5 Ancaman pasar bebas ASEAN 2015 bagi Indonesia

www.merdeka.com — Jum'at, 14 Maret 2014 06:00 — Pemerintah tak akan mundur atau menunda keterlibatan dalam liberalisasi barang dan jasa tersebut.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • BCA Sabet Penghargaan Bank Terbaik di Indonesia

    PT BANK CENTRAL ASIA Tbk (BCA) menyabet penghargaan Best Bank in Indonesia dalam ajang Euromoney Awards for Excellence (Asia) 2014. — ekonomi.metrotvnews.com

  • AGRI tak mau disalahkan soal bocornya gula rafinasi di pasar

    Temuan rembesnya gula rafinasi tidak terkait industri gula skala besar atau dari pabrik gula. — www.merdeka.com

  • GE Fokus Kembangkan Pasar Baru

    Senior Vice President dan Chief Marketing Officer GE Beth Comstock mengatakan, para pemimpin kini mulai menganut model baru dan terus berinovasi terhadap bisnis mereka. — economy.okezone.com

  • Dua Hasil Tambang RI Jadi Penentu Pasar Dunia

    Dua Hasil Tambang RI Jadi Penentu Pasar Dunia

    Indonesia memiliki dua hasil tambang yang dapat mempengaruhi pasar dunia. Kedua hasil tambang itu adalah timah dan nikel.Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) R Sukhyar menyebutkan, jika produsen timah di Bangka Belitung menghentikan produksi maka industri dunia akan terganggu."Kita punya dua logam yang menentukan pasar dunia, tapi kita tidak pernah kita sadar," kata Sukhyar dalam forum diskusi Kadin, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (22/4/2014).Sukhyar menuturkan, barang tambang yang kedua adalah nikel. Kebijakan larangan ekspor mineral mentah yang ditetapkan pemerintah Indonesia sejak 12 Januari 2014, membuat harga nikel di pasar internasional melambung tinggi."Awal tahun harganya US$ 13 ribu per ton, naik sampai US$ 21 ribu per ton. Makanya sekarang penambang yang punya nikel kipas-kipas dia," paparnya.Meski banyak diprotes, Sukhyar mengakui, kebijakan yang diambil pemerintah bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri."Sebanyak 30 pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel dibangun. Bauksit ada delapan, ini menggembirakan," tuturnya.Menurut Suhkyar, pelaksanaan kebijakan larangan ekspor mineral juga melahirkan kreativitas. Hal itu terbukti dengan adanya smelter skala kecil yang dibangun salah satu perguruan tinggi Indonesia."ITS sudah membuat smelter sekala kecil. Teman pengusaha sudah mampu mengekstrak logam yang dicadangkan ada cooper, ada timah. Jadi dengan adanya UU ini memaksa orang untuk berfikir," pungkasnya. (Pew/Ndw) — bisnis.liputan6.com

  • Ekonom: Prabowo tolak Pilpres bikin ketidakpastian pasar

    Setelah penetapan KPU, pasar akan kembali tenang. — www.merdeka.com

  • Pidato Prabowo Rusak Citra Indonesia di Mata Investor

    Pidato calon presiden Prabowo Subianto yang menolak keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dianggap merusak citra Indonesia di mata dunia, pengusaha, dan investor asing. — ekonomi.metrotvnews.com

  • CT Minta Pelaku Pasar Tenang

    REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung meminta para pelaku pasar tetap tenang dan tidak mengambil langkah spekulatif terkait kondisi perpolitikan saat ini, setelah salah satu capres mengundurkan diri dari... — www.republika.co.id

  • Asosiasi Bantah Anggotanya Rembeskan Gula Rafinasi Impor ke Pasar

    Asosiasi Bantah Anggotanya Rembeskan Gula Rafinasi Impor ke Pasar

    Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) membantah bahwa anggotanya melakukan perembesan gula rafinasi ke pasaran. Akibat adanya perembesan ini, harga gula konsumsi di pasaran anjlok beberapa waktu lalu.Ketua Umum AGRI Wisnu Wisnu Prayit menyatakan, industri yang menjadi anggota dari AGRI tidak pernah melakukan perembesan gula rafinasi seperti yang hangat dibicarakan beberapa waktu lalu."Kami tidak pernah jual langsung ke pasar, kami menjual gula rafinasi melalui distirubutor," ujarnya di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2014).Menurut Wisnu, perembesan jenis gula ini kemungkinan terjadi pada usaha skala mikro dan kecil seperti produsen kue skala mikro."Gula ini kan juga disalurkan ke produsen makanan dan minuman. Mungkin sanalah terjadi rembesan. Misalnya tukang kue atau martabak, dia kan beli satu karung, namun ternyata setelah proses produksi kebutuhannya itu tidak banyak. Sisanya itu kan bisa dijual, bahkan mungkin lebih menguntungkan. Hal ini lah yang susah dibuktikan," katanya.Dengan demikian, Wisnu menyatakan bahwa pihaknya sendiri tidak bisa membantah atau membenarkan bahwa gula rafinasi ini mengalami rembesan. Namun diharapkan hal ini tidak menganggu impor untuk kebutuhan industri besar."Makanya apakah saya akui rembesan atau tidak, saya tak tahu, Kalau kami sengaja rembeskan sih tidak ," tandasnya. (Dny/Gdn) — bisnis.liputan6.com

  • Indonesia Siap Hadapi Gugatan Newmont!

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minerba mengaku posisi pemerintah saat ini menanggapi gugatan arbitrase PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang ditujukan kepada pemerintah Indonesia. — economy.okezone.com

  • Catatan Kadin Jelang Berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN

    Catatan Kadin Jelang Berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN

    Perlu diingat, RI punya pengalaman pahit dalam ACFTA Partnership. — bisnis.news.viva.co.id

  • Pasar Merespons Negatif Sikap Prabowo

    Pasar Merespons Negatif Sikap Prabowo

    Pelaku pasar merespons negatif dari pernyatan sikap calon presiden Prabowo Subianto terhadap hasil pemilihan Presiden (Pilpres). Hal ini terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin tertekan pada perdagangan saham Selasa (22/7/2014).Pada pukul 14.50 WIB, gerak IHSG semakin tertekan dengan melemah 112,95 poin atau sekitar 2,2 persen ke level 5.015,39. Indeks saham LQ45 turun 1,5 persen ke level 868,08.Laju IHSG sempat menguat ke level 5.141,96 pada awal perdagangan saham. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.155,03 dan level terendah 5.014,01.IHSG tertekan ini juga didorong dari 260 saham melemah. Sementara itu, 52 saham menguat dan 68 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 232.250 kali dengan volume perdagangan saham 8,23 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 7,34 triliun pada pukul 15.11 WIB.Berdasarkan data RTI, sepuluh sektor saham berada di zona merah. Sektor saham infrastruktur turun 1,97 persen, lalu sektor saham perkebunan melemah 1,92 persen, dan sektor saham konstruksi tergelincir 1,89 persen. Investor asing dan lokal sama-sama melakukan aksi beli dan aksi jual bersih.Sejumlah analis menilai, IHSG tertekan karena aksi jual oleh pelaku pasar. Apalagi setelah Prabowo Subianto menyatakan sikapnya terhadap pemilihan Presiden 2014."Penurunan indeks saham ini karena lebih kepada aksi ambil untung. Kalaupun tidak ada gugatan juga cenderung terkoreksi karena sudah terdiskon dengan indikasi kemenangan calon presiden nomor urut dua Joko Widodo," ujar pengamat pasar modal Reza Priyambada.Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo mengatakan, pelaku pasar merespons negatif dari pernyataan sikap Prabowo Subianto menolak pemilihan Presiden 2014. Saat ini pelaku pasar menunggu sikap dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)."Kalau pihak kalah tidak menerima itu biasa saja. Jadi sekarang tinggal menunggu wasit siapa yang memenangkan pemilihan umum. Saat ini semua tergantung KPU dan SBY," kata Satrio.Selain itu, Satrio juga optimistis kalau setelah pemilihan umum kondisi keamanan Indonesia akan baik. Hal itu mengingat ada jaminan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Oleh karena itu, ia menilai reaksi pasar terlalu berlebihan.Satrio mengatakan, bila indeks saham tertekan di bawah level 5.000 maka itu memberikan sentimen negatif untuk bursa saham. "Kalau IHSG tutup di bawah 5.000 maka itu sinyalnya jelek. IHSG akan berada di kisaran 4.998-5.008," ujar Satrio.Calon presiden nomor urut satu Prabowo Subianto mengatakan, pemilu Presiden 2014 cacat. Dalam pelaksanaan pemilihan Presiden, timnya banyak menemukan pelanggaran dan kecurangan.Dia mengatakan, penilaian bahwa pilpres cacat berdasarkan tinjauan yang dilakukan timnya terhadap perkembangan situasi yang dihadapi oleh negara dan bangsa terutama terhadap hasil pilpres 2014."Kami menemukan beberapa hal yang memperlihatkan cacatnya pilpres 2014 sehingga hilang hak-hak demokrasi rakyat Indonesia, karena itu pilpres oleh KPU bermasalah dan bertentangan dengan UUD 45," kata Prabowo saat memberikan keterangan di Rumah Polonia."KPU tidak adil dan tidak terbuka. Banyak aturan main dibuat tapi dilanggar sendiri," tegas Prabowo.(Ahm/) — bisnis.liputan6.com

  • Rajin Impor Jadi Magnet Investor ke Indonesia

    Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengatakan, investor asing tertarik menanamkan modalnya di Indonesia karena pola impor yang diterapkan Indonesia. — economy.okezone.com

  • Menjelang Pasar Bebas ASEAN, RI Punya Pengalaman Pahit dengan Tiongkok

    Menjelang Pasar Bebas ASEAN, RI Punya Pengalaman Pahit dengan Tiongkok

    Indonesia akan menghadapi ASEAN Economic Community/AEC/MEA atau pasar bebas ASEAN tahun 2015. Namun Indonesia punya pengalaman pahit dengan Tiongkok. — finance.detik.com

  • Arab Saudi Buka Pasar Modal untuk Investor Asing

    REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Arab Saudi akan membuka kesempatan bagi investor asing untuk mengakses pasar modal negara minyak terbesar Timur Tengah tersebut. Upaya ini dilakukan sebagai langkah diversifikasi ekonomi oleh... — www.republika.co.id

  • Pengusaha Bantah Rembeskan Gula Rafinasi ke Pasar

    Pengusaha Bantah Rembeskan Gula Rafinasi ke Pasar

    Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) membantah jika anggotanya melakukan perembesan gula rafinasi ke pasaran. Akibat adanya perembesan ini, harga gula konsumsi di pasaran anjlok beberapa waktu lalu. Ketua Umum AGRI Wisnu Prayit mengatakan industri-industri yang menjadi anggota dari AGRI tidak pernah melakukan perembesan gula rafinasi seperti yang hangat dibicarakan beberapa waktu lalu. "Kami nggak pernah jual langsung ke pasar, kita menjual gula rafinasi melalui distributor," ujarnya di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2014). Menurut Wisnu, perembesan jenis gula ini kemungkinan terjadi pada usaha skala mikro dan kecil seperti produsen kue skala mikro. "Gula ini kan juga disalurkan ke produsen makanan dan minuman. Mungkin sanalah terjadi rembesan. Misalnya tukang kue atau martabak, dia kan beli satu karung, namun ternyata setelah proses produksi kebutuhannya itu nggak banyak. Sisanya itu kan bisa dijual, bahkan mungkin lebih menguntungkan. Hal ini lah yang susah dibuktikan," katanya. Dengan demikian, Wisnu menyatakan tidak bisa membantah atau membenarkan bahwa gula rafinasi ini mengalami rembesan. Namun diharapkan hal ini tidak menganggu impor untuk kebutuhan industri besar. "Makanya apakah saya akui rembesan atau nggak, saya nggak tahu. Kalau kami sengaja rembeskan sih nggak," tandasnya. (Dny/Nrm) — bisnis.liputan6.com

Berita Lain