Bersyukurlah Indonesia Tidak Termasuk Dalam Daftar Negara Termiskin di Dunia

www.vemale.com — Kamis, 09 Januari 2014 12:50 — Seperti dilansir business-economy, berikut adalah beberapa negara yang terpuruk di dalam kemiskinan. Satu hal yang patut disyukuri, Indonesia tidak termasuk dalam daftar tersebut, sekalipun kondisi perekonomian negara dewasa ini cukup mengkhawatirkan.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • Ulat Sagu, Obat Kuat Pria dari Timur Indonesia

    Ulat Sagu, Obat Kuat Pria dari Timur Indonesia

    Banyak traveler merasa jijik saat melihat ulat. Padahal di Maluku, NTB dan Papua, ulat sagu yang biasa ditemukan pada pohon sagu menjadi panganan sehari-hari. Bahkan, ulat sagu konon menjadi obat kuat bagi pria! — travel.detik.com

  • Kemkes: Belum Ada Kejadian Listeriosis Akibat Konsumsi Apel Impor di Indonesia

    Rata-rata kejadian listeriosis di AS setiap tahunnya adalah 0,26 kasus per 100.000 penduduk. — www.beritasatu.com

  • Kusta Sering Menyerang Negara Tropis, Termasuk Indonesia

    Kusta Sering Menyerang Negara Tropis, Termasuk Indonesia

    Tahukah Anda, sebenarnya pengobatan kusta itu gratis? — life.viva.co.id

  • Bangga! Indonesia Masuk 15 Besar dan Menangi Kategori Kostum Nasional Terbaik di Miss Universe

    Selamat untuk Elvira Devinamira yang berhasil masuk 15 besar dan memenangkan kategori Kostum Nasional Terbaik di Ajang Miss Universe 2015. — www.vemale.com

  • Indonesia Hadapi Masalah Gizi Kompleks

    Kualitas anak ditentukan sejak terjadinya konsepsi hingga masa balita. — www.beritasatu.com

  • Indonesia Masih Harus Hadapi Beragam Permasalahan Gizi

    Indonesia termasuk negara yang memiliki masalah gizi yang kompleks. — www.beritasatu.com

  • Gebyar Pernikahan Indonesia 2015 Menyediakan Ratusan Vendor Terbaik

    Gebyar Pernikahan Indonesia 2015 akan digelar di Balai Kartini Jakarta, Jumat 23 Januari 2015. Simak beritanya, di sini. — www.vemale.com

  • Di Indonesia Tidak Ada Kasus Kanker Kulit Akibat Sinar Ultraviolet

    "Sinar matahari tidak menyebabkan kanker kulit, hanya membuat kulit sedikit kecokelatan saja," kata Fitrah. — www.beritasatu.com

  • Tekan Penularan HIV/AIDS, Indonesia Segera Terapkan Metode PrEP

    PrEP) juga telah dimasukkan dalam Strategi Rencana Aksi Nasional 2015-2019 Penanggulangan HIV dan AIDS. — www.beritasatu.com

  • Anak Kegemukan di Indonesia Terbanyak di ASEAN

    Anak Kegemukan di Indonesia Terbanyak di ASEAN

    Jangan bangga memiliki anak kegemukan (obesitas) karena mereka berpotensi membawa penyakit jantung, diabetes, kanker dan penyakit lainnya. Mirisnya, data dari United Nation Children's Fund (UNICEF) dalam World Children Report pada 2012 menunjukkan bahwa jumalah anak obesitas di Indonesia terbanyak di wilayah ASEAN.Pakar penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. Parlindungan Siregar, Sp.PD-KGH mengatakan bahwa data ini cukup membuat miris dan harusnya menjadi perhatian orangtua."Indonesia menempati urutan pertama negara dengan tingkat obesitas anak tertinggi di ASEAN, yaitu sebanyak 12,2 persen. Persentasi ini jauh di atas negara-negara seperti Thailan sebanyak 8 persen, Malaysia 6 persen, Vietnam 4,6 persen dan Filiphina 3,3 persen. Ditambah lagi, angka obesitas pada anak ini terus meningkat tiap tahun sehingga harus diwaspadai," kata Parlin saat talkshow kesehatan di Hotel Le-Meridien, Jakarta, Rabu (21/1/2015).Untuk mencegah obesitas, ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor. Prof. Dr. Hardinsyah, MS mengatakan penting bagi orangtua untuk memperhatikan asupan gizi seimbang pada demi masa pertumbuhannya. Sebab tidak sedikit kasus obesitas pada anak berlanjut hingga sang anak dewasa."Kondisi obesitas anak ini sepatutnya dihindari dengan membiasakan si anak menjalankan gaya hidup sehat dengan gizi seimbang termasuk minum air putih sebelum makan utama," tukasnya. — health.liputan6.com

  • Jadi Salah Satu Produsen Kakao Dunia, Indonesia Belum Hasilkan Cokelat Lokal Yang Berkualitas

    Indonesia memang menjadi produsen biji kakao yang besar, namun masih belum bisa memproduksi cokelat dengan kualitas premium. Yuk baca lebih lanjut sejarah cokelat di Indonesia berikut ini. — www.vemale.com

  • Indonesia-Singapura Kerjasama di Bidang Perawatan Paliatif

    Indonesia-Singapura Kerjasama di Bidang Perawatan Paliatif

    Istri Gubernur DKI Jakarta sekaligus Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Jakarta Veronika Basuki Tjahja Purnama beserta Direktur Eksekutif Singapore International Foundation (SIF), Jean Tan dan pendiri dari Rachel House (layanan perawatan paliatif), Lynna Chandra hari ini menandatangani nota kesepahaman dalam peningkatan perawatan penyakit mematikan di Jakarta."YKI dan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta berupaya untuk membangun sistem rujukan yang secara efektif dapat mengurangi rasa sakit dan penderitaan sebaik mungkin, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Gubernur juga sepenuhnya mendukung skema ini. Program pelatihan perawatan paliatif adalah tujuan utama rencana kerja kami," katanya.Program Pelatihan Tenaga Pelayanan Perawatan Paliatif ini rencananya akan memfasilitasi komunitas medis dari Indonesia dan Singapura untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan di bidang perawatan paliatif melalui kegiatan capacity building dan wadah diskusi profesional.Nantinya, dalam tiga tahun kedepan, spesialis perawatan paliatif dari Singapura akan bermitra dengan tenaga medis profesional Indonesia dari 10 rumah sakit umum di Jakarta untuk menangani pasien dalam kondisi penyakit stadium akhir.Selain itu, SIF dalam kemitraannya bersama YKI DKI dan RH juga akan menggelar tiga Palliative Care Symposiums (Simposium Perawatan Paliatif) yang akan diselenggarakan dalam tiga tahun untuk memfasilitasi proses berbagi pengetahuan dan pengalaman profesional serta komunitas kesehatan di Indonesia.Hal ini dilakukan guna menciptakan kesadaran dan pemahaman yang lebih baik tentang prinsip-prinsip dan praktik perawatan paliatif."Kami berterima kasih atas dukungan dari Singapore International Foundation dan para relawan untuk bantuannya dalam meningkatkan kapasitas perawatan paliatif dari para profesional medis di Jakarta. Dukungan SIF sejak 2008 sangat kami hargai. Kini dengan dorongan dari Ibu Veronica untuk tahap kedua proyek ini dan tentunya dukungan kerja sama dari Yayasan Kanker Indonesia, kita berharap bahwa visi kami agar tidak ada anak yang mati kesakitan kini makin terjangkau," ujar Lynna.Perawatan paliatif sendiri merupakan perawatan interdisipliner yang berfokus pada penyakit serius atau mengancam jiwa. Sedangkan terapi paliatif dapat berupa pengobatan yang diarahkan hanya untuk menghilangkan gejala pasien tanpa harus mengubah perjalanan alami penyakit. — health.liputan6.com

  • "Morula IVF Indonesia" Kembangkan Teknologi Baru untuk Keberhasilan Bayi Tabung

    Cara ini memungkinkan untuk mendapatkan jawaban analisis kromosom dari satu sampel sel saja. — www.beritasatu.com

  • Magnum Mini Honeycomb Crunch Jadi Rebutan Seleb Indonesia, Anda Harus Coba!

    Dalam mengawali tahun 2015 ini, Magnum, es premium yang diproduksi oleh PT.Unilever Indonesia, Tbk kembali menghadirkan sensasi kenikmatan Magnum Mini Honeycomb Crunch. Es krim rasa honeycomb crunch hadir pertama di Indonesia yang penuh akan luapan kenikmatan yang belum pernah ada sebelumnya. — www.vemale.com

  • Jamu Indonesia Makin Dikenal Dunia

    Jamu Indonesia Makin Dikenal Dunia

    Indonesia terkenal dengan jamunya. Melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI, jamu terus mendapatkan pengakuan di berbagai negara.Belum lama ini, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Prof dr Tjandra Yoga Aditama mengatakan bahwa upaya dan proses pembuktian secara ilmiah jamu melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan, tidak hanya berdasarkan pengalaman turun menurun, namun khasiat jamu dibuktikan secara keilmuan melalui penelitian atau sering disebut saintifikasi jamu telah berkembang pesat."Kementerian Kesehatan telah berhasil menyusun buku `Metodologi Penelitian untuk Evaluasi Manfaat dan Keamanan Jamu` dan `Body of Knowledge Pengobatan Tradisional Indonesia'. Bahkan di tingkat Asean, melalui Asean Task Force on Traditional Medicine, Indonesia telah berhasil meloloskan 'Asean Common Guideline on Research of Traditional Herbal Medicine'," kata Tjandra melalui pesan elektronik yang diterima Liputan6.com, Selasa (20/1/2015).Sedangkan, dari sisi ketersediaan bahan baku sedang disiapkan Common Guideline of Medicinal Plant Garden, yang mencakup budi daya tanaman obat hingga menjadi simplisia.Balitbangkes juga, lanjut Tjandra, sedang membentuk jejaring dokter pelaksana Saintifikasi Jamu dan telah melatih 382 dokter Saintifikasi Jamu (14 angkatan, 3 kelas di antaranya dibiayai oleh industri Jamu dan Farmasi, dan juga apoteker Saintifikasi Jamu 74 orang (3 angkatan) untuk mendukung program Saintififikasi Jamu."Secara operasional Program Saintifikasi Jamu dilaksanakan oleh Balitbangkes melalui Balai Besar Litbang Kesehatan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawang Mangu, yang memiliki sarana dan prasarana penelitian dari hulu ke hilir, mulai kebun tanaman obat sampai dengan Kilinik Saintifikasi Jamu," jelasnya.Hasil-hasil Litbang Saintifikasi Jamu oleh Balitbangkes adalah sebagai berikut:1) Farmakope Tumbuhan Obat Indonesia2) Vademecum Formula Jamu (5 volume)3) Riset Tanaman Obat dan Jamu (Ristoja), yang dikerjakan tahun 2012 dan 2014, yang telah berhasil mengidentifikasi tumbuhan obat pada berbagai suku di Indonesia dan manfaatnya secara etnofarmakologis.4) Jamu Saintifik, yakni jamu yang sudah terbukti manfaat dan khasiatnya melalui uji klinik. Tahun 2013 terdapat dua Jamu Saintifik, yakni Formula Jamu Asam Urat dan Formula Jamu Penurun Hipertensi, dan tahun 2014 sudah selesai uji klinik Jamu Hemoroid, Jamu Dispepsia, dan Jamu Osteo-ArtritisTjandra juga mengatakan kalau Indonesia memiliki sarana-prasarana sebagai pendukung Saintifikasi Jamu di Balitbangkes di Tawangmangu meliputi:(i) kebun tanaman obat(ii) kebun etalase tanaman obat(iii) laboratorium paska panen(iv) labotarorium pendukung uji pre-klinik dan uji klinik(v) Rumah Riset Jamu (Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus)(vi) gedung pelatihan dan(vii) Laboratorium Pengembangan Sediaan Jamu (lab ekstraksi)Di samping itu, Balitbangkes juga melaksanakan program Health Tourism, melalui kegiatan Wisata Kesehatan Jamu di area Tawangmangu ini, yaitu pembelajaran manfaat tanaman obat dan Jamu bagi masyarakat luas, yang dikemas dalam paduan cantik antara edukasi dan rekreasi. Obyek wisata meliputi Etalase Tanaman Obat, sinema Fitomedika, Museum Jamu Hortus Medicus dan Herbarium tanaman Obat. — health.liputan6.com

Berita Lain