Pesawat Jatuh di Aljazair Tewaskan 102 Orang, Korban Sulit Diidentifikasi

Pesawat Jatuh di Aljazair Tewaskan 102 Orang, Korban Sulit Diidentifikasi
news.detik.com — Rabu, 12 Februari 2014 01:50 — Sebuah pesawat militer Aljazair terjatuh di pegunungan dan menewaskan ratusan penumpang di dalamnya. Menurut keterangan resmi pemerintah setempat, sebagian penumpang tewas hampir tak dapat diidentifikasi.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • Cara Kerja Rudal Buk Tembak Jatuh Pesawat MH17

    Cara Kerja Rudal Buk Tembak Jatuh Pesawat MH17

    Pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di Ukraina diduga ditembak menggunakan rudal Buk. — www.infospesial.net

  • Tuntutan Indonesia di PBB untuk Penembak Pesawat MH17

    Tuntutan Indonesia di PBB untuk Penembak Pesawat MH17

    Tragedi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 karena diduga kuat ditembak rudal menjadi perhatian khusus Indonesia. Ada 12 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi penumpang dan dilaporkan tewas bersama 286 penumpang lainnya.Dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang membahas kasus penembakan MH17, Duta Besar (Dubes) RI di PBB, Desra Percaya menyampaikan sejumlah tuntutan. Dia meminta pihak yang bertanggung jawab diadili dan jenazah korban dikembalikan ke negara asal."Indonesia menuntut agar pihak yang bertanggungjawab atas kejadian tragis MH17 untuk diadili," ujar Desra Percaya yang merupakan Wakil Tetap Republik Indonesia untuk dalam forum pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB di New York seperti dikutip Liputan6.com dari BBC Indonesia pada Selasa (22/7/2014).Pertemuan tersebut membahas adopsi Resolusi No. S/RES/2166 (2014) mengenai jatuhnya pesawat MH17. Resolusi ini disahkan secara konsensus dan disponsori oleh 13 anggota DK PBB dan negara-negara yang warga negaranya menjadi korban, termasuk Indonesia."Jenazah para korban juga harus segera dipulangkan tanpa ada penundaan lebih lanjut" imbuh Desra.Resolusi DK tersebut pada prinsipnya mengutuk keras penembakan jatuh pesawat MH17. Selain itu, DK PBB menyerukan agar penyelidikan internasional yang penuh, menyeluruh dan independen segera dilakukan.DK PBB juga menyampaikan simpati yang mendalam kepada keluarga korban dan menyerukan agar otoritas penyelidik dijamin keamanannya, serta diberikan akses menuju lokasi jatuhnya pesawat.Resolusi ini disahkan setelah dilakukannya dua pertemuan DK PBB, yaitu pertemuan darurat pada Jumat 18 Juli lalu, sehari sejak jatuhnya pesawat MH17, dan pertemuan tertutup pada Minggu 20 Juli hingga Senin 21 Juli dini hari.Sejauh ini, belum diketahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas penembakan MH17, namun ada 3 pihak yang dituding sebagai pelaku, yakni Ukraina, pemberontak di Ukraina yang pro-Rusia, dan Rusia. Ketiga pihak itu membantah melakukannya. (Ein)Berikut daftar nama 12 WNI yang menjadi penumpang MH17:1. Mr Hadiono Gunawan (kursi nomor 1D)2. Mrs Yodricunda Theistiasih (11E)3. Mrs Ketut Wiartini (14H)4. Mrs Yuli Hastini (16G)5. Mrs Supartini (31K)6. Mr Hendry (32E)7. Ms Gerda Leliana Lahenda (14C)8. Mtr Werther Smallenburg (12E)9. Mrs Jane M Adi Soetjipto (14A)10. Mrs Vickiline Kurniati Kardi (19F)11. Mr Wayan Sujana (12D)12. Clarice Yelena Huizen (bayi)(Safira Badri) — news.liputan6.com

  • Teknologi Canggih untuk Lindungi Pesawat dari Rudal

    Teknologi Canggih untuk Lindungi Pesawat dari Rudal

    Sunggguh tragis nasib para penumpang penerbangan Malaysia Airlines MH17 yang jatuh beberapa hari yang lalu dan ditengarai terkena tembakan rudal. Ternyata sudah ada upaya menciptakan sistem perlindungan pesawat komersil dari serangan rudal, hanya saja harganya masih sangat mahal.Setiap penumpang pesawat terbang sudah menjadi terbiasa dengan tatacara keamanan: lepaskan sepatu, taruh laptop di nampan plastik, keluarkan semua benda logam dari kantong dan tempatkan cairan dalam kantong plastik terpisah, dan berjalanlah melalui detektor logam.Namun demikian, pencegahan yang biasa yang bertujuan untuk melindungi para penumpang dari kemungkinan adanya bom atau senjata tidak berkutik mencegah datangnya rudal yang dapat meledakkan sebuah pesawat jet selagi mengangkasa.Pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak minggu lalu memusatkan perhatian kepada perlindungan pesawat dari kemungkinan serangan rudal, yang telah meluluhkan belasan pesawat terbang komersil dalam sejarah penerbangan.Sebagaimana yang dilansir Liputan6.com dari Fox News, suatu sistem yang dibuat oleh Israel, "Sky Shield" merupakan salah satu jawabannya.Pihak yang berwenang mengatakan telah berhasil melindungi pesawat Boeing 737 milik El Al dalam serangkaian uji coba."Sistem 'Sky Shield' didasarkan kepada teknologi laser yang menangkis rudal yang ditembakkan ke pesawat terbang sehingga menggeser rudal dari lintasannya, telah dipilih oleh Kementerian Perhubungan Israel untuk melindungi pesawat-pesawat terbang Israel," demikian bunyi pernyataan dari Kementerian Pertahanan Israel setelah serangkaian uji coba di awal tahun ini."Rangkaian uji coba mencakup berbagai jenis ancaman yang seyogyanya akan dihadapi sistem "Sky Shield' selagi melindungi pesawat terbang penumpang."Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) sekarang ini menggunakan teknologi yang disebut dengan Large Aircraft Infrared Countermeasures Systems untuk melindungi pesawat jumbo pengangkut barang dan bahan bakar.Air Force One, yang adalah pesawat Boeing 747 yang dimodifikasi, ditengarai telah dilengkapi dengan alat penangkal rudal sejenis itu. Namun, pemasangan alat sejenis itu dalam penerbangan biasa masih jauh jangka waktunya."Ini bukan tongkat sulap dan tidak akan memecahkan masalah," demikian peringatan Jim Walsh, seorang direktur di Security Studies Program di Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Cambridge (negara bagian Massachussetts, AS). Tapi, menurutnya, perlindungan pesawat biasa merupakan gagasan "yang pantas dijajaki."Walsh mengatakan bahwa sulit melindungi pesawat sipil dari peluncur roket sangat canggih pihak militer, semisal Buk M-1 yang dicurigai sebagai rudal yang menyasar MH17.Ia mengatakan bahwa teknologinya dapat dipergunakan untuk melindungi rudal penjejak-panas yang ditembakkan dari peluncur bahu, yang diperkirakan akan menjadi ancaman yang semakin lumrah.Di tahun 2002, teroris di Mombasa, Kenya, dicurigai mencoba menembakkan rudal berpeluncur bahu untuk menembak pesawat Israel selagi lepas landas dari bandara internasional di sana, namun meleset.Ada sejumlah laporan yang menyebutkan bahwa kaum militan telah merampok penyimpanan rudal berpeluncur bahu dan MANPADS di Suriah dan Irak.Tapi Walsh berpendapat bahwa industri penerbangan AS tidak akan tergesa-gesa melakukan perlindungan karena kebanyakan penerbangan Amerika tidak melintasi kawasan-kawasan perang."Harganya sekitar 1 juta dollar per satuan," katanya. "Kita sedang bicara angka $4 miliar dan sejujurnya penerbangan AS--Commercial, Delta, USAir, United--tidak mendarat di tempat-tempat yang berbahaya. Jadi saya pikir belum tentu kamu melihat pesawat komersial yang mau menyerap biaya sebesar itu. Ketika melihat apa yang sedang terjadi, yang saya kira menjadi pertanyaan, adalah penerbangan yang masih terbang melintas kawasan ini, yang beberapa hari sebelumnya ada serangan kepada pesawat militer 20 ribu kaki, tapi mereka masih menggunakan ruang udara ini, kenapa?...karena ini menghemat $1.500 dalam biaya bahan bakar."Northrop Grumman telah mengembangkan sistem penghindaran rudal, yang dikenal dengan "Guardian", yang telah dipasang di sejumlah pewasat MD-11.Perusahaan itu mengatakan bahwa "sistem Guardian memberikan perlindungan 360 derajat terhadap berbagai jenis ancaman rudal. Ketika Guardian mendeteksi peluncuran MANPADS, sistem itu menjejas rudal yang datang, kemudian menggunakan laser untuk mendegilkan sistem penuntun rudal itu sehingga meleset. Seluruh proses berlangsung kira-kira dua hingga lima detik dan tidak memerlukan tindakan dari awak pesawat."Undang-undang Perlindungan Rudal Pesawat Komersial (Commercial Airline Defense Missile Act) diajukan kepada Kongres di tahun 2003, untuk permohonan pendanaan publik menutupi biaya sistem penangkal rudal bagi penerbangan AS.Perangkat hukum itu menyerukan pemasangan suatu "sistem elektronik yang dengan sendirinya (A) menandai ketika pesawat terbang terancam datangnya rudah atau senjata lain; (B) mendeteksi sumber ancaman; dan (C) mengganggu sistem panduan rudal atau senjata lain yang datang, yang bertujuan sedemikian sehingga rudal atau senjata lain yang datang dibuat salah arah dan meleset dari pesawat itu."Hingga saat ini belum ditentukan apakah ada keperluan yang cukup untuk mewajibkan perlindungan rudal sejenis itu. (Ein) — news.liputan6.com

  • Obama: Rusia Latih dan Beri Separatis Senjata Anti Pesawat Udara

    Obama: Rusia Latih dan Beri Separatis Senjata Anti Pesawat Udara

    Amerika Serikat memiliki keyakiban kuat Rusia memiliki kaitan yang mendalam dengan separatis yang menembak jatuh Malaysia Airlines MH17. Skill dan senjata yang dimiliki separatis, disebut diberikan oleh Rusia. — news.detik.com

  • SBY kecam sikap warga lokal halangi penyelidikan pesawat MH17

    SBY meminta semua pihak membuka akses untuk pelaksanaan investigasi. — www.merdeka.com

  • Kisah Bupati Karanganyar yang 2 Kali Alami Kecelakaan Pesawat

    Jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH-17 di Ukraina membuka kembali kenangan Bupati Karanganyar akan kecelakaan pesawat yang dialaminya. Dua kali kecelakaan, dua kali pula ia lolos dari maut. Padahal pesawat yang ditumpanginya hancur. — jogja.okezone.com

  • 2 Kali jadi korban kecelakaan pesawat, Juliyatmono jadi Bupati

    "Saat mau kecelakaan di Adi Soemarmo, saya pasrah saja pada Allah SWT. Saya pakai sabuk sebelum landing," urainya. — www.merdeka.com

  • Penumpang Merokok di Pesawat, Citilink: Demi Keselamatan Aturan Harus Ditaati!

    Penumpang Merokok di Pesawat, Citilink: Demi Keselamatan Aturan Harus Ditaati!

    Seorang penumpang Citilink, Putra Kuncoro (25) membahayakan penumpang pesawat dengan merokok di dalam pesawat. Tak ingin kejadian ini terulang, pihak maskapai meminta penumpang menaati aturan yang ada. — news.detik.com

  • Sosok Guru TK Bali yang Jadi Korban Tragedi Pesawat MH17

    Sosok Guru TK Bali yang Jadi Korban Tragedi Pesawat MH17

    TK Hooray Kids di Denpasar, Bali berduka. Di depan TK elite tersebut terpampang foto seorang guru berkebangsaan Belanda, Arnould Huizen beserta anak dan putrinya yang masih balita. Foto itu dipajang di antara karangan bunga yang berjejer. Suasana duka tampak di TK tersebut.Arnould beserta keluarga menjadi korban tragedi pesawat Maskapai Malaysia Airlines MH17 yang jatuh ditembak di perbatasan Rusia-Ukraina. Dia tercatat sebagai guru bahasa Inggris di TK Hooray Kids yang beralamat di Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar.Menurut Yulia Pratiwi, pengurus yayasan TK Hooray Kids, Arnould mengajar bahasa Inggris di TK elite tersebut sejak 2 tahun lalu. "Dia sudah 2 tahun mengajar di sini," ujar Yulia di Denpasar, Minggu (20/7/2014).Dia menjelaskan, sebelum peristiwa itu, Arnould mengajukan cuti untuk pulang ke Amsterdam bersama anak dan istrinya. "Selain berlibur, dia juga hendak mengurus dokumen putrinya yang baru berusia 2 tahun," tuturnya.Namun hingga masa tahun ajaran baru, 2014-2015, kegiatan belajar mengajar sekolah akan dimulai, Arnould tak kunjung kembali ke sekolah. Pihak sekolah merasa kehilangan sosok guru terbaik tersebut."Dia tidak kembali lagi ke sekolah. Kepergiannya ke Amsterdam untuk selamanya. Kami merasa amat kehilangan guru terbaik di sekolah ini," tutur Yulia.Yulia melanjutkan, pihak sekolah telah mengumumkan kepada orangtua murid perihal musibah yang dialami Arnould. Rencananya, para orangtua dan siswa akan menggelar upacara sederhana untuk mengenang jasa almarhum Arnould.Pesawat MH17 jatuh setelah ditembak rudal di wilayah udara Ukraina, tepatnya di dekat Desa Grabovo, Donetsk, pada Kamis 17 Juli 2014 siang. Boeing 777 yang mengangkut 298 orang itu kemudian dilaporkan meledak dan hancur. Saat ini aparat terkait tengah menyelidiki siapa pelaku penembak rudal ke pesawat. — news.liputan6.com

  • Penumpang Merokok di Pesawat, Citilink Perlu Beri Masukan ke Polisi

    Penumpang Merokok di Pesawat, Citilink Perlu Beri Masukan ke Polisi

    Citilink perlu memberi masukan kepada polisi terkait dengan hukuman yang diberikan kepada Putra Kuncoro (25), yang merokok di dalam pesawat pada penerbangan Jakarta ke Bengkulu, Sabtu (19/7) kemarin. — news.detik.com

  • AS: Sistem Misil yang Jatuhkan Pesawat MH17 Berasal dari Rusia

    AS: Sistem Misil yang Jatuhkan Pesawat MH17 Berasal dari Rusia

    Sistem misil yang digunakan untuk menembak jatuh pesawat maskapai Malaysia Airlines (MAS) MH17 berasal dari Moskow. Misil itu diserahkan kepada separatis pro-Rusia oleh otoritas pemerintahan Rusia. — news.detik.com

  • Penumpang Merokok di Pesawat, Citilink: Harusnya Dia Dihukum Berat!

    Penumpang Merokok di Pesawat, Citilink: Harusnya Dia Dihukum Berat!

    Maskapai Citilink geram dengan ulah Putra Kuncoro (25) yang merokok di dalam pesawat. Selain membahayakan penerbangan, aksi tersebut jelas-jelas melanggar UU. Namun polisi tidak menahan pria muda tersebut. — news.detik.com

  • Merokok di Pesawat, Putra Dihukum Wajib Lapor ke Polisi

    Merokok di Pesawat, Putra Dihukum Wajib Lapor ke Polisi

    Aksi Putra Kuncoro (25) merokok di dalam pesawat memang membahayakan seisi pesawat Citilink Jakarta-Bengkulu. Tapi ia tidak ditahan karena dinggap tidak tahu larangan tersebut. — news.detik.com

  • Merokok di Toilet, Seorang Pemuda Bikin Panik Penumpang Pesawat

    Merokok di Toilet, Seorang Pemuda Bikin Panik Penumpang Pesawat

    Bandara Fatmawati Bengkulu dibuat heboh oleh peristiwa penangkapan penumpang pesawat Citylink. Adegan penangkapan mirip penggerebekan teroris itu, berlangsung cepat dan singkat.Seorang pemuda bernama Ari Putro Kuncoro (25) ditangkap polisi karena ketahuan merokok di dalam toilet pesawat yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pukul 13.15 wib.Kepala seksi keselamatan penumpang Bandara Fatmawati Bengkulu Widjajanti mengatakan, telah menerima laporan melalui kontak udara dengan pilot pesawat dan melaporkan kejadian ini kepada aparat kepolisian bandara."Pilot Citylink dengan nomor penerbangan CTV 6552 melaporkan terjadi kepanikan di dalam pesawat karena alarm dari dalam toilet berbunyi. Setelah diselidiki ternyata ada penumpang yang merokok," ujar Widjajanti di Bengkulu (20/7/2014).Saat pesawat mendarat, aparat kepolisian langsung mengepung pintu keluar lalu menangkap dan menggiring Ari ke pos pengamanan bandara. Kepada petugas, Ari mengaku baru pertama kali naik pesawat dan tidak mengetahui kalau tidak boleh merokok di dalam pesawat.Setelah dilakukan interogasi dan pemeriksaan lanjut Widjajanti, penumpang tersebut dipersilahkan pulang setelah terlebih dulu membuat surat perjanjian tidak akan mengulangi perbuatannya."Hanya menandatangani surat perjanjian, tidak ada denda, dia langsung disuruh pulang," tegasnya. (Yus) — news.liputan6.com

  • Ada Papan Peringatan, Mengapa Putra Nekat Merokok di Pesawat?

    Ada Papan Peringatan, Mengapa Putra Nekat Merokok di Pesawat?

    Di kursi pesawat, ada tulisan dilarang merokok. Sebelum pesawat take off juga ada pengumuman dilarang merokok. Mengapa Putra Kuncoro (25), penumpang pesawat Jakarta-Bengkulu, tetap merokok? — news.detik.com

Berita Lain