Ini Alasan Kuat Artis Mudah Cerai

lifestyle.okezone.com — Sabtu, 08 Februari 2014 04:06 — Penyelesaian rumah tangga dengan cara bercerai memang tengah menjadi tren kalangan selebriti belakangan ini. Disinyalir, ada perubahan struktur masyarakat dibanding dengan masyarakat zaman dahulu.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
Berita Lain
  • Zinedine Zidane Jajal Terjun Payung bersama Putra Sulungnya

    Zinedine Zidane Jajal Terjun Payung bersama Putra Sulungnya

    idane menunjukkan kegembiraannya bersama keluarganya. Ia menikmari masa rehat dalam dua pekan ini dengan berkumpul bersama ketiga anaknya. — www.tribunnews.com

  • Dua Orang Tewas di Depan Rumah Dinas Gubernur Sumut, Mobilnya Ketimpa Pohon Tumbang

    Dua Orang Tewas di Depan Rumah Dinas Gubernur Sumut, Mobilnya Ketimpa Pohon Tumbang

    Dua orang tewas di depan Rumah Dinas Gubernur Sumut, karena mobilnya ringsek tertimpa pohon tumbang. — www.tribunnews.com

  • Tetangga Melarang Penutupan Pagar Rumah Depan Kediaman Nagita Slavina

    Tetangga Melarang Penutupan Pagar Rumah Depan Kediaman Nagita Slavina

    Pernikahan Nagita Slavina tertutup. Pagar rumah yang berada persis di seberang kediaman Nagita sempat hendak ditutup sementara. — www.tribunnews.com

  • IHSG Menguat 45 Poin, Nilai Transaksi Rp2 T

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jeda makan siang ini kembali menguat 45,55 poin. Adapun nilai transaksi siang ini Rp2,03 triliun — economy.okezone.com

  • Untung dan Rugi Ada Bandara Ali Sadikin di Utara Jakarta

    Untung dan Rugi Ada Bandara Ali Sadikin di Utara Jakarta

    Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun Bandara Ali Sadikin di Utara Jakarta akan memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Menurut Sekretaris Jenderal selaku Plt Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Santoso Eddy Wibowo, pihaknya melihat rencana pembangunan bandara itu dari segi teknis, tata ruang maupun dampaknya terhadap masyarakat sekitar. "Kalau melihat ada bandara, mungkin tidak akan bisa membangun bangunan tinggi di sekelilingnya karena ada pembatasan ketinggian. Jadi tolong dipertimbangkan masalah seperti ini," kata dia kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (10/10/2014). Sementara dampak negatifnya, sambung Santoso, kehadiran bandara alternatif di Jakarta tepatnya di sekitar proyek Tanggul Raksasa (Giant Sea Wall) akan membantu kepadatan lalu lintas di Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng. "Kita lihat dampak pembangunan bandara yang lebih luas di kotanya, karena pembangunan bandara harus ada hitungan break even point (BEP)," lanjut dia. Santoso mengaku, pihaknya masih menunggu koordinasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap rencana ini. Karena sampai dengan saat ini, Pemprov belum mengajak diskusi Kemenhub atas pembangunan bandara tersebut. "Belum ada komunikasi, belum ada surat resmi, jadi posisi kami wait and see. Kita juga belum tahu lokasinya di mana karena kita harus evaluasi dulu tata ruang, lingkungan dan sebagainya. Termasuk estimasi biaya pembangunan yang tahu adalah Pemprov," pungkas Santoso. (Fik/Nrm) — bisnis.liputan6.com