTC. — health.detik.com

  • Linda Gumelar: Miris, Anak Indonesia Sudah Terbiasa dengan Rokok

    Linda mengungkapkan, iklan maupun sponsorship rokok begitu kuat mempengaruhi inisiasi anak dan remaja untuk merokok sejak usia dini. — www.beritasatu.com

  • Kondisi Anak Indonesia Memprihatinkan, FCTC Harus Diaksesi

    Kondisi Anak Indonesia Memprihatinkan, FCTC Harus Diaksesi

    Kondisi anak Indonesia dengan zat adiktif saat ini memang sangat memprihatinkan. Karena kondisi ini, pemerintah diminta untuk segera mengaksesi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC)Bayangkan saja, jumlah perokok anak setiap tahun terus mengalami peningkatan. Bahkan, dalam 10 terakhir ini peningkatan itu cukup drastis. "Pastinya saat ini ada 36,5 persen perokok remaja usia 13 sampai 15 tahun. Bahkan, di kelompok usia yang lebih muda, 10 sampai 15 tahun terjadi peningkatan hampir sekitar 75 persen," kata Direktur Eksekutif Lentera Anak Indonesia, Heri Chariansyah.Dalam konferensi pers `Urgensi FCTC untuk Perlindungan Anak' di Hotel Akmani, Jl. Wahid Hasyim, Jakarta, pada Senin (15/9/2014), Heri menjelaskan bahwa Indonesia memang perlu mengaksesi FCTC segera, karena tergolong darurat nasional yang berkaitan erat antara anak dengan zat adiktif perokok. "Kita bisa melihat bahwa anak-anak dengan mudah mendapatkan rokok di mana saja, kapan saja, dengan harga yang murah. Bahkan ada yang jual batangan. Maka itu, anak-anak dengan dengan mudah mendapatkan rokok tersebut," kata dia menambahkan.Tampaknya, alasan itu sudah cukup kuat agar pemerintah di bawah perintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengaksesi FCTC ini. Apalagi, Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang belum mengaksesi FCTC.Sehingga, lanjut Heri, dibutuhkan dukungan dari banyak pihak untuk mendukung pemerintah agar segera melakukan tindakan nyata untuk melindungi anak-anak Indonesia. "Karena sepertinya, saat ini pemerintah kita perlu banyak dukungan untuk mau dan berniat mengaksesi FCTC," kata Heri. — health.liputan6.com

  • Belum Ikut Kontrol Tembakau, WHO: Ini Titik di Mana Indonesia Masih Kalah

    Belum Ikut Kontrol Tembakau, WHO: Ini Titik di Mana Indonesia Masih Kalah

    Indonesia adalah salah satu negara yang belum meratifikasi perjanjian Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Padahal menurut World Health Organization (WHO), Indonesia adalah negara yang dipandang oleh dunia internasional sebagai salah satu negara pemimpin global di bidang kesehatan. — health.detik.com

Berita Lain
  • Prominent Muslim Brotherhood figures to leave Qatar

    REPUBLIKA.CO.ID, DOHA - Some senior figures in Egypt's outlawed Muslim Brotherhood have agreed to leave Qatar, a prominent member of the group said on Saturday, following months of pressure... — www.republika.co.id

  • Guardiola dan Mourinho Berantem Soal Panjang Rumput

    REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Apakah ada permusuhan dalam sepak bola modern yang lebih unik daripada permusuhan antara Pep Guardiola dan Jose Mourinho? Kedua pelatih besaR itu melanjutkan perseteruan lama mereka... — bola.republika.co.id

  • Di Atas Panggung, Britney Spears Bercerita Pahitnya Dikhianati

    Di Atas Panggung, Britney Spears Bercerita Pahitnya Dikhianati

    Britney Spears sepertinya masih merasa terpuruk usai putus cinta dari sang kekasih, David Lucado. Setelah hubungannya berakhir, Britney seolah tidak terima dengan apa yang ia alami sekarang ini. Tak segan, penyanyi fenomenal ini mencurahkan isi hatinya di atas panggung saat tampil di Planet Hollywood Resort & Casini, Las Vegas.Dilansir dari laman Dailymail, Selasa (2/9/2014), Britney Spears mengatakan dirinya sudah tidak sabar ingin kembali memiliki pasangan. Bahkan, pelantun hits Toxic ini sangat bersemangat mencari pengganti David Lucado. Tak hanya itu, Britney juga seolah menyindir mantan kekasihnya itu di hadapan ratusan para penggemarnya."Baiklah, semua orang sekarang sudah tahu kalau kekasihku telah mengkhianatiku dengan selingkuh. Tetapi bagian terbaik dalam hidup ini setelah putus adalah pergi kencan untuk pertama kalinya," ujar Britney kepada penggemar disela-sela dirinya bernyanyi.Penyanyi berusia 32 tahun ini berharap dirinya merasa beruntung jika suatu hari nanti ia mendapatkan seorang pria yang jauh lebih baik dari mantan kekasihnya itu. Britney kemudian mencari dikerumunan para penonton dengan mengatakan, "OMG, OMG, saya butuh pria seksi sekarang. Apakah pria seksi itu malam ini berada di sini?"Britney Spears tampak tidak mau kalah dengan David Lucado yang kabarnya sudah memiliki tambatan hati. Sebelum mencurahkan isi hatinya di atas panggung, beberapa jam setelah putus Britney langsung mengunggah sebuah video di akun Instagram miliknya. Dalam video itu, Britney terlihat begitu emosional.Baca juga:Ternyata, Britney Spears Ikuti Jejak Marshanda — showbiz.liputan6.com

  • Moreno Ingin Cetak Lebih Banyak Gol

    Bek anyar Liverpool, Alberto Moreno, ketagihan untuk mencetak gol lagi setelah sukses membobol gawang Tottenham, Minggu (31/08). — www.bola.net

  • Komisi VII Ngaku Tak Tahu Proyek Jero Wacik

    Sebagai mantan ketua komisi VII DPR yang menjadi partner Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sutan Batoegana mengaku tak tahu menahu proyek apa saja yang dikerjakan oleh kementerian tersebut. — ekonomi.metrotvnews.com