Pembunuh Ade Sara Berkicau di Twitter

jakarta.okezone.com — Selasa, 11 Maret 2014 06:06 — Padahal, sang pemilik akun, Assyifa Ramadhani (19) sedang di penjara karena terlibat membunuh Ade Sara Angelina Suroto.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • Ini alasan Florence tutup akun Facebook dan Twitter

    "Banyak akun yang pakai foto Florence dan membuat status-status yang menyesatkan," ungkapnya. — www.merdeka.com

  • Di-bully karena hina Yogya, Florence tutup akun Twitter & FB

    "Tunggu FS (Florence Sihombing), mahasiswi MKN (Magister Kenotariatan). Temuan akan kami tindak lanjuti," tulis Jaka. — www.merdeka.com

  • Polisi Sarolangun kembali tangkap satu pelaku pembunuh brimob

    Personel Brimob tewas saat bentrokan penertiban operasi penambangan emas liar di Kabupaten Sarolangun. — www.merdeka.com

  • Algojo Kartel Narkoba Pembunuh Capres Dibebaskan

    Algojo Kartel Narkoba Pembunuh Capres Dibebaskan

    John Jairo Velasquez, tukang pukul Pablo Escobar -- gembong narkoba dan raja kokain paling tenar di era 'narkoterorisme di' Kolombia tahun 1980-an -- kini menghirup udara bebas. Pria 52 tahun yang dijuluki 'Popeye' dibebaskan Kamis malam waktu setempat di penjara dengan keamanan maksimum di Provinsi Boyaca, di timur laut Bogota. Ia meninggalkan sel dengan kawalan ketat polisi. Velasquez menyerahkan diri pada aparat keamanan pada 1992. Kepada wartawan saat itu, ia mengaku, ""Aku tidak berutang apa-apa kepada siapa pun. Aku tidak melakukan sesuatu yang salah."Namun, dalam sebuah wawancara di penjara, ia mengaku membunuh sekitar 300 orang, termasuk tentara, polisi, anggota kartel lawan, juga orang biasa. Ia juga mengaku menjadi otak pembunuhan lebih dari 3.000 orang lainnya yang kebanyakan adalah warga sipil. Sejumlah korbannya tewas dalam bom mobil di kota-kota di sekitar Kolombia, termasuk Bogota, Medellin --markas kartelnya, juga Cali. Velasquez juga bertanggung jawab untuk sejumlah penculikan orang-orang penting . Di antaranya adalah Jaksa Agung Carlos Mauro Hoyos pada Januari 1988. Ia mengaku membunuh korbannya. Juga pada Januari 1988, Velasquez menculik kandidat walikota Bogota, Andres Pastrana. Untung, Pastrana selamat, bahkan menjadi Presiden ke-57 Kolombia pada periode 1998-2002. Pastrana dan penculiknya sempat bertemu pada 2012 lalu. Masih dipenjara, Velasquez minta maaf pada korban dan keluarganya. "Aku minta maaf dari hatiku yang terdalam," kata dia kepada Pastrana kala itu. "Terkait hal yang telah dilakukan kartel Medellin, membahayakan hidupmu yang berharga." Kepada Pastrana, si tukang pukul juga mengaku memutilasi jasad korban-korbannya. Ia mengaku menyesal bukan main dan bertobat. Velasquez menghabiskan 22 tahun di dalam penjara, atau dua pertiga dari vonis yang dijatuhkan dalam perkara pembunuhan kandidat presiden Luis Carlos Galan pada 1989 -- satu-satunya pembunuhan olehnya yang dianggap terbukti secara hukum. Keluarga Korban Tak Bisa Lupa"Ia divonis atas pembunuhan ayahku," kata Juan Manuel Galan, putra korban Luis Carlos Galan. "Ia mengaku dan minta maaf. Aku memaafkannya," tambah pria yang jadi senator itu. Bebas dari bui, Velasquez mengaku khawatir dengan keselamatannya sebagai orang bebas. Sebab, ada peluang 80 persen musuh-musuhnya akan menuntut balas. Terutama anggota kartel Medellin yang nama dan kejahatannya ia ungkap ke aparat. Sementara itu, sejumlah keluarga korban lain memprotes pembebasan Velasquez. Merasa bui 22 tahun tak sebanding dengan kekejaman yang dilakukannya, yang tak terhitung jumlahnya selama era narkoterorisme dan perang kokain pada era 1980-an dan 1990-an. Namun, senator Kolombia, Armando Benedetti mengatakan, Velasquez dibebaskan karena berperilaku baik. Pembebasannya juga dilakukan sesuai aturan. "Perdebatan tentang pembebasannya harus berpusat pada fakta bahwa Kolombia menghormati aturan hukum, aturan konstitusi, bahkan dalam kasus yang jadi perdebatan." (Yus) — news.liputan6.com

  • ISIS Sebar Teror dengan Hashtag Twitter

    ISIS Sebar Teror dengan Hashtag Twitter

    Melalui hastag #StevensHeadInObamasHand di Twitter, ISIS kembali melakukan teror kepada AS. — www.infospesial.net

  • Daniel Pembunuh Feby Lorita Minta Divonis Bebas

    Daniel Pembunuh Feby Lorita Minta Divonis Bebas

    lima kuasa hukum Daniel secara bergantian, mereka menolak tegas tuntutan jaksa penuntut umum — www.tribunnews.com

  • Ibu Kandung Pembunuh Bayi Terancam Hukuman Mati

    Ibu Kandung Pembunuh Bayi Terancam Hukuman Mati

    "Tidak ada tersangka lain dalam pembunuhan bayi itu,"kata Kapolres Magetan AKBP Riky Haznul — www.tribunnews.com

  • Disiksa sadis, Ade Sara sampai harus mengaku hamil

    Sebelum dibunuh Ade Sara ditelanjangi, dan saat itulah dia berpura-pura mengaku hamil dua bulan agar tidak dibunuh. — www.merdeka.com

  • Sebelum Kritis, Ketum Gerindra Suhardi Minta Maaf Lewat Twitter

    Sebelum Kritis, Ketum Gerindra Suhardi Minta Maaf Lewat Twitter

    Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi kritis dan dirawat di Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) Jakarta. Suhardi dinyatakan menderita penyakit kanker paru-paru stadium 4.Sebelum kritis dan terbaring di rumah sakit, Suhardi menyampaikan permohonan maaf. Dia juga meminta doa atas kesembuhan penyakitnya."Saya #MohonMaaf mohon doa untuk kesembuhan saya, smg sakit ini menjadi pengugur dosa dan mengangkat derajat disisi Alloh, smg lekas sembuh," tulis Suhardi dalam @suhardigerindra, yang dikutip Liputan6.com, Jakarta, Selasa (26/8/2014).Suhardi menulis kicauannya di twitter tersebut tertanggal 27 Juli 2014 pada pukul 07.1 WIB.Ketua Tim Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburohman mengatakan, Suhardi sudah beberapa hari dirawat di rumah sakit. Bahkan sempat rawat jalan. Namun pada pukul 13.00 WIB tadi siang, kondisi fisik dari Suhardi mulai menurun hingga harus dibantu alat pernapasan.Sementara menurut Petugas Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Fadril, Suhardi sudah dirawat sejak Jumat 22 Agustus 2014. Sudah 5 hari hingga hari ini. "Butuh perawatan yang intensif," ujar Fadril.Namun, lanjut Fadril, Suhardi baru masuk ke ruang ICU sekitar Senin 25 Agustus malam. "Perawatan biasa dari tanggal 22 Agustus."Fadril menambahkan, saat ini pihak keluarga Suhadri telah memenuhi rumah sakit. "Ramai," tandas dia. — news.liputan6.com

  • Pengacara: Pasal yang Tepat untuk Pembunuh Ade Sara adalah Penganiayaan

    Pengacara: Pasal yang Tepat untuk Pembunuh Ade Sara adalah Penganiayaan

    Kuasa hukum Assyifa Ramadhani, M. Syafri Noer mengungkapkan, pasal yang tepat untuk terdakwa pembunuh Ade Sara yakni pasal 353 KUHP ayat 3. — www.tribunnews.com

  • Pengacara Pembunuh Ade Sara Sebut Dakwaan Jaksa Tak Jelas

    Pengacara Pembunuh Ade Sara Sebut Dakwaan Jaksa Tak Jelas

    Menurut pengacara, jaksa tidak mencantumkan lokasi pembunuhan. — metro.news.viva.co.id

  • Pembunuh Siswi SMA Ngawi,  Pacarnya  Sendiri

    Pembunuh Siswi SMA Ngawi, Pacarnya Sendiri

    "Kami sudah mengamankan tersangka dalam waktu 28 jam dari kasus kejadian," terang Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Budi Santoso kepada Surya, Selasa (2 — www.tribunnews.com

  • Pengacara Pertanyakan Kewenangan PN Jakpus Adili Kasus Pembunuhan Ade Sara

    Pengacara Pertanyakan Kewenangan PN Jakpus Adili Kasus Pembunuhan Ade Sara

    Kuasa hukum Ahmad Imam Al Hafitd dan Assyifa Ramadhani mempertanyakan locus delicti kejadian. Mereka mempertanyakan apakah tepat sidang ini digelar di PN Jakpus. — news.detik.com

  • Hafitd dan Syifa tak niat bunuh Ade Sara, hanya aniaya

    "Kematian di luar dugaan mereka, tidak ada niat pembunuhan, hanya penganiayaan," ujar Syafri di PN Jakarta Pusat. — www.merdeka.com

  • Hakim Tegur Pengacara Para Pembunuh Ade Sara

    Hakim Tegur Pengacara Para Pembunuh Ade Sara

    Lagi-lagi, sidang harus ditunda. — metro.news.viva.co.id

Berita Lain