Ini Sosok Sara yang Bergelang Java Jazz Sebelum Dibunuh oleh Eks Pacarnya

Ini Sosok Sara yang Bergelang Java Jazz Sebelum Dibunuh oleh Eks Pacarnya
news.detik.com — Kamis, 06 Maret 2014 23:12 — Melalui foto yang diterima detikcom, Kamis (6/3/2014), penampilan Ade ternyata cukup menarik, gadis berusia 19 tahun ini memiliki rambut hitam yang panjang hingga bahunya. Alisnya juga tampak tebal dan rapi terawat.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
Berita Lain
  • Hamilton Raih "Pole" di Balapan Kandangnya

    Hamilton mengungguli Rosberg dengan selisih waktu 0,113 detik. — www.beritasatu.com

  • Kalahkan Gang Dolly, inilah kawasan prostitusi terbesar di Asia

    Tahukah anda di mana distrik prostitusi paling besar di Benua Asia? Ternyata, inilah kawasan esek-esek yang bahkan luasnya, dan keriuhannya, mengalahkan Gang Dolly di Surabaya yang tahun lalu sudah tamat karena ditutup Wali Kota Tri Rishamarini.Perkenalkan, distrik prostitusi terluas se-Asia, Sonagachi di Kota Kolkatta, India. Di distrik in, Pekerja Seks Komersial (PSK) punya harga diri tinggi dan alasan ideologis sehingga melayani nafsu hidung belang.Geetha Das seorang germo sekaligus pekerja seks berumur 39 tahun, telah tinggal di Sonagachi sejak remaja, bersama lebih dari 7.000 pekerja seks lainnya.Das lahir di timur India tepatnya di Bengal, Das dinikahkan pada umur yang masih sangat belia, 12 tahun dengan seorang pria yang 25 tahun lebih tua darinya. Perlakuan kasar sang suami membuat Das kembali kepada pangkuan orang tua bersama dua anaknya.Kemiskinan dan kelaparan mengharuskan wanita malang ini mencari pekerjaan, guna menopang ekonomi keluarga. Seorang teman kemudian merekomendasikan Das bila Sonagachi adalah tempat terbaik untuk masa depan cerah bagi dia dan anak-anaknya, walau berimbas nilai negatif yang ditorehkan masyarakat kepadanya."Saya peorang pekerja seks, seperti pekerja lainnya, seorang insinyur atau pun dokter, bahkan pilot, yang sama-sama memberikan sebuah kepuasan layanan jasa, namun saya memberi mereka kepuasan seksual," ucap Das, seperti dilaporkan Stasiun Televisi Aljazeera, Kamis (2/7)."Mereka harus melihat yang sesungguhnya sebelum berpikiran negatif, apa mereka bisa bertanggung jawab memberi saya pekerjaan? Lalu bagaimana saya menyekolahkan anak-anak saya? Pastinya mereka hanya berpikir saya hanya sampah masyarakat," lanjutnya.Kebanyakan PSK di Sonagachi adalah kasta terbawah masyarakat India. Mayoritas adalah perempuan tidak berpendidikan dan mempunyai tanggungan anak dua hingga tiga. Mau tidak mau harus bekerja mandiri demi menopang ekonomi, sekalipun melalui tindihan para pria, karena uang adalah segalanya bagi kami," tutur Das. Eksistensi Sonagachi sebagai tempat prostitusi ilegal di India tidak pernah dicampuri pemerintah setempat. Diketahui, sebuah LSM bernama Durbar mempunyai solusi demi mengangkat derajat mereka menjadi PSK terhormat. Dengan mendirikan serikat kerja, selain itu mencanangkan program wajib kondom, sebagai sebuah nilai privacy kepada siapapun yang hendak memakai jasa mereka. — www.merdeka.com

  • Antisipasi El-Nino Kementan Siapkan 20 Ribu Pompa

    Antisipasi El-Nino Kementan Siapkan 20 Ribu Pompa — ekonomi.inilah.com

  • Heboh Aming Ikut Parade Gay di New York

    Heboh Aming Ikut Parade Gay di New York

    Aming nyaris tanpa busana. — life.viva.co.id

  • Lagi, Diam-diam Tarif Listrik Naik Mulai Juli 2015

    Lagi, Diam-diam Tarif Listrik Naik Mulai Juli 2015

    Pemerintah diam-diam menaikkan tarif listrik bagi pelanggan listrik daya di atas 3.500 VA, per Juli 2015. — www.infospesial.net