[VIDEO] Atraksi Unik Musik Alat Dapur di Solo

[VIDEO] Atraksi Unik Musik Alat Dapur di Solo
news.liputan6.com — Sabtu, 15 Maret 2014 07:32 — Di Solo, Jawa Tengah, terdapat sebuah komunitas yang mampu mengaransemen lagu dengan menggunakan alat-alat dapur.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
Berita Lain
  • Harry Styles dan Emma Watson, Mungkinkah Mereka Pacaran?

    Banyak yang menginginkan agar Harry Styles dan Emma Watson benar-benar menjadi sepasang kekasih. Apa alasannya? — www.kapanlagi.com

  • Jadi Germo, Siswi SMA Jual Teman

    Seorang siswi SMA di Gresik Jawan Timur INY (16) dibekuk polisi lantaran menjual dua temannya kepada pria hidung belang. — news.okezone.com

  • Jokowi Bakal Tingkatkan Kemitraan dengan China

    Jokowi Bakal Tingkatkan Kemitraan dengan China

    Anggota DPR Fraksi Partai NasDem Prananda Paloh mengatakan, kemitraan Indonesia dengan Tiongkok merupakan kemitraan paling strategis di kawasan Asia-Pasifik. Meski ada 14 negara lain yang juga turut menjalin kemitraan strategis dengan Indonesia.Karenanya, dia optimistis Presiden Joko Widodo atau Jokowi dapat membawa hubungan kemitraan Indonesia-Tiongkok kian berkembang pesat. Bukan sekadar untuk saat ini, melainkan juga untuk ke depannya."Saya optimistis di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo ini hubungan kemitraan dengan Tiongkok dapat berkembang pesat," ujar Prananda di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2014).Prananda yang hari ini akan menerima delegasi parlemen Tiongkok di Gedung DPR itu mengatakan, hubungan kemitraan strategis Indonesia juga sejalan dengan kebijakan politik luar negeri bebas dan aktif dalam menjalin hubungan dengan berbagai negara lain di Asia-Pasifik. Salah satunya dengan Tiongkok yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia, sementara Indonesia terbesar di Asia Tenggara."Diharapkan melalui kemitraan strategis komprehensif yang berjalan baik selama ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan kedua negara dan menjaga stabilitas perekonomian regional dan global," ujar Prananda.Prananda menambahkan, meski kemitraan strategis Indonesia-Tiongkok dideklarasikan pada 2005 lalu, namun sesungguhnya kemitraan kedua negara telah berjalan baik jauh sebelumnya. Bahkan, kata dia, belakangan hubungan kedua negara terus menunjukkan peningkatan. Karena masih banyak ruang yang masih dapat dikembangkan dalam kemitraan antara Indonesia dan Tiongkok.Di bidang perdagangan misalnya, lanjut dia, Indonesia memasang target pencapaian sebesar US$ 80 miliar pada 2015 mendatang. Di bidang ini, Indonesia dapat menggenjot sektor pertaniannya untuk di ekspor ke Tiongkok. "Karena di sana masih membutuhkan impor pangan guna memenuhi kebutuhan nasional mereka," kata Anggota DPR yang duduk di Komisi I ini.Dia menambahkan, Indonesia saat ini bisa menikmati ponsel dan komputer produk Tiongkok. Namun, sebaliknya Tiongkok juga dapat menikmati beras, kopi, dan cokelat produk Indonesia.Selain itu, ada bidang lainnya yang bisa dikembangkan antara Indonesia-Tiongkok dalam hubungan kemitraan strategis keduanya. Antara lain bidang investasi, pariwisata, energi, dan pertahanan. (Oscar F/Ahm) — bisnis.liputan6.com

  • Pique: messi tidak seobsesif cristiano ronaldo

    Bek Barcelona, Gerrard Pique meyakini jika rekan setimnya, Lionel Messi tidak seobsesif bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. — www.bola.net

  • Diperiksa KPK, Ketum PPP Romi Ngaku Tak Kenal Gubernur Riau

    Diperiksa KPK, Ketum PPP Romi Ngaku Tak Kenal Gubernur Riau

    Ketua Umum PPP versi Muktamar di Surabaya, Muhammad [Romahurmuziy](2141982 "") merampungkan pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ([KPK](2133420 "")). Anggota DPR yang akrab disapa Romi itu diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengajuan revisi alih fungsi hutan Riau tahun 2014 ke Kementerian Kehutanan (Kemenhut).Romi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka pengusaha sawit Gulat Medali Emas Manurung dan [Gubernur Riau, Annas Maamun](2139473 "").Dia juga diketahui merupakan anggota DPR pada periode sebelumnya, tahun 2009-2014. Romi sempat menduduki posisi sebagai Ketua Komisi IV DPR. Salah satu ruang lingkup Komisi IV adalah meliputi bidang Kehutanan.Namun dia menyatakan, Komisi IV DPR tak mempunyai kewenangan soal ‎revisi alih fungsi kawasan hutan. Menurut dia, kewenangan itu berada di Kemenhut."Kalau mekanismenya, karena ini merupakan alih fungsi yang sifatnya parsial, ya Kemenhut," kata Romi di gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/12/2014).Romi menuturkan, perubahan kawasan hutan itu memiliki 2 kategori. Pertama itu untuk peruntukannya dan yang kedua perubahan fungsinya. Dia memaparkan, kewenangan perubahan fungsi itu murni berada di Kemenhut yang dulu dipimpin oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan. Sebab, Komisi IV tak memiliki kewenangan apapun terhadap perubahan fungsi hutan tersebut."Dan dalam persoalan di Riau ini yang terbesar adalah perubahan fungsi," ujar dia.Lantas apakah [Romi](2141873 "") pernah berkomunikasi dengan Annas? Dia mengaku sama sekali tak mengenal dan tak pernah bertemu dengan Annas."Tidak (pernah)," ujar mantan Sekretaris Jenderal DPP PPP itu.Sebelumnya, KPK menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus dugaan suap terkait Pengajuan revisi alih fungsi hutan Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau tahun anggaran 2014 ke Kementerian Kehutanan. Mereka adalah Gubernur Riau Annas Maamun dan seorang pengusaha kelapa sawit dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia di Provinsi Riau bernama Gulat Medali.Annas diduga menerima uang suap sebesar Rp 2 miliar dari Gulat. Gulat sendiri diketahui merupakan pengusaha kelapa sawit dan tercatat sebagai dosen di salah satu universitas di Riau. Annas yang merupakan politisi Partai Golkar itu disangkakan oleh KPK dengan Pasal 12 huruf a atau 12 huruf b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). ‎Sementara Gulat dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor.Penetapan tersangka ini merupakan hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan Satgas KPK pada Kamis 25 September 2014. Penangkapan itu dilakukan di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.‎ Saat penangkapan, selain uang Rp 2 miliar dalam bentuk pecahan rupiah dan dollar Singapura, [KPK](2132763 "") juga menyita uang lain dalam dollar Amerika Serikat sebesar US$ 300 ribu. — news.liputan6.com