Bersyukurlah Indonesia Tidak Termasuk Dalam Daftar Negara Termiskin di Dunia

www.vemale.com — Kamis, 09 Januari 2014 12:50 — Seperti dilansir business-economy, berikut adalah beberapa negara yang terpuruk di dalam kemiskinan. Satu hal yang patut disyukuri, Indonesia tidak termasuk dalam daftar tersebut, sekalipun kondisi perekonomian negara dewasa ini cukup mengkhawatirkan.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • Duh, Baru Satu Persen Kampus Swasta di Seluruh Indonesia Bebas Asap Rokok

    Duh, Baru Satu Persen Kampus Swasta di Seluruh Indonesia Bebas Asap Rokok

    Kepulan asap rokok di lingkungan kampus menjadi ancaman serius. Komitmen perguruan tinggi swasta di Indonesia menerapkan aturan bebas asap rokok terbilang minim. Buktinya keberadaan PTS yang menggulirkan gerakan antirokok di kampusnya bisa dihitung jari. — health.detik.com

  • Gayatri Wailissa, Gadis Berprestasi Yang Cinta Indonesia

    "Untuk saat ini ada 9 bahasa yang sudah lancar. Terakhir ada Inggris, Belanda, Jerman, Prancis, Mandarin, Jepang, Italian, Spanyol dan Arab. Ada satu bahasa lagi, Thailand tapi masih kurang lancarnya di penulisan." — www.vemale.com

  • Lama Tak Terdengar, Siti Nurhaliza Kembali Dengan Duet Bersama Penyanyi Indonesia

    Lama tidak terdengar kabarnya, ternyata Siti Nurhaliza kembali ke Indonesia untuk album barunya. Ia berencana melakukan duet dengan penyanyi Indonesia. Hm, siapa ya? yuk baca lebih lanjut di sini. — www.vemale.com

  • Indonesia Sebenarnya Juga Bisa Buat 'Wisata Medis'

    Indonesia Sebenarnya Juga Bisa Buat 'Wisata Medis'

    Dibandingkan negara lain seperti India, Indonesia sebenarnya juga tidak kalah dalam hal medical tourism atau wisata medis. Saat ini sudah ada belasan RS berstandar internasional (JCI) di Indonesia. Namun sayangnya, semua sektor belum terintregrasi sehingga untuk mencapai medical tourism, Indonesia masih memerlukan waktu.Jadi sebenarnya, kata Direktur Utama Rumah Sakit MMC sekaligus mantan Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) 2003-2009, dr Adib Abdullah Yahya, Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Hanya saja ada beberapa hambatan yang masih menjadi masalah di negeri ini."Hambatan di Indonesia masih sendiri-sendiri. Kesehatan, perdagangan semua masih corporate. Itu yang kami usahakan bersama Kadin untuk membuat surat ke presiden untuk membangun Health Tourism Board atau semacam perjalanan wisata yang terintegrasi dengan RS," kata Adib saat diskusi IT RS di Fujitsu, Sudirman, Jakarta, Kamis (22/10/2014).Menurut Adib, semua sektor seperti kesehatan, perdagangan, pariwisata semua harus menjadi satu dulu agar ini sukses. "Sekarang saya berobat ke Mount Elizabeth Hospital, Singapura. Nggak mungkin kan sendiri, pasti ada saudara ikut. Dia nginep dimana? hotel, naik pesawat dan pulang bawa oleh-oleh, semua itu harus include."Adib menerangkan, sejauh ini standarisasi RS sudah ada dan banyak diterapkan seperti misalnya pemberlakuan pola tarif paket (INACBGs) di RS yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Tapi tantangan lain, kurangnya tenaga medis dan sulitnya akses masih menjadi masalah besar di negara kita."Sekarang yang penting meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien saja dulu. Karena kalau kita terus mengejar teknolgi akan sulit dicapai. Teknologi itu kepanjangan tangan jadi hanya untuk membantu. Pada praktiknya yang penting adalah keselamatan pasien," jelasnya. — health.liputan6.com

  • Fujitsu Hadirkan Sistem E-Health Canggih di Indonesia

    Fujitsu Hadirkan Sistem E-Health Canggih di Indonesia

    Penyedia layanan solusi inovatif di bidang informasi teknologi komunikasi (ICT) di Jepang, Fujitsu mengenalkan teknologi kesehatan canggih atau yang disebut e-health demi menunjang layanan kesehatan yang lebih optimal dan efisien.Managing Director Fujitsu Indonesia, Achmad S Sofwan mengatakan Fujitsu menghadirkan solusi-solusi yang mampu memberikan pengalaman perawatan pasien secara holistik, seperti Hospital Information System, Telemedicine (Health Information Exchange), aplikasi perangkat mobile untuk optimasi layanan, virtualisasi, bio-simulation dan Electronic Medical Records (EMR) berbasis Cloud."Melalui solusi-solusi tersebut penyedia jasa layanan kesehatan akan semakin mampu memberikan layanan yang kian berkualitas bagi para pasien di Indoneia. Tidak hanya itu, data riwayat kesehatan dari tiap-tiap pasien akan disimpan di database terpusat yang terhubung dan dapat diakses oleh sejumlah penyedia layanan kesehatan yang berbeda," kata Achmad saat temu media di Fujitsu Office, Jakarta, Kamis (22/10/2014).Solusi layanan kesehatan lain, kata Achmad, juga mencakup berbagai sistem seperti Sistem Pengelolaan Rawat Jalan atau Sistem Informasi Kecelakaan dan Keadaan Darurat (AEIS), sistem pengelolaan Rawat Inap atau Sistem Pengelolaan Pasien (PIMS) dan sistem Pengelolaan Ruang Operasi (OTMS).Sebagai contoh, AEIS dapat memfasilitasi alur birokrasi pasien untuk mendapatkan konsultasi dengan tenaga medis profesional. Sistem ini meliputi modul-modul fungsional yang terdiri dari proses konsultasi mulai dari pendaftaran pasien, triage, konsultasi medis dan keluarnya pasien.Sedangkan PIMS, menyediakan informasi mengenai status ketersediaan fasilitas rawat inap serta informasi pasien yang dapat diakses segera dan mencakup fasilitas dan okupansi pada tingkatan bangsal maupun rumah sakit secara keseluruhan.Dengan siatem ini, karyawan RS dapat mengetahui operasional di fasilitas rawat inap seperti pelepasan pasien atau transfer kamar serta informasi kamar mana yang sedang dibersihkan. Nantinya, staf RS akan menerima informasi melalui perangkat telepon Cisco IP, lengkap dengan arus kerja yang spesifik sesuai kebutuhan.Country Head Application Service Fujitsu Indonesia, Made Sudharmana menambahkan sistem ini tahun depan sudah bisa diterapkan dan kini telah ada 4 RS di Jakarta yang tertarik menggunakanya. — health.liputan6.com

  • Siti Numeliya Baskarani: Puteri Muslimah Indonesia Yang Jadi Brand Ambasador Baitul Maal Itqan

    "Saya bercita-cita membangun suatu sekolah untuk masyarakat kurang mampu karena mengingat background pendidikan saya sebagai mahasiswi pendidikan, maka saya ingin sekali menjadi guru dan memiliki suatu yayasan atau sekolah," — www.vemale.com

  • 58 Juta Masyarakat Indonesia Teredukasi Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun

    Lifebuoy menggagas program Gerakan 21 Hari (G21H) Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). — www.beritasatu.com

  • Ini Tiga Masalah Kesehatan Utama Keluarga Indonesia

    Masyarakat enggan mengubah perilaku dalam mejaga bera bada. — www.beritasatu.com

  • Miss Korea JooA Lee, Berbagi Tips Kecantikan Untuk Wanita Indonesia

    Rahasia menjaga wajah cantik bisa didapat dari mana saja, termasuk juga dari negara Korea Selatan yang tren-nya masih marak. Seperti salah satu kosmetik yang ditawarkan Miss Korea JooA Lee ini. — www.vemale.com

  • Datang Dari Portugal Ke Indonesia, Pusat Kebugaran Vivafit Bawa Lisensi Internasional

    Banyak sekali tempat fitness, gym atau pusat kebugaran di Indonesia. Untuk melengkapi kebutuhan wanita aktif yang tetap ingin olahraga, menarik minat Vivafit untuk membuka cabang di Indonesia. Yuk, baca selengkapnya. — www.vemale.com

  • Amway Indonesia Hadirkan Keceriaan Anak-anak Penderita Kanker

    Kegiatan tersebut dilakukan Amway Indonesia sejak 2008 dan merupakan bagian dari kampanye Global Amway "One by One Campaign for Children". — www.beritasatu.com

  • Penjualan Nutrilite Berkontribusi 50% Bisnis Amway Indonesia

    Secara global, produk tersebut berhasi mencapai omzet US$ 5 miliar per tahun. — www.beritasatu.com

  • Cuma 47 Persen Orang Indonesia yang Sudah Terbiasa Cuci Tangan Pakai Sabun Setelah Beraktivitas

    Cuma 47 Persen Orang Indonesia yang Sudah Terbiasa Cuci Tangan Pakai Sabun Setelah Beraktivitas

    Cuci tangan pakai sabun tentu kebiasaan sehat.Sayangnya 47 persen orang Indonesia yang sudah terbiasa seperti itu. — www.tribunnews.com

  • Selamat! Indonesia Kini Punya 18 RS Berakreditasi Internasional

    Selamat! Indonesia Kini Punya 18 RS Berakreditasi Internasional

    Dalam bidang medis, siapa bilang Indonesia tak bisa bersaing di kancah internasional? Salah satu contohnya saja kini total ada 18 RS di Indonesia yang mendapat sertifikat akreditasi internasional dari Joint Commission International (JCI). — health.detik.com

  • Menkes: Resistensi Antimikroba, Masalah Penting di Indonesia

    Resistensi antimikroba merupakan masalah serius di dunia. — www.beritasatu.com

Berita Lain