4 Acara televisi berunsur erotis yang disemprit KPI

www.merdeka.com — Rabu, 22 Januari 2014 08:03 — Kasus erotisme ini tampak mendominasi dibanding pelanggaran lainnya.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • TNI Tangkap Penyelundup Sabu-Sabu yang Dimasukkan Televisi

    REPUBLIKA.CO.ID, NUNUKAN -- Satgas pengamanan perbatasan (Pamtas) Yonif Linud 433/JS Kostrad di bawah Koops Rem 091/ASN Dam VI/MLW bersama petugas Bea Cukai bagian penindakan melaksanakan sweeping gabungan di Pelabuhan... — nasional.republika.co.id

  • Hasnia Tak Tahu Televisi yang Dibawanya Berisi Sabu Senilai Rp 1 Miliar

    Hasnia Tak Tahu Televisi yang Dibawanya Berisi Sabu Senilai Rp 1 Miliar

    Sabu-sabu itu diselundupkan dari Sabah, Malaysia dengan cara memasukkannya ke dalam televisi LCD 21 inci merk Akira. — www.tribunnews.com

  • Istri di Taiwan Sewa Penari Erotis di Pemakaman Suami

    Istri di Taiwan Sewa Penari Erotis di Pemakaman Suami

    Seorang istri di Taiwan menyewa sekelompok penari erotis di pemakaman suaminya. Penari erotis adalah wasiat terakhir sang suami. — www.infospesial.net

  • Diundang Stasiun  Televisi  Nenek Asyani Datang Terlambat ke PN

    Diundang Stasiun Televisi Nenek Asyani Datang Terlambat ke PN

    Keterlambatan kedatangan kliennya itu karena menghadiri undangan televisi swasta di Jakarta. — www.tribunnews.com

  • Situs Televisi Prancis 'Diserang' Hacker ISIS

    Situs Televisi Prancis 'Diserang' Hacker ISIS

    Beruntung, TV5MONDE dapat mengambil alih sebagian besar situsnya sekitar dua jam setelah serangan. — news.liputan6.com

  • Peduli pada Dunia Penyiaran, Din Syamsuddin Dapat Penghargaan dari KPI

    Peduli pada Dunia Penyiaran, Din Syamsuddin Dapat Penghargaan dari KPI

    Ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga Ketua MUI Pusat Prof Dr Din Syamsuddin menerima penghargaan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Penghargaan tersebut diberikan karena Din Syamsuddin dinilai peduli terhadap penyiaran yang bermutu. — news.detik.com

  • Dua TV Ini Ditegur KPI karena Pornografi

    REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Komisioner Bidang Isi Siaran, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Selatan, Akbar Abu Thalib menyebutkan, pada triwulan pertama 2015 ini ada dua stasiun televisi yang melanggar. Mereka terbukti... — nasional.republika.co.id

  • Ditegur KPI, Wagub Djarot salahkan presenter Kompas TV

    Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan teguran kepada Kompas TV terkait siaran langsung wawancara dengan Gubernur DKI Jakarta. Alasannya pada tayangan tersebut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sempat mengumpat ketika ditanya soal kisruh RAPBD DKI Jakarta 2015.Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bingung dengan pemberian hukuman tersebut. Menurutnya, kekeliruan bukan pada siaran atau liputan yang dilakukan, melainkan pada pernyataan Ahok."Apa kaitannya? Tapi kan bukan salahnya Kompas TV kan," katanya bingung kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/3).Dia menambahkan seharusnya pihak televisi swasta tersebut telah mengetahui watak dari orang yang akan diwawancarai. Oleh karena itu, mantan Walikota Blitar malah menyalahkan presenter Kompas TV, Aiman Simanjuntak."Berarti presenternya enggak bisa mengendalikan?," tutup politisi PDI Perjuangan ini.Sebelumnya, mantan politisi Gerindra itu mengatakan dirinya telah mengetahui jika perkataannya tersebut telah membuat salah satu stasiun televisi swasta tersebut ditegur kpi. Bahkan, dia mengaku telah meminta maaf secara langsung."Sorry lah saya bilang, makanya lain kali jangan kirim yang agak mancing lah, wawancara yang cewek aja lebih enak," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/3).Namun, dia masih melakukan pembelaan dengan memberikan analogi sederhana. Mantan Bupati Belitung Timur ini mencontohkan jika ada pemalak yang minta harta pada penumpang. Lalu ada salah seorang yang mengumpat maka Ahok bertanya siapakah yang akan dibela penumpang."Makanya ini bukan bela diri, kalau kamu naik bus terus tiba-tiba ada tukang malak, preman malak nih mintain jam tangan, dompet semua sama kalian, terus ada satu pemuda langsung berdiri maki-maki tuh orang dengan bahasa kotor, lu kira harta nenek lu segala macem maki-maki dia," jelasnya."Terus ada anak-anak di bus itu. Terus yang pegang anak-anak akan bilang apa?, 'eh lu yang maki-maki turun dong, kita rela ini duit diambil si pemalak'. Kamu turunin si pemalak apa yang maki-maki? Pemalak. Makanya ini logika lihat konteksnya ya," tambah Ahok. — www.merdeka.com

  • Terkait Bahasa Toilet, Ahok Siap Dipanggil KPI

    Agar kejadian itu tidak terulang, Ahok akan meminta presenter wanita, bila diundang dalam acara dialog. — news.metrotvnews.com

  • Ahok Bicara Kotor, Kompas TV yang Kena Sanksi KPI

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melalui surat bernomor: 225/K/KPI/3/15 tertanggal 23 Maret 2015, telah memberikan sanksi kepada Kompas TV dengan menghentikan sementara Segmen Wawancara secara langsung pada... — nasional.republika.co.id

  • Siarkan Perkataan Kotor Ahok, Kompas TV Disanksi KPI

    Siarkan Perkataan Kotor Ahok, Kompas TV Disanksi KPI

    Saat wawancara langsung, Ahok mengumbar kata-kata kotor. — metro.news.viva.co.id

  • Selama Nyepi, Siaran Televisi Diputus Sementara

    Selama Nyepi, Siaran Televisi Diputus Sementara

    Hari ini adalah Nyepi. — nasional.news.viva.co.id

  • Berkata Kasar di Televisi, KPI Minta Mendagri Tegur Ahok

    Berkata Kasar di Televisi, KPI Minta Mendagri Tegur Ahok

    Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) memberi teguran kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama — www.tribunnews.com

  • Ahok Minta Maaf Keluarkan Bahasa Toilet di Stasiun Televisi

    Ahok Minta Maaf Keluarkan Bahasa Toilet di Stasiun Televisi

    Keluarnya kata-kata 'toilet' dari mulut mantan Bupati Belitung Timur tersebut merupakan pelampiasan bentuk kekesalan dirinya — www.tribunnews.com

  • KPI Kecam Ahok Berbicara Kasar di Televisi

    KPI Kecam Ahok Berbicara Kasar di Televisi

    Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengecam pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang melontarkan kata-kata kasar — www.tribunnews.com

Berita Lain