Film Angelina Jolie, 'MALEFICENT' Rilis Poster Resmi

www.kapanlagi.com — Rabu, 13 November 2013 11:51 — Film adaptasi dongeng klasik yang dibintangi oleh Angelina Jolie, MALEFICENT merilis poster resmi perdana.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • Film 'KAPAN KAWIN?', Buat Feby Febiola Patuh Ke Suami

    Seperti apa sih peran Feby Febiola di film KAPAN KAWIN ? Simak yuk ulasannya di sini. — www.kapanlagi.com

  • Grafis Terlalu Bagus, Film Baru 'THE HOBBIT' Bisa Jadi Bumerang

    Kualitas film THE HOBBIT: THE BATTLE OF THE FIVE ARMIES terlampau bagus, ini justru bisa jadi bumerang. — www.kapanlagi.com

  • 10 Film Hollywood Paling Rugi di 2014

    10 Film Hollywood Paling Rugi di 2014

    Tahun 2014 bukan tahun yang menggembirakan bagi Hollywood. Selain salah satu studio besar HOllywood, Sony Pictures, harus takluk pada hacker hingga membatalkan film The Interview yang sudah mereka buat, perolehan Hollywood dari box office tahun ini juga tak sebagus tahun lalu.Hingga November 2014, pencdapatan Hollywood dari tiket bioskop di Amerika turun empat persen dibanding periode tahun lalu.Bahkan, dicatat Huffington Post, The Hunger Games: Mockingjay - Part 1 yang menorehkan perolehan terbesar minggu pertama tahun ini dengan angka USD 121,8 juta, sebetulnya kurang 23 persen dari perolehan minggu pertama film sebelumnya The Hunger Games: Catching Fire yang rilis tahun lalu.Kami menyalin dari laman Huffington Post apa saja 10 film Hollywood yang paling merugi tahun ini.No.1010. PompeiiTotal layar bioskop: 2.658Total penghasilan: USD 23.219.748 (Rp 288.110.633.184)Dari debu menjadi debu.No.99. TranscendenceTotal layar bioskop: 3.455Total penghasilan: USD 23.022.309 (Rp 285.660.810.072)Dengan hanya menghasilkan USD 10,8 juta di hari pertama rilis, Transcendence berada di peringkat ke-48 sebagai film yang hari pertama rilis perolehannya begitu buruk. Belum lagi bujetnya yang sampai USD 100 juta. Kutukan The Lone Ranger belum pergi dari Johnny Depp.No.88. I, FrankensteinTotal layar bioskop: 2.753Total penghasilan: USD 19.075.290 (Rp 236.686.198.320)Saya, Frankenstein. Penonton, tidak tertarik.No.77. Frank Miller's Sin City: A Dame to Kill ForTotal layar bioskop: 2.894 Total penghasilan: USD 13.757.804 (Rp 170.706.832.032)Film Sin City pertama meraup USD 11,8 juta di hari pertama rilis tahun 2005 silam. Sekuelnya meraup USD 13,7 juta dalam... 49 hari. Oalah...No.66. Winter's TaleTotal layar bioskop: 2.965 Total penghasilan: USD 12.600.231 (Rp 156.343.666.248)Film ini ada Will Smith, lho!No.5 5. SabotageTotal layar bioskop: 2.486 Total penghasilan: USD 10.508.518 (Rp 130.389.691.344)Langkah Arnold Schwarzenegger kembali berakting rupanya tak selalu mulus. Sabotage mencatat rekor sebagai film Arnold yang pendapatannya paling rendah dalam kurun waktu 29 tahun! He'll be back?No.44. Legends of Oz: Dorothy's ReturnTotal layar bioskop: 2.658Total penghasilan: USD 8.462.027 (Rp 104.996.831.016)Film ini mencatat rekor tersendiri. Tapi bukan jenis rekor yang disukai mereka yang sudah memodalinya. Legends of Oz: Dorothy's Return mencatat rekor film animasi yang mraih penghasilan paling sedikit di minggu pertama padahal beredar luas di lebih dari 2.500 layar bioskop di seantero Amerika.No.33. Vampire AcademyTotal layar bioskop: 2.676Total penghasilan: USD 7.791.979 (Rp 96.682.875.432)Dengan pendapatan kurang dari USD 8 juta, film ini ternyata gagal untuk menjadi `The Next Twiligt`. Sekuel film yang tadinya direncakan pun terancam batal.No.22. Bad WordsTotal layar bioskop: 1.074Total penghasilan: USD 7.779.614 (Rp 96.529.450.512)Film ini menceritakan seorang yang kalah di kontes mengeja atauvspelling bee berncana membalas dendam atas kekalahannya ketika kecil. Saat dewasa ia ingin jadi pemenang. Komedi dewasa nan konyol ini tak menarik prehatian orang dewasa, dan apalagi anak-anak.No.11. Men, Women& ChildrenTotal layar bioskop: 608Total penghasilan: USD 705.908 (Rp 8.758.906.464)Tahun ini bukan tahun yang menyenangkan bagi Adam Sandler. Filmnya, Men, Women, & Children edar 1 Oktober lalu. Desember ini sudah hadir dalam format DVD. — showbiz.liputan6.com

  • [Foto] Para Pemeran Kembali Reuni, Film 'JOMBLO' Ada Lagi?

    Sebuah caption pada foto Ringgo Agus Rahman menunjukkan para pemeran film JOMBLO tengah berkumpul. Apa ada sekuel terbarunya? Simak di sini. — www.kapanlagi.com

  • Chris Martin Diculik Angelina Jolie, Apa Yang Terjadi?

    Baru-baru ini Chris Martin bicara soal penculikannya oleh Angelina Jolie. Simak alasannya di sini. — musik.kapanlagi.com

  • Tak Lagi Vulgar, Nicki Minaj Jadi Mellow di Film Pendek Terbaru

    Nicki Minaj baru saja meluncurkan sebuah film pendek sebagai bentuk promosi album terbarunya, PINKPRINT. — musik.kapanlagi.com

  • Film 'THE INTERVIEW' Batal Rilis? Ini Kronologi Insidennya!

    Seperti apa sih kronologi dari penarikan film THE INTERVIEW oleh Sony Pictures? Simak yuk ulasannya di sini. — www.kapanlagi.com

  • Film Malaikat Kecil Kisahkan Perjuangan Ayah Penderita Autisme

    Film Malaikat Kecil Kisahkan Perjuangan Ayah Penderita Autisme

    Film yang disutradari Richyana dan diproduseri Ingrid Rhemanty ini, tidak hanya menyajikan hiburan semata — www.tribunnews.com

  • Putus Cinta, Laudya Cynthia Bella Pilih Sibuk Main Film?

    Putus dari Chico Jericho, Laudya Cynthia Bella kembali main film. Apakah ini caranya untuk move on? — www.kapanlagi.com

  • XXI Short Film Festival 2015 Siap Digelar

    XXI Short Film Festival 2015 Siap Digelar

    Cinema XXI, bioskop dengan jaringan terbesar di Indonesia, kembali menggelar kompetisi film pendek 'XXI Short Film Festival' pada 18-22 Maret 2015 di XXI Epicentrum Walk, Jakarta. Panitia pelaksana mengaku telah menerima 641 pendaftaran film pendek yang dimulai sejak 8 September hingga 10 Desember 2014. Film pendek yang diterima panitia terbagi dalam tiga kategori, yakni: film pendek naratif (471 film), film pendek dokumenter (108) dan film pendek animasi (62). "Tahun lalu kami menerima 423 film. Ini menunjukkan kalau animo peserta di tahun ketiga penyelenggaraan XXI Short Film Festival meningkat," ucap Catherine Keng, dari pihak Cinema XXI, sekaligus Festival Director XXI Short Film Festival, di Kota Kasablanca, Jakarta Selatan, baru-baru ini. Tidak hanya kompetisi film pendek, dalam ajang ini juga kembali menghadirkan Picthing Forum. "Ini adalah sebuah program bagi para filmmaker pemula untuk mempersentasikan ide cerita film pendek mereka yang akan berkesempatan meraih pendanaan film pendek dari Cinema XXI," tambah Catherine Keng. Selain itu, juga akan dilakukan premier film-film Pemenang Picthing Forum, pemutaran film pendek mancanegara, program Focus On, program Short on Spotlight, serta eksklusif official teaseer launching film animasi panjang Indonesia, Battle of Surabaya. Nantinya, semua film akan diseleksi menjadi 10 finalis di setiap kategori untuk memperebutkan penghargaan sebagai Film Pendek Terbaik, Film Pendek Pilihan Media, Film Pendek Penghargaan Khusus Indonesian Motion Pictures Association (IMPAS), dan Film Pendek Favorit.(Gie/Mer) — showbiz.liputan6.com

  • `Karbon dalam Ransel` Film tentang Bahayanya Perubahan Iklim

    `Karbon dalam Ransel` Film tentang Bahayanya Perubahan Iklim

    Backpaker atau penyuka jalan-jalan tanpa guide, memang digandrungi anak muda. Melihat fenomena ini, Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) pun tertarik untuk menjadikannya sebuah film. Tapi bukan sekedar menghibur, film ini pun sarat akan informasi.Film berjudul Karbon Dalam Ransel ini menjadi salah satu cara DNPI untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap dampak perubahan iklim."Peran anak muda dalam penanggulangan perubahan iklim sangat diperhitungkan. Di Konferensi Perubahan Iklim PBB, COP20, yang telah berlangsung di Lima (Peru) kemarin. Perhatian dan peran anak muda di seluruh dunia terhadap isu perubahan iklim sangat tinggi," ujar Rachmat Witoelar, ketua harian DNPI, di XXI Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2014)."Mereka telah membuat sebuah Deklarasi Global Anak Muda/ Youth Global Declaration yang salah satunya berfokus pada pendidikan perubahan iklim," lanjutnya.`Karbon Dalam Ransel` yang dibesut oleh sutradara Ray Nayoan, dengan para pemain Fauzan Nasrul sebagai Mario, Ence jadi Bonny Samuel, serta Chelsea yang diperankan oleh Sheila Dara Aisha, menceritakan anak muda penyuka travelling, mencoba mengumpulkan 10ribu viewer untuk edisi video blog mereka.Namun, Mario merasa risih atas kehadiran Chelsea yang sangat peduli dengan perubahan iklim. Ternyata, Chelsea juga sebal dengan Mario karena terlalu santai menanggapi pemanasan global.Film berdurasi dua jam ini dijamin tak membosankan, karena dibumbui dengan komedi dan percintaan. Dan penonton diajak untuk membuka mata tentang bahayanya perubahan iklim akibat kegiatan sehari-hari.(Fac/Mer) — showbiz.liputan6.com

  • The Jungle Suguhkan Film Liburan Panjang

    The Jungle Suguhkan Film Liburan Panjang

    Pengunjung tak perlu membayar tiket lagi. — life.viva.co.id

  • Berperan Autis, Dwi Sasono Tonton Film Syahrukh Khan

    Demi mendalami karakter autis, Dwi Sasono menonton film yang diperankan oleh Shahrukh Khan dalam film My Name Is Khan. — celebrity.okezone.com

  • Ajak Nabilah JKT48 Main Film Horor, Ini Alasan Rizal Mantovani

    Apa sih alasan Rizal Mantovani percayakan Nabilah JKT48 di film horor terbarunya ini? Simak yuk penuturannya di sini. — www.kapanlagi.com

  • Cinta Laura Rasakan Sakitnya Ditolak Produser Film Hollywood

    Cinta Laura Rasakan Sakitnya Ditolak Produser Film Hollywood

    Cinta Laura mencoba peruntungannya di negeri seberang, Amerika Serikat. Sayangnya, Cinta sempat merasakan sakitnya ditolak oleh produser film. — www.tribunnews.com

Berita Lain
  • BEM Fakultas Ekonomi & Bisnis Unila Kembali ke Desa

    Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung kembali melakukan pengabdian kepada masyarakat. — news.okezone.com

  • Dukung Messi di Ballon d'Or, Barca Luncurkan Video Spesial

    Barcelona meluncurkan video khusus untuk memberikan dukungan pada Lionel Messi di Ballon d'Or 2014. — www.bola.net

  • Ini Prediksi Rakuten Terkait Ritel Global di 2015

    Ini Prediksi Rakuten Terkait Ritel Global di 2015

    Seiring pertumbuhan mobile commerce yang terus mendorong belanja online secara keseluruhan, penjualan e-commerce diperkirakan akan meningkat 20,1 persen pada akhir 2014, melewati US$1,5 triliun untuk pertama kalinya secara global. Di Asia Pasifik, pasar e-commerce B2C secara keseluruhan telah tumbuh hampir dua kali lipat dari US$ 300 milyar menjadi US$ 525 milyar dalam dua tahun terakhir, sedangkan penjualan e-commerce di Indonesia diharapkan naik 45.1% sebelum akhir tahun 2014.Walaupun rasio pertumbuhan agak menurun pada tahun 2015 secara global, peritel dapat berharap melihat penjualan e-commerce naik 17,7% menjadi US$1,77 triliun seiring dengan pasar yang semakin matang. Asia Pasifik diperkirakan akan berkontribusi sebesar US$680 milyar, sedangkan Indonesia diharapkan bertumbuh US$10 milyar pada akhir tahun 2015. Seiring dengan semakin cerdasnya para peritel dalam mencari peluang untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi, tahun depan akan memberikan banyak hasil bagi mereka yang mengambil langkah tepat dan menerapkan strategi baru yang sesuai dengan target untuk memenangkan hati konsumen.Baca juga:Survei Rakuten Ungkap Berbagai Hal Terkait Belanja OnlineRakuten Ventures Gelontorkan Dana Investasi 100 Juta DollarDorong Ekonomi Indonesia, Rakuten Luncurkan Program MicroB Jelang pergantian tahun, Masaya Ueno, Director of Rakuten Asia Pte Ltd, Head of Business Development Division, dan Country Head Indonesia merangkum beberapa prediksinya tentang bagaimana industri ritel global akan berkembang selama 12 bulan ke depan:Perdagangan lintas-batas mendatangkan peluang dan risikoPertumbuhan perdagangan lintas-batas akan semakin cepat pada tahun 2015 sesuai dengan kesempatan yang diberikan para marketplace global kepada konsumennya untuk membeli dari peritel dari mana saja di dunia. Hal ini membuka jalan bagi merchant yang ingin mengakses pasar dunia dan berekspansi secara internasional, menawarkan peluang untuk pertumbuhan yang signifikan, khususnya bagi pasar-pasar yang lebih kecil di mana lebih sedikit potensi untuk berkembang di wilayahnya.Pengalaman ritel mendorong kesetiaan konsumenDunia ritel dan hiburan yang dulu terpisah kini telah bertaut erat. Konsumen saat ini ingin membeli sebuah pengalaman brand yang merefleksikan gaya hidup mereka, baik online maupun offline. Untuk mencapai hal ini, peritel telah berusaha mendiversifikasi penawaran mereka, namun seringkali tidak sejalan. Ketika kita memasuki 2015, peritel akan membawa penawaran-penawaran unik mereka di bawah satu atap, baik online maupun di toko pusat. Hal ini tidak hanya akan memungkinkan peritel memberikan konsumen pengalaman terkoneksi yang mulus, tetapi juga membuka peluang besar untuk lintas-penjualan dan memperkuat kesetiaan pelanggan di seluruh ekosistem ritel dan hiburan.Social shopping adalah hiburanSocial media memainkan peran yang semakin penting dalam proses belanja, mempengaruhi tahapan pencarian produk hingga keputusan pembelian. Di tahun 2015 nanti, teknik online marketing akan semakin penting untuk meraih mindshare konsumen, melibatkan spektrum kanal social yang lebih luas tidak hanya Twitter dan Facebook, tetapi juga aplikasi seperti Viber dan Pinterest, yang memungkinkan interaktivitas yang bahkan lebih tinggi dan juga konten yang lebih kaya. Dengan konsumen menemukan produk untuk dibeli sambil mereka membagikan gambar dan mengkurasi hal-hal yang mereka sukai, peritel mendapatkan peluang besar untuk membuat shopping sebuah pengalaman yang lebih menghibur dan menyenangkan.M-commerce akan terus tumbuh cepatSeiring konsumen bergeser dari belanja dari desktop ke penemuan produk dan pembelian melalui perangkat mobile, peritel tidak bisa lagi mengabaikan perubahan perilaku konsumen ini. Di tahun 2014 diperkirakan 25% konsumen di Indonesia menggunakan perangkat mobile untuk berbelanja online. Sementara itu, fenomena “mobile-first” juga merambah Asia Pasifik dimana pengguna online mengakses internet hanya melalui perangkat mobile. Seiring bertumbuhnya tren ini, Rakuten memperkirakan akan semakin banyak peritel berinvestasi di marketing dan retailing mobile tahun depan untuk mengkapitalisasi pertumbuhan cepat segmen m-commerce. Hal ini akan mendorong adopsi yang lebih besar terhadap perdagangan omni-channel, karena bisnis ingin memberikan pengalaman yang sama lintas berbagai platform.“Orang Indonesia yang berusia 16-44 tahun menghabiskan lebih dari separuh waktu bangunnya pada gadget, karena itu tidak heran mobile commerce sedang meningkat . Pada kuartal pertama 2014, Rakuten Belanja Online menikmati peningkatan 546,8% pada kunjungan mobile dan 587,1% pada pemesanan mobile, dibandingkan Q1 2013. Tren ini tampaknya akan meningkat karena operator telekomunikasi Indonesia diperkirakan akan meluncurkan layanan 4G/LTE (Long Term Evolution) di awal 2015, membuka jalan bagi perangkat mobile untuk menjadi gerbang utama akses Internet untuk lebih banyak pengguna Indonesia, dan menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari,” kata Masaya Ueno.Kompetisi yang semakin intensif pada semua levelTertarik oleh pasar e-commerce US$680 milyar yang menggiurkan, kompetisi diduga akan semakin keras di tahun 2015. Selain pemain lokal, pemain e-commerce regional dan global bergegas untuk mendapat bagian kue tersebut, dengan membuka cabang lokal atau dengan berinvestasi pada pasar lokal. Akibatnya, menjadi keharusan bagi merchant online untuk meningkatkan permainan mereka, menggunakan teknologi seperti data analytic untuk mendapatkan wawasan berharga. Berbekal tren pasar dan perilaku konsumen, bisnis dapat membuat penawaran yang unik dan mengembangkan strategi efektif. Meskipun begitu, kompetisi yang intens juga mendorong inovasi dan kreativitas untuk manfaat jangka panjang untuk keseluruhan industri.“Dengan pasar e-commerce Indonesia yang diprediksi mencapai 10 milyar USD di tahun 2015, kompetisi akan semakin sengit seiring semakin banyak pemimpin industri yang melihat Indonesia sebagai medan perang berikutnya untuk e-commerce. Investasi 100 juta USD baru-baru ini oleh Sequoia pada Tokopedia yang mengikuti langkah serupa yang dilakukan pemain besar lainnya, seperti Elevenia (SK Telecom Korea), Lazada (Rocket), dan pemain lokal yang setara seperti Blibli. Menonjol dalam kompetisi ini menjadi semakin sulit, kecuali bila Anda memiliki proposisi unik untuk merchant dan konsumen,” komentar Masaya.Pertumbuhan konsumen dan merchant di luar JakartaInfrastruktur yang buruk dan sistem pembayaran yang tidak dapat diandalkan terus mengurangi kepercayaan konsumen terhadap e-commerce, tetapi semakin banyak bisnis online yang menawarkan jalan keluar seperti cash on delivery dan layanan pick-up point. Dikombinasikan dengan inisiatif seperti Program SME Outreach dan MicroB oleh Rakuten Belanja Online untuk memberdayakan semakin banyak individual dan usaha kecil untuk mencoba e-commerce, Rakuten Belanja Online telah melihat pergeseran basis pelanggannya menjadi lebih dari 70% dari wilayah di luar Jakarta, dibandingkan dengan 90% berbasis di Jakarta hanya dua tahun yang lalu. (Ozi)Tagged under: rakuten belanja online, rakuten — www.tabloidpulsa.co.id

  • Kembali Berulah, Balotelli Terancam Dijatuhi Sanksi Oleh FA

    Kembali Berulah, Balotelli Terancam Dijatuhi Sanksi Oleh FA

    Balotelli mengunggah foto yang menyinggung kaum yahudi di instagram. — bola.viva.co.id

  • Rupiah Melemah, KDB Daewoo Rekomendasikan Saham Trisula International

    Sekitar 85 persen dari penjualan PT Trisula International berorientasi ekspor — www.beritasatu.com