Pembunuh Ade Sara Berkicau di Twitter

jakarta.okezone.com — Selasa, 11 Maret 2014 06:06 — Padahal, sang pemilik akun, Assyifa Ramadhani (19) sedang di penjara karena terlibat membunuh Ade Sara Angelina Suroto.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • SBY ucapkan selamat Idul Fitri via Twitter

    "Saya dan keluarga mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1435 H. Mohon maaf lahir dan batin," demikian kicauan SBY. — www.merdeka.com

  • Apa Alasan Hatta Sampaikan Pidato Politik lewat Twitter?

    Apa Alasan Hatta Sampaikan Pidato Politik lewat Twitter?

    Setelah sempat bersikap misterius dengan tidak muncul di publik, Hatta menyampaikan pidato politiknya lewat Twitter dan bukan mengadakan konferensi pers. Langkah itu diambil agar suasana terjaga tetap damai dan kondusif. — news.detik.com

  • Jual Diri Lewat Twitter, Pria Gay di Arab Saudi Dihukum Cambuk 450 Kali

    Jual Diri Lewat Twitter, Pria Gay di Arab Saudi Dihukum Cambuk 450 Kali

    Seorang pria Arab Saudi dihukum cambuk setelah menjual dirinya melalui Twitter. Pria ini memberikan layanan seks kepada pria lain. — www.infospesial.net

  • Polisi Ungkap Pembunuh Pria  di Kali Metro

    Polisi Ungkap Pembunuh Pria di Kali Metro

    “Abd juga meminta telepon genggam yang pernah dibawa korban. Tapi korban mengaku barang-barang tersebut sudah tidak ada,” tambah Nunung. — www.tribunnews.com

  • Ingin mudik lancar, follow akun Twitter mudik ini

    Informasi yang diberikan berupa jalan yang mengalami kemacetan, jalan raya arus mudik yang rusak hingga SPBU terdekat. — www.merdeka.com

  • Selama 2 Jam, Wanita Ini Saksikan Pembunuh Keluarganya Mati

    Selama 2 Jam, Wanita Ini Saksikan Pembunuh Keluarganya Mati

    Jeanne Brown duduk di barisan depan. Dia ingin menyaksikan kematian orang ini dari dekat. Dia pun menatap matanya. Brown (44) telah menunggu selama 25 tahun untuk pelaksanaan eksekusi Joseph R Wood III. Pada 1989 silam, dia menembak kakak dan ayahnya di sebuah toko. Pada Rabu pukul 1.50 petang, dia mendengarkan kata-kata terakhirnya di sebuah penjara Arizona. Namun, apa nyatanya. Hampir 2 jam kemudian, Wood (55) masih tetap bertahan hidup.Suntikan mematikan itu seharusnya mengakhiri hidupnya dengan cepat. Hukuman Wood kini dianggap sebagai eksekusi ketiga yang panjang di negara itu pada tahun ini. Pada Januari, seorang narapidana Ohio hanya memerlukan 26 menit untuk mati, terengah-engah dan mendengus. Pada bulan April, seorang narapidana Oklahoma meninggal karena serangan jantung setelah beberapa menit petugas penjara memberinya obat."Wood dinyatakan meninggal pada Rabu pukul 3.49 sore," Demikian pernyataan Jaksa Agung Arizona Tom Horne seperti dikutip Washingtonpost, Jumat (25/7/2014).Namun Gubernur Arizona Jan Brewer memerintahkan lembaga pemasyarakatan setempat untuk melakukan review dari eksekusi itu. Hal in menyusul kesaksian dri seorang juru bicara Jaksa Agung Arizona yang mengatakan, bagaimana pun Wood tidak terengah-engah atau mendengus, dia hanya mendengkur.Brown tidak berpikir tentang hal itu. Didampingi suaminya dan adik perempuannya, dia terus menatap sosok Wood. "Saya terus bertanya-tanya, 'Apa yang terjadi? Dia mendengkur. Itu saja. Dia hanya mendengkur. "Wood dijatuhi hukuman mati pada 1991 karena menembak dan membunuh Debra Dietz, pacar lama dan ayahnya, Eugene, yang tidak setuju dengan hubungannya. Kejadian berawal pada 1989, Wood berjalan ke toko tempat keduanya bekerja dan menembak Eugene di dada. Dia juga menembak Debra dua kali. — news.liputan6.com

  • Bakal Jadi Gubernur, Ahok: Bagi Rakyat yang Penting Rekam Jejak Bukan SARA

    Bakal Jadi Gubernur, Ahok: Bagi Rakyat yang Penting Rekam Jejak Bukan SARA

    Penetapan Jokowi sebagai presiden terpilih oleh KPU akan mengantarkan Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama manjadi orang nomor 1 di Ibu Kota. Ahok merasa rekam jejaknya yang utama, bukan urusan SARA. — news.detik.com

  • Kampanye Twitter Israel untuk Publik Inggris Picu Kritik

    Kampanye Twitter Israel untuk Publik Inggris Picu Kritik

    Upaya memenangkan hati publik Inggris, agar mendukung serangan membabi butanya ke Gaza, Palestina, militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) melancarkan kampanye lewat media sosial. Namun, gambar yang mereka gunakan dalam kampanye yang dirilis Senin lalu justru jadi kontroversi. Sebab, foto itu menunjukkan roket-roket yang mengarah ke Westminster alias Gedung Parlemen Inggris. Selain foto, akun IDF, @IDFspokesperson juga menyertakan kalimat: "Hamas terrorists just fired rockets at southern and central Israel. What if they were attacking your home?" -- "Teroris Hamas baru saja menembakkan roket-roket ke selatan dan tengah Israel. Bagaimana jika mereka menyerang rumahmu?" Gambar tersebut adalah bagian dari perang informasi di media sosial, dari kedua belah pihak baik Israel maupun Palestina, yang menggunakan hashtag #GazaUnderAttack atau #IsraelUnderFire dengan menyertakan foto-foto kehancuran dan kematian -- terutama di Gaza. Sudah 627 warga Palestina tewas akibat serangan membabi buta Israel dalam 'Operasi Protective Edge' yang dimulai 8 Juli 2014 lalu. IDF berdalih mereka menyerang Gaza -- yang sudah menderita akibat blokade yang mereka kenakan --untuk menghentikan serangan roket dari Hamas. Namun, yang terjadi adalah sebagian besar korban justru penduduk sipil tak berdosa. Tweet IDF untuk warga London diduga kuat untuk merespons gelombang protes menentang agresi atas Gaza yang digelar terus-menerus di ibukota Inggris. Akhir pekan lalu, lebih dari 15 ribu orang melakukan aksi dari Downing Street ke Kedubes Israel di Kensington, memprotes aksi negeri zionis. Ada di antara mereka adalah para rabi Yahudi. (Baca juga: Zionis, Obama, dan Tanah 3 Agama)Namun, justru sejumlah reaksi marah yang dipicu gambar tersebut. "Ya ampun, apa Anda benar-benar lagi putus asa? Ini sama sekali tak lucu, menyedihkan," kata salah satu pengguna media sosial, @_Schehrazade seperti Liputan6.com kutip dari Al Arabiya, Rabu (23/7/2014). Sementara, Andy Slaughter, anggota parlemen dari Partai Buruh sekaligus sekretaris Britain-Palestine All-Party Parliamentary Group mengatakan, foto tersebut sangat kasar. Namun, "Israel dikenal sebagai ahli propaganda," kata dia. Andy Slaughter menambahkan, gambar tersebut mengena untuk anggota parlemen yang kehilangan perspektif dan di luar kendali. (Yus) — news.liputan6.com

  • Hamas: Kami Bukan di Pihak Pembunuh, Tapi Dibunuh...

    Hamas: Kami Bukan di Pihak Pembunuh, Tapi Dibunuh...

    Gaza kembali jadi sasaran tempur Israel, menyusul gagalnya skema gencatan senjata yang diusulkan Mesir. Pada Rabu dini hari saja, sudah 3 orang tewas akibat serangan militer negeri zionis.Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersumpah, akan meningkatkan kampanye militernya terhadap wilayah Palestina di pesisir Laut Tengah (Laut Mediterania) itu. "Akan lebih baik jika ini diselesaikan secara dilpomatik. Ini yang coba kami tempuh dengan menerima proposal Mesir," kata dia, merujuk pada seruan de-eskalasi Kairo mulai Selasa pukul 09.00 waktu setempat, dengan penghentian pertempuran selama 12 jam. "Namun Hamas membuat kami tak punya pilihan, kecuali memperluas dan mengintensifkan perlawanan terhadap mereka," tambah dia seperti Liputan6.com kutip dari Al Arabiya, Rabu (16/7/2014). "Hamas memutuskan untuk lanjut, dan akan membayar mahal keputusan itu." Pernyataan Netanyahu dikeluarkan sesat setelah pihak militer dan layanan darurat sipil mengumumkan seorang warga Israel tewas akibat proyektil yang meledak di persimpangan Erez menuju ke Jalur Gaza. Di sisi lain setidaknya 194 warga Palestina sejak serangan Israel sejak 8 Juli 2014 lalu. Militer Israel mengatakan bahwa sejak kesepakatan gencatan senjata itu diberlakukan, Hamas telah menembakkan 76 roket ke wilayahnya. Sistem anti-rudal Iron Dome mencegat 9 di antaranya. Sementara itu, Hamas mengatakan bahwa Israel tidak pernah benar-benar berhenti mengebom Gaza. Serangan udara dilaporkan, dilancarkan tak lama setelah Israel mengatakan telah menyetujui usulan Mesir. Namun, militer Israel membantah tudingan itu.Lantas mengapa Hamas menolak gencatan senjata? Sayap militer Hamas, Izz el-Deen al-Qassam Brigades menganggap proposal yang diajukan Mesir sebagai inisiatif untuk menyerah. Sehingga mereka bertekad meneruskan perlawanan. Namun, Moussa Abu Marzouk, seorang pejabat politik Hamas yang berada di Kairo mengatakan, faksinya -- yang mengincar kesepakatan untuk mengurangi pembatasan Mesir dan Israel yang mencekik perekonomian Gaza -- belum memberikan keputusan akhir atas proposal Kairo. Sementara itu, salah satu pemimpin Hamas, Ismail Haniyah menegaskan, ada isu yang lebih besar dari sekedar gencatan senjata bagi warga Palestina -- khususnya di Gaza. Apa yang diinginkan rakyat Palestina adalah akhir dari blokade Israel atas Gaza. Yang 'mencekik' kehidupan 1,8 juta orang yang tinggal di sana.Haniyah, yang berbicara di Al Aqsa TV juga menuding Israel tak membebaskan tahanan Palestina dari penjara-penjara negeri zionis -- seperti yang telah disepakati dalam gencatan senjata sebelumnya. Secara terpisah, juru bicara Hamas Osama Hamdan menekankan, bahwa Hamas tak pernah menerima proposal lewat jalur politik. Namun, pihaknya terus bicara dengan pihak Mesir yang jadi penengah konflik. "Seharusnya proposal disiapkan setelah kedua sisi menyetujuinya. Seharusnya baru dipublikasikan setelah ada kesepakatan dua belah pihak. Bukannya dipublikasikan di media dan kemudian meminta para pihak untuk setuju atau menolaknya," kritik dia seperti dikutip dari Telegraph. Ditanya mengapa Hamas tidak berhenti menembakkan roket sementara pembicaraan sedang berlangsung, ia menjawab: "Kami bukan pihak yang membunuh. Sebaliknya, kami adalah sisi dibunuh..". (Tnt) — news.liputan6.com

  • Israel Segera Adili 3 Ekstremis Yahudi Pembunuh Remaja Palestina

    Israel Segera Adili 3 Ekstremis Yahudi Pembunuh Remaja Palestina

    Israel segera mengadili tiga orang ekstremis Yahudi dalam pembunuhan brutal remaja Palestina. Kasus ini menjadi salah satu pemicu berkobarnya kembali konflik Israel-Hamas di Gaza. — news.detik.com

  • Dijatuhi Pidana 6 Tahun, 6 Pembunuh Mahasiswa Timor Leste  Pikir-Pikir

    Dijatuhi Pidana 6 Tahun, 6 Pembunuh Mahasiswa Timor Leste Pikir-Pikir

    "Terdakwa terbukti secara sah dan bersama-sama menggunakan kekerasan yang mengakibatkan orang lain meninggal," paparnya dalam sidang, Senin (14/7/201 — www.tribunnews.com

  • Tim Jokowi Tuding Data C-1 Palsu, Twitter Riuh

    Status keaslian rekapitulasi form C-1 PKS yang menyebutkan Prabowo Hatta unggul 52,04%, sedangkan Jokowi JK 47,96% ramai menjadi pembahasan di jagad Twitter. — nasional.inilah.com

  • Pembunuh Janda Dua Anak Tertangkap

    Kasus ini terungkap setelah polisi berhasil melacak nomer handphone tersangka. Selanjutnya tersangka ditangkap di rumah saudaranya di Sepanjang, Sidoarjo. — surabaya.okezone.com

  • Twitter ramai soal tvOne siarkan quick count menangkan Jokowi

    tvOne tidak menampilkan berita hasil hitung cepat yang memenangkan Prabowo-Hatta. — www.merdeka.com

  • Pembunuh Janda di Mojokerto Diringkus Polisi

    Pembunuh Janda di Mojokerto Diringkus Polisi

    "Nanti lah, akan kita rilis bersama-sama pengungkapan pembunuhan Sulatin," kata Kapolres Mojokerto AKBP Muji Ediyanto, Kamis (10/7/2014). — www.tribunnews.com

Berita Lain
  • Hatta Buka Bersama dengan Kyai di Rumah Probosutedjo

    Hatta Buka Bersama dengan Kyai di Rumah Probosutedjo

    Tokoh pendidikan, Prof Arif Rachman juga hadir dalam acara ini. — politik.news.viva.co.id

  • Microsoft Bakal Rilis Nokia Lumia Berbasis Android?

    Microsoft Bakal Rilis Nokia Lumia Berbasis Android?

    Seperti yang telah diwartakan sebelumnya, Microsoft dipastikan akan mengusung brand 'Nokia by Microsoft' dalam memasarkan jajaran smartphone besutannya. Seri Lumia 830 dirumorkan akan menjadi produk pertama yang melenggang di pasaran dengan brand tersebut.Namun masih ada rumor lain yang lebih seru dibanding dua kabar di atas. Menurut akun Twitter spesialis pembocor informasi industri teknologi, @evleaks, Microsoft tidak lama lagi akan meluncurkan smartphone seri Lumia berbasis Android."Big news: Android-powered Lumia incoming, from Nokia by Microsoft," posting @evleaks, Senin (7/7/2014), kemarin.Namun menurut yang dilansir laman GSM Arena, Selasa (8/7/2014), rumor tersebut kurang tepat. Pasalnya banyak pihak yang meyakini bahwa Microsoft akan lebih berusaha untuk mengintegrasikan aplikasi-aplikasi Android di Windows Phone, bukan mengadopsi sistem operasi Android.Gosip yang menyebutkan Microsoft akan berusaha mengembangkan Windows Phone untuk bisa menjalankan aplikasi Android tampaknya lebih masuk akal. Pasalnya belakangan disebutkan bahwa para penggemar Windows Phone akan segera mendapatkan kejutan dari Microsoft. Raksasa software ini diketahui tengah menyiapkan rencana besar yang berhubungan dengan sistem operasi (OS) mobile tersebut.Senior Software Development Engineer Test Microsoft, Jerry Berg sempat mengatakan, "Cukup nantikan, karena saya tidak bisa memberikan jadwal dan memberitahu apa yang sedang disiapkan. Tapi akan terjadi sesuatu pada Windows Phone, yang akan membuat kagum seluruh dunia."Apakah kejutan tersebut adalah terintegrasinya aplikasi-aplikasi Android di Windows Phone? Kita lihat saja nanti. — tekno.liputan6.com

  • Masa Tenang, Tim Prabowo-Hatta Minta Pendukung tak Terprovokasi

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki masa tenang, tim Prabowo Subianto mengimbau agar masyarakat tak mudah terprovokasi. Terutama dengan berbagai aksi kekerasan yang terjadi."Rakyat terutama pendukung Prabowo-Hatta agar waspada dan menghindari... — www.republika.co.id

  • Rapper Ini Dituntut Rp863 Juta karena Tampar Penonton

    Ada-ada saja ulah rapper satu ini, AAP Rocky namanya, ia diketahui telah menampar seorang penonton wanitanya saat tampil di festival musik Made In America di Philadelpia, Amerika Serikat. Kasus tersebut memang terjadi pada tahun 2013 silam. Namun bukan berarti sang rapper dapat bernafas lega. — music.okezone.com

  • Robben Luput dari Hukuman FIFA Meski Mengaku Melakukan Diving

    Robben Luput dari Hukuman FIFA Meski Mengaku Melakukan Diving

    Arjen Robben mengakui, dirinya memang melakukan diving pada laga melawan Meksiko. Namun demikian, FIFA secara resmi mengonfirmasi bahwa Robben tak akan terkena hukuman. — sport.detik.com