5 Ancaman pasar bebas ASEAN 2015 bagi Indonesia

www.merdeka.com — Jum'at, 14 Maret 2014 06:00 — Pemerintah tak akan mundur atau menunda keterlibatan dalam liberalisasi barang dan jasa tersebut.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • Kadin Nilai Sosialisasi Pasar Bebas 2015 Masih Kurang

    Kadin mengungkapkan bahwa sosialisasi pemerintah terhadap Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 masih minim. — economy.okezone.com

  • Susahnya Produk RI Tembus Pasar Jepang

    Susahnya Produk RI Tembus Pasar Jepang

    Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang (IJEPA) yang berlangsung sejak tujuh tahun lalu diharapkan mampu memberi keuntungan bagi kedua negara. Namun seiring berjalannya waktu, liberalisasi perdagangan dalam kerangka perjanjian ini justru masih mempersulit produk dalam negeri menembus pasar Jepang.Menurut Peneliti dan Penulis Buku Dalam Bayangan Matahari Terbit, Shanti Darmastuti, harapan Indonesia terhadap peningkatan ekspor produk ke Jepang paska penandatanganan EPA pupus."Di sektor perdagangan, memang Jepang mempermudah kita dengan menurunkan tarif bea masuk, tapi Jepang juga memberlakukan kebijakan non tarif kepada produk kita jadi tetap saja sulit masuk ke pasar Jepang," tegas dia dalam acara Bedah Buku di Jakarta, Jumat (24/10/2014).Sebagai contoh, kata Shanti, permintaan Negeri Sakura itu terhadap produk pertanian sayur dan buah-buahan dari Indonesia sangat tinggi. Namun, sambungnya, negara ini tak sanggup meladeni permintaan tersebut karena terbentur persoalan domestik, seperti infrastruktur, peraturan dan sebagainya.Lebih jauh dijelaskan dia, EPA tidak membuat kualifikasi standar yang menjadi hambatan nontarif di Jepang, seperti untuk ekspor produk kayu lapis, komponen otomotif, kopi dan sebagainya."Ekspor kayu misalnya kita kesulitan soal standarisasi ukuran dan bahan sehingga mempersulit pengusaha lokal. Produk kopi kita pun sulit masuk ke Jepang karena ada standarnya ambang pestisida," tutur Shanti.Jepang, tambah dia, sangat memperhatikan standar kualitas dan keamanan tinggi untuk produk makanan serta minuman. Hal ini yang masih sulit dipenuhi produsen di Tanah Air mengingat banyak produsen lokal yang menggunakan pestisida maupun bahan kimia dalam pengolahan produk mereka.Di buku Dalam Bayangan Matahari Terbit, Shanti menuliskan, sistem pengenalan residu pestisida yang diterapkan pemerintah Jepang sejak Mei 2006 sangat menyulitkan. Dalam sistem ini ditetapkan ambang batas ketat sekira 50 ribu residu kimia dalam 734 jenis pestisida."Ini kondisi realita yang ada di Indonesia. Mau tidak mau pemerintah harus bekerja keras mengatasi kesulitan tersebut," tandas Shanti. (Fik/Ahm) — bisnis.liputan6.com

  • Brasil Tuntut Indonesia Terkait Perdagangan Ayam

    Brasil laporkan Indonesia ke World Trade Organization (WTO) terkait proteksi perdagangan ayam. — economy.okezone.com

  • Jala Ipam, French Fries Pertama Indonesia

    REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pusat Penelitian Sumberdaya Genetik dan Bioteknologi (PPSBH) Institut pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan PT Amanah dan CV BA Farm mengembangkan varietas baru kentang untuk kebutuhan kentang... — www.republika.co.id

  • Sumitomo Ekspansi Solusi IT 500.000 Dolar AS di Indonesia

    Sumitomo Ekspansi Solusi IT 500.000 Dolar AS di Indonesia

    Dengan NSSMS pelanggan di 12 kota di enam negara dapat terkait dengan pembentukan NSSOL Indonesia — www.tribunnews.com

  • BI: Inflasi Oktober 2015 Tertinggi dalam Lima Tahun Terahir

    BI: Inflasi Oktober 2015 Tertinggi dalam Lima Tahun Terahir

    Bank Indonesia (BI) memperkirakan laju inflasi pada bulan Oktober tahun ini akan sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan inflasi bulan yang sama dalam lima tahun terahir.Gubernur BI, Agus Martowardojo mengungkapkan, bank sentral memperkirakan angka inflasi pada Oktober ini tinggi karena dalam survei yang dilakukan oleh BI, angka inflasi pada minggu kedua bulan Oktober relatif tinggi."‎Inflasi di minggu kedua Oktober masih di kisaran 0,4 persen, dibandingkan di 5 tahun terakhir yang ada di kisaran 0,16 persen," kata Agus di Komplek Gedung Bank Indonesia, Jumat (24/10/2014).Mantan Menteri Keuangan itu menjelaskan, tingginya angka inflasi tersebut lebih di dorong oleh faktor klasik dimana terjadi kenaikan harga di sejumlah bahan pangan.Dari sejumlah kenaikan harga bahan pangan yang paling menonjol menurut Agus adalah dari cabai. "Itu harus mendapatkan perhatian dan ini seluruh Indonesia ada kebutuhan yang membuat kenaikan harga cabai, nanti bisa menekan inflasi kita," papar Agus.‎Adapun kenaikan beberapa harga bahan pangan tersebut lebih disebabkan kondisi cuaca yang panas, dampak El Nino, juga termasuk ada faktor ledakan Gunung Sinabung.‎"Nanti kami lihat hasil survei minggu ketiga dan keempat, tetapi secara umum inflasi menunjukan ada tekanan dalam beberapa hal,"‎ pungkas Agus. (Yas/Gdn) — bisnis.liputan6.com

  • Jokowi Harus Realisasikan Kartu Indonesia Sehat & Pintar

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus merealisasikan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) — economy.okezone.com

  • Michelin Indonesia Perkenalkan Ban Generasi   Baru Buat Mobil Supersport dan SUV

    Michelin Indonesia Perkenalkan Ban Generasi Baru Buat Mobil Supersport dan SUV

    Ban Michelin di seluruh dunia telah memenuhi semua kriteria yang diperlukan dalam mewujudkan performa serta pengalaman berkendara terbaik — www.tribunnews.com

  • 3 Provinsi Tetapkan Upah Minimum Provinsi 2015

    3 Provinsi Tetapkan Upah Minimum Provinsi 2015

    Dari 34 provinsi di Indonesia, hingga saat ini, telah ada 3 provinsi yang telah menetapkan besar Upah Minimum Provinsi (UMP) 2015. Provinsi tersebut antara lain, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat dan Maluku.Direktur Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Wahyu Widodo mengatakan, provinsi lainnya belum menetapkan karena masih melakukan perhitungan di Dewan Pengupahan masing-masing daerah."Yang sudah keluarkan SK (Surat Keputusan) baru ada 3 provinsi. Sedangkan yang lain masih proses," ujar Wahyu saat berbincang dengan Liputan6.com di Kantor Kemenakertrans, Jakarta Selatan, Jumat (24/10/2014)Kenaikan besaran UMP dari ketiga provinsi yang telah melakukan penetapan tersebut berbeda-beda mulai dari 10 persen hingga 18 persen lebih.Seperti untuk Kalimantan Tengah, besaran UMP 2015 telah ditetapkan melalui SK Nomor 29 Tahun 2014 per tanggal 25 Agustus 2014 yaitu Rp 1.896.367 atau naik 10 persen dari UMP 2014 yang sebesar Rp 1.723.970 dengan perhitungan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) 2015 sebesar Rp 2.254.000 atau meningkat 8 persen dari KHL 2014 sebesar Rp 2.087.000.Provinsi kedua yang telah menetapkan UMP 2015 yaitu Sulawesi Barat melalui SK Gubernur GGH Tahun 2014 per tanggal 14 Oktober 2014 yaitu sebesar 1.655.500 atau meningkat 18,25 persen dari UMP 2014 yang sebesar Rp 1.400.000. Sedangkan besaran KHL-nya yaitu Rp 1.981.507 atau naik 3,23 persen dari KHL 2014 yang sebesar Rp 1.919.487.Dan ketiga, Provinsi Maluku melalui SK Gubernur Nomor 228 Tahun 2014 per tanggal 16 Oktober 2014 yaitu sebesar Rp 1.650.000 atau meningkat 16,61 persen dari UMP 2014 sebesar Rp 1.415.000. Sedangkan besaran KHL 2015 sebesar Rp 2.197.450 atau meningkat 1,81 persen dari KHL 2014 sebesar Rp 2.158.469.Untuk provinsi lain, diharapkan sudah dapat menetapkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) sebelum 1 November 2015 agar pada tanggal tersebut semua provinsi dapat mengumumkan resmi."Kami masing tunggu sampai 1 November 2015, nanti akan diumumkan secara serentak," tandasnya. (Dny/Ahm) — bisnis.liputan6.com

  • Upaya BEI Dorong Perusahaan Tambang Masuk Pasar Modal

    Upaya BEI Dorong Perusahaan Tambang Masuk Pasar Modal

    Bursa Efek Indonesia (BEI) memperlonggar dan memberikan peluang bagi perusahaan tambang mineral dan batu bara untuk mencatatkan saham perdana di pasar modal Indonesia dalam rangka mencari pendanaan.Hal itu tertuang dalam keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00100/BEI/10-2014 perihal Peraturan Nomor I-A-1 tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan oleh perusahaan di pertambangan mineral dan batu bara.Peraturan ini berlaku efektif pada 1 November 2014. Otoritas bursa mengharapkan dengan aturan ini dapat memberikan kemudahan bagi perusahaan pertambangan mineral dan batu bara yang sudah mendapat izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi dari instansi berwenang, baik belum berproduksi maupun perusahaan yang sudah sampai pada tahap penjualan.Akan tetapi Perusahaan ini belum mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendanaan dari pasar modal. Adapun bagi perusahaan tercatat di pertambangan mineral dan batu bara y sebelum diberlakukannya peraturan ini diberikan masa transisi untuk memenuhi persyaratan terkait dengan direktur yang memiliki keahliaan di bidang teknik pada 1 Juli 2015.Beberapa pokok aturan ini antara lain calon perusahaan tercatat adalah perusahaan pertambangan mineral dan batu bara atau induk yang memiliki perusahaan terkendali yang bergerak di bidang mineral dan batu bara.Lalu calon perusahaan tercatat atau perusahaan terkendali dari calon perusahaan tercatat harus memiliki izin usaha pertambangan operasi produksi atau izin usaha pertambangan khusus operasi produksi dan bisa dalam sejumlah kondisi. Hal itu antara lain telah menjalankan tahapan penjualan. Lalu perusahaan telah melaksanakan tahapan produksi namun belum sampai penjualan. Kemudian belum memulai tahapan operasi produksi.Beberapa persyaratan lainnya yaitu jumlah aset berwujud bersih dan biaya eksplorasi yang ditangguhkan sejumlah Rp 100 miliar untuk papan utama, Rp 5 miliar untuk papan pengembangan.Lalu perusahaan tersebut memiliki paling kurang 1 direktur yang memiliki keahliaan dengan latar belakang teknik dan pengalaman kerja di pertambangan paling kurang 5 tahun dalam 7 tahun terakhir.Selain itu memiliki cadangan terbukti dan terkira berdasarkan laporan pihak kompeten, memiliki sertifikat clear and clean, dan memiliki studi kelayakan.Di samping itu, calonperusahaan pertambangan mineral dan batu bara tercatat tetap harus memenuhi ketentuan yang diatur dalam peraturan Nomor I-A tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan perusahaan tercatat serta peraturan yang diterbitkan oleh instansi berwenang. (Ahm/) — bisnis.liputan6.com

  • Pertamina Harus Ditunjuk Jadi Pemain Utama Pengelolaan Gas di Indonesia

    Pertamina Harus Ditunjuk Jadi Pemain Utama Pengelolaan Gas di Indonesia

    Kebijakan gas nasional sebagai komoditas strategis harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintahan baru — www.tribunnews.com

  • OJK Berharap UU Lembaga Keuangan Mikro Terbit 2015

    OJK Berharap UU Lembaga Keuangan Mikro Terbit 2015

    Untuk menumbuhkembangkan ekonomi masyarakat, terutama di daerah. — bisnis.news.viva.co.id

  • Mayoritas pemuda Indonesia belum melek MEA

    Pemuda menjadi tumpuan negara untuk menghindari serbuan produk asing saat pasar bebas ASEAN mendatang. — www.merdeka.com

  • AirAsia Indonesia Berikan Beasiswa Teknik Penerbangan

    AirAsia Indonesia Berikan Beasiswa Teknik Penerbangan

    AirAsia Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama dengan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug untuk program beasiswa — www.tribunnews.com

  • Jejak Mahendra Siregar di Perekonomian Indonesia

    Mahendra Siregar telah mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). — economy.okezone.com

Berita Lain
  • 4 Alasan Jalan Kaki Lebih Baik Daripada Lari

    4 Alasan Jalan Kaki Lebih Baik Daripada Lari

    Berolahraga dengan jalan kaki ternyata punya manfaat lebih dibandingkan dengan lari. Jika berbicara tentang berlari dapat lebih cepat membakar kalori itu benar. Namun, ada sisi lain yang menjelaskan bahwa berjalan kaki dapat lebih baik dibandingkan berlari.Seorang dokter di Downtown Toronto sekaligus instruktur kebugaran bernama dokter Diane Bedrossian, MD menjelaskan alasan jalan kaki lebih baik daripada lari seperti dilansir Canadian Living, pada Kamis (2/10/2014).Berjalan kaki lebih baik daripada lari1. Risiko cedera saat berjalan kaki lebih kecil dibandingkan lari"Sekitar setengah pelari yang rutin melakukan aktivitas ini melaporkan cedera setiap tahunnya," terang Bedrossian. Sebagian besar cedera paling banyak pada area lutut. Biasanya hal ini disebabkan oleh intensitas lari, alas kaki yang digunakan, hingga teknik individu berlari.2. Berjalan kaki bisa dilakukan oleh segala umurSaat muda pasti untuk melakukan olahraga dengan berlari adalah hal yang mudah. Namun saat terkena cedera atau saat usia tua berlari merupakan hal yang tidak mudah dilakukan. Berbeda dengan berjalan kaki yang bisa dilakukan secara berkelanjutan baik usai cedera maupun saat lanjut usia. 3. Berjalan kaki tingkatkan kesehatan mentalBerjalan ternyata bermanfaat bagi mental dan emosional pelakunya, bahkan para ahli menyamakan berjalan kaki seperti meditasi.Berjalan kaki dapat meningkatkan kadar serotonin dan neurotransmitter lain yang membantu meningkatkan suasana hati .4. Berjalan kaki cegah penyakit datangDokter Berossian menguraikan manfaat bahwa berjalan kaki sebagai cara untuk mencegah hadirnya osteoporosis. Berjalan kaki sebagai bentuk latihan menahan beban latihan pada ototok kaki.Selain itu, berjalan kaki pun bisa membantu mengatasi kecemasan dan kelelahan, cegah Alzheimer dan peningkatan kualitas hidurp sercara keseluruhan. Tak berhenti disitu, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of American Heart Association menyatakan bahwa berjalan kaki dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dengan hasil yang lebih baik dibandingkan pelari. — health.liputan6.com

  • 141 Perlintasan di Cirebon Tak Berpalang Pintu dan Tanpa Petugas

    141 Perlintasan di Cirebon Tak Berpalang Pintu dan Tanpa Petugas

    perlintasan rel kereta api Daop III, termasuk Kota dan Kabupaten Cirebon, memiliki sebanyak 212 perlintasan. — www.tribunnews.com

  • Di lokasi ini Jokowi kemungkinan umumkan nama menteri

    Awalnya Jokowi akan umumkan nama menteri semalam, tapi batal. — www.merdeka.com

  • Mantan Pejabat Ingatkan AS Sedang Hancurkan Dunia

    REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Paul Craig Roberts, mantan Wakil Menteri Keuangan Amerika Serikat memperingatkan negaranya berhati-hati dalam mengambil kebijakan, kalau tidak dikhawatirkan dapat menghancurkan dunia.Dalam "Washington is destroying the world"... — www.republika.co.id

  • Genjot Ekspor, Jokowi Akan Berdayakan Dubes

    Genjot Ekspor, Jokowi Akan Berdayakan Dubes

    Presiden terpilih Joko Widodo berkeinginan untuk terus mendorong ekspor Indonesia. Salah satu langkahnya adalah memanfaatkan para diplomat Indonesia di luar negeri. — finance.detik.com