Mario Mandzukic Menuju London

Mario Mandzukic Menuju London
www.tribunnews.com — Senin, 24 Maret 2014 13:54 — Saat ini, dua klub London, Arsenal dan Chelsea sedang menggelar perundingan dengan agen dia.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • Fabregas: Saya Tak Akan Tinggalkan London

    Gelandang Chelsea, Cesc Fabregas menyatakan bahwa ia akan sulit untuk pindah dari Kota London. — www.bola.net

  • Meriam London Turunkan Kiper Ketiga

    Absennya Ospina membuat Wenger menurunkan kiper ketiga, Emiliano Martinez saat The Gunners menghadapi Anderlecht. — bola.okezone.com

  • Terungkap, 4 Klub London yang Tolak Sterling

    Terungkap, 4 Klub London yang Tolak Sterling

    Karier Raheem Sterling rupanya tak semulus seperti di Liverpool sekarang. Sayap timnas Inggris itu pernah ditolak empat klub yang berbasis di London yakni Arsenal, Tottenham Hotspur, Chelsea, dan Fulham.Empat klub London di atas menganggap Sterling terlalu mahal dan tak punya keluarga yang jelas. Fulham sendiri sempat mengajukan tawaran resmi meski akhirnya dibatalkan."Arsenal, Chelsea, Tottenham, dan Fulham semua tahu kemampuan Sterling. Tapi mereka menganggap Sterling terlalu kecil dan mahal," kata pelatih tim junior QPR, Kevin Gallen seperti dilansir Express."Dulu saya ingin menahannya di QPR dan ingin mempromosikannya ke tim cadangan. Tapi akhirnya ia minta pergi, dan kami pun menerima tawaran Liverpool," ujarnya menambahkan.Sterling merupakan pemain binaan akademi Queens Park Rangers (QPR). Ia dibeli Liverpool pada era Rafael Benitez pada tahun 2010 dengan biaya transfer 600 ribu pound.Kini Sterling sendiri sudah menjadi bintang di Anfield. Ia sudah menyumbang 14 gol dari 65 laga di Liga Premier. Ia juga sudah 11 kali memperkuat timnas Inggris.Baca Juga:Lawan Anderlecht, Arsenal Andalkan 'Anak Kemarin Sore'Nasihat Berharga Petr Cech pada CourtoisVan Gaal Akui Buat Kesalahan Bodoh — bola.liputan6.com

  • Steve Bruce Memilih Naik Kereta Bawah Tanah London

    Steve Bruce Memilih Naik Kereta Bawah Tanah London

    Pelatih Hull City itu malah terlihat berada di dalam kereta bawah tanah di London, berdesak-desakkan bersama penumpang lainnya. — www.tribunnews.com

  • Meriam London Minus Koscielny

    Pelatih Arsene Wenger memastikan bahwa andalannya di lini bertahan, Laurent Koscielny absen saat Arsenal menjamu Hull City. — bola.okezone.com

  • Ladeni Spurs, Sagna masih terbawa spirit North London Derby

    Bacary Sagna mengaku sudah tak sabar untuk merumput di laga bigmatch Premier League pekan ke-8 yang mempertemukan Manchester City kontra Tottenham Hotspur, Sabtu (18/10) petang nanti. — www.bola.net

  • Welbeck Ceritakan Perbedaan Antara Manchester Dengan London

    Striker anyar Arsenal, Danny Welbeck menceritakan pengalaman yang dialami terkait kehidupan barunya di London. — www.bola.net

  • Bagi Walikota London, Perlu Tekel Brutal Untuk Hentikan Bocah 9 Tahun

    Sebuah kejadian menarik mewarnai pertandingan sepakbola yang melibatkan anak-anak dalam sebuah acara di tepi Sungai Thames, London baru-baru ini. — www.bola.net

  • Sami Khedira Berada Di London

    Sami Khedira Berada Di London

    Sami Khedira menghadiri satu acara dari Nike di London, Chelsea dan Arsenal pun bersiaga. — www.goal.com

  • Berada di London, Khedira Tinggalkan Madrid?

    Berada di London, Khedira Tinggalkan Madrid?

    Gelandang Real Madrid ini kemarin terlihat di London dalam acara Nike yang digelar di St George's Park. — selebrasi.com

  • Sami Khedira di London, Arsenal-Chelsea Rebutan

    Sami Khedira di London, Arsenal-Chelsea Rebutan

    Chelsea dan Arsenal bersaing mencaplok pemain internasional Jerman ini. — www.tribunnews.com

  • Apes! Tim Meriam London Kembali 'Kehilangan' Pemainnya

    REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Tim Meriaml London, Arsenal kembali 'kehilangan' pemainnya yang mengalami cedera, kali ini Thomas Rosicky yang masuk ruang perawatan. Rosicky mengalami cedera saat bertugas membela negaranya, Republik... — bola.republika.co.id

  • Wenger Ingin Oezil Jalani Pemulihan di London

    REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelatih Arsenal, Arsene Wenger memutuskan agar pemulihan cedera Mesut Oezil dilakukan oleh klub. Pemain 25 tahun tersebut baru saja melakukan pemindaian MRI untuk memastikan kondisi sang... — bola.republika.co.id

  • Cedera Ozil, Mimpi Buruk Meriam London

    “Saya pikir itu –cedera Ozil- sedikit mimpi buruk" — bola.okezone.com

  • Arsenal Pusing, Laurent Koscielny Pulang ke London Dalam Keadaan Cedera

    Arsenal Pusing, Laurent Koscielny Pulang ke London Dalam Keadaan Cedera

    Cederanya Koscielny semakin membuat panjang daftar pemain cedera Arsenal. — www.tribunnews.com

Berita Lain
  • Airbag Jelek, Takata dan Honda Dituntut

    Airbag Jelek, Takata dan Honda Dituntut

    Krisis recall airbag yang diproduksi oleh Takata Corp masih terjadi. Badan Keselamatan Lalu Lintas Nasional AS atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) memperluas recall itu menjadi 6,1 juta unit mobil di Amerika Serikat (AS). — oto.detik.com

  • Hentikan Seremonial, Saatnya Jokowi Tunjukan Kerja Nyata

    Presiden Jokowi diminta menghentikan seremonial politiknya. Sebab, kini rakyat menunggu kerja nyata Jokowi-JK. — news.okezone.com

  • Jorge Messi Jagokan Anaknya Sebagai Pesepakbola Terbaik Dunia

    Lionel Messi dijagokan ayahnya untuk menjadi pemain sepakbola terbaik duniaSOURCE: Jorge Messi Jagokan Anaknya Sebagai Pesepakbola Terbaik Dunia — www.sundul.com

  • Diego Costa Bantah Pengaruh Jose Mourinho Di Timnas Spanyol

    Diego Costa Bantah Pengaruh Jose Mourinho Di Timnas Spanyol

    Striker andalan Chelsea, Diego Costa, membantah keras adanya pengaruh Jose Mourinho terhadap dirinya di timnas Spanyol. — www.goal.com

  • Memaknai Kisah Perjalanan dalam `Haji Backpacker`

    Memaknai Kisah Perjalanan dalam `Haji Backpacker`

    "We travel, initially, to lose ourselves; and we travel, next, to find ourselves." ---Pico Iyer, Why We Travel-- Film ini, Haji Backpacker, rasanya sih salah satu film kita yang paling ambisius. Tengok saja posternya. Di bawah judulnya ada tagline, "9 Negara, Satu Tujuan." Kemudian dideretkan apa saja negara-negara yang ada di film ini: Indonesia, Thailand, Vietnam, China, India, Tibet, Nepal, Iran, dan Saudi Arabia.Promosi mencantumkan nama negara di poster bukan hal baru. Anda mungkin ingat, saat novel Habiburrahman Al Shirazy Ketika Cinta Bertasbih difilmkan (bagian satu rilis 2010), di posternya ada gambar piramida dan tulisan "Asli Mesir".Sebelum membahas filmnya, menarik untuk menelisik bagaimana sebuah film macam Haji Backpacker lahir.Yang pertama terlihat terang benderang adalah kebangkitan genre travel writing di ranah buku kita beberapa tahun terakhir. Jika Anda cermati, beberapa tahun terakhir ini, buku panduan wisata hadir bak cendawan di musim hujan. Buku semacam Lonely Planet tak sendirian lagi. Banyak penulis lahir dengan menulis buku panduan wisata dan belanja ke berbagai kota dan negara. Ada yang menulis panduan wisata ke Bandung, Yogyakarta, Malang, hingga Bali; ada pula yang membuat buku panduan bagaimana berwisata ke Singapura, Malaysia, Vietnam, atau Korea dan Jepang, bahkan berhaji, dengan murah meriah.Jika ditelisik gairah buku jalan-jalan ini dimulai oleh maskapai penerbangan yang menyediakan tiket pesawat murah. Dari sini keinginan orang jalan-jalan jadi lebih mudah terwujud. Lalu, muncul buku-buku panduan wisata.Namun demikiaan, travel writing pada akhirnya bukan lagi sebatas buku panduan wisata, ia juga menjadi kisah perjalanan penulisnya saat singgah di berbagai tempat. Dari sub-genre yang ini kemudian lahirlah buku-buku kisah perjalanan fenomenal macam seri The Naked Traveler-nya Trinity, wisata belanja ala Miss Jinjing, hingga kisah-kisah perjalanan Agustinus Wibowo ke negeri-negeri eksotik di Asia Tengah (Garis Batas).Asal-usul Kisah PerjalananKalau hendak dicari pangkal muasalnya, kisah perjalanan bahkan sudah lahir jauh sebelum Marco Polo menuliskan catatan perjalanannya menelusuri Jalur Sutra dari Italia ke Tiongkok pada abad ke-13 maupun Ibnu Batutah menjelajahi dunia Islam hingga ke Samudera Pasai di abad ke-14.Kisah perjalanan adalah cerita tertua tentang manusia. Bahkan sejak nenek moyang manusia lahir di Bumi, perjalanan menjadi bagian tak terpisahkan. Yang sedikit belajar tentang evolusi manusia, tentu mafhum nenek moyang kita muncul di Afrika dan kemudian menyebar ke penjuru Bumi dengan ya itu tadi, melakukan perjalanan.Kisah-kisah masyhur dari peradaban manusia paling awal pun sejatinya adalah cerita perjalanan. Kisah Gilgamesh, juga kisah Odyssey dari Homer, hakikatnya adalah narasi perjalanan: seorang tokoh harus menempuh sebuah perjalanan panjang dan penuh rintangan, untuk menemukan bahagia.Kisah Hercules menunaikan dua belas tugas besarnya, juga adalah sebuah narasi perjalanan. Si tokoh harus berjalan dari satu tempat, dan berakhir di tempat yang dituju. Pun epos Mahabharata dari India, adalah juga berisi antara lain berbagai kisah perjalanan di dalamnya (misalnya, saat Pandawa diasingkan ke hutan).`Road Movie` Rasa IndonesiaTerkait film, cerita perjalanan adalah sub-genre tersendiri dengan nama road movie. Dalam sinema kontemporer kita pasca 2000, sudah lahir beberapa road movie semisal Banyu Biru (2005), Tiga Hari untuk Selamanya (2008), hingga Rayya, Cahaya di Atas Cahaya (2012).Hanya saja, `Haji Backpacker` ini tampaknya lahir dari kegandrungan kita saat ini, membaca buku-buku catatan perjalanan. Boleh dikata, lewat film ini, apa yang sudah ditulis Agustinus Wibowo dan kawan-kawan, untuk pertama kalinya diterjemahkan ke dalam bahasa visual bernama film panjang.Di sini kemudian antara buku dan film menemukan perbedaannya yang esensial. Sebuah buku catatan perjalanan bisa meliuk-liuk menceritakan panjang lebar tentang sebuah kota atau negara beserta penduduknya. Film nyaris tak punya keistimewaan seperti itu. Film panjang yang merentang selama waktu pertunjukan dua hingga tiga jam harus punya benang merah cerita, plot atau alur kisah, konflik, maupun tokoh-tokohnya. Antara `Road Movie` dan Dokumentasi PerjalananMaka, tantangan terbesar film perjalanan berjudul `Haji Backpacker` adalah bagaimana mengawinkan eksotisme bertualang di sembilan negara sambil tetap fokus pada pengisahan tokoh dan konfliknya.Syahdan, di `Haji Backpacker` kita bertemu Mada (Abimana Aryasatya). Di awal film kita melihatnya terdampar di Thailand. Mada hidup hedonis. Kerjanya berpesta. Ia juga menjalin hubungan tanpa status dengan seorang perempuan Indonesia yang menjadi wanita penghibur di Thailand (diperankan Laudya Chintya Bella).Sebuah keributan dengan preman Thailand memaksa Mada meninggalkan negeri itu. Dari sini perjalanannya dimulai. Sebelumnya, ia diberitahu kalau ayahnya (Ray Sahetapy) meninggal saat beribadah di Tanah Suci.Mada memiliki hubungan yang renggang dengan ayahnya. Dari kilas balik hidupnya, kita melihat Mada ditinggal mati ibunya saat masih kecil. Saat dewasa, dia ditinggal wanita pilihannya tepat di hari pernikahannya. Cobaan hidup itu membuat Mada marah pada Tuhan. Ia meninggalkan Indonesia, keluarganya, dan terlunta-lunta di Thailand.Dari Thailand, Mada menyeberang ke Vietnam lalu ke Tiongkok. Di negeri tirai bambu itu, Mada tinggal sebentar di sebuah keluarga Tiongkok Muslim. Dari situ ia sempat bekerja sebagai pelayan toko, dan lalu hijrah ke India untuk bertemu seorang imam masjid. Dari India, Mada mengelana ke Tibet, Nepal, lalu menyeberang ke Iran. Di Iran dia ditangkap kelompok teroris, dicurigai sebagai mata-mata. Karena bisa membaca Al Quran, Mada selamat dan akhirnya bisa ke Mekkah.Antara `Road Movie` dengan Dokumentasi PerjalananPada hakikatnya, road movie adalah sebuah pencarian diri. Film jenis ini seolah punya aturan tak tertulis, saat mengelana dari kota ke kota atau dari negeri ke negeri, sang tokoh utama juga mengalami pendewasaan diri.`Haji Backpacker` tampaknya ingin menanamkan pakem itu. Mada, tokoh kita, tengah mengalami goncangan hidup. Ia menjauhi Tuhan karena diterpa berbagai masalah hidup. Namun, dalam perjalanan, Mada bertemu orang-orang yang mengajarinya tentang makna hidup.Persoalannya, begitu banyak negara yang Mada kunjungi. Dalam satu kurun waktu tak lebih dua jam, di layar harus terpampang perjalanan melewati sembilan negara. Di sini beratnya tugas penulis skenario Jujur Prananto dan sutradara Danial Rifki (juga ikut menulis bersama Jujur). Mereka harus membagi film tetap proporsional antara kisah perjalanan (road movie) dan dokumentasi perjalanan.Lebih susah lagi, di film ini Mada berjalan sendirian. Ia tak terlibat konflik dengan teman perjalanan. Konflik yang dialaminya adalah konflik batin. Hal ini yang membedakan `Haji Backpacker` dengan, misalnya, Le Grand Voyage (2004) yang berkisah tentang perjalanan menuju Mekkah yang dilakoni seorang ayah dan anak.Film yang disebut terakhir lebih memikat karena menuturkan konflik hubungan antara ayah dan anak yang tak akur. Haji Backpacker hendak juga menampilkan konflik itu sekilas. Tapi, sosok ayah Mada hanya muncul dalam mimpi. Saat kilas balik tak terlalu jelas mereka berkonflik karena apa. Mada pun tampak dirundung terlalu banyak persoalan. Namun, solusi yang disodorkan tampak terlalu enteng.Tengok misalnya, bagaimana akhirnya Mada bisa berdamai dengan kekasih yang meninggalkannya di hari pernikahan. Sang kekasih (Dewi Sandra) hanya muncul dalam mimpi untuk menjelaskan semuanya. Kalau untuk bermimpi saja sampai harus ke bertualang ke sembilan negara, mahal betul perjuangan Mada. Bukankah seharusnya dia mencari kekasihnya di Indonesia dan minta penjelasan langsung dari mulut si kekasih?Di luar hal-hal yang janggal di atas, `Haji Backpacker` adalah sebuah tontonan yang baik pada beberapa bagian. Konflik cinta dengan wanita penghibur Indonesia di Thailand adalah segmen terbaik film ini—yang sebetulnya bisa jadi film tersendiri. Lalu, sungguh menggetarkan saat Mada melihat deretan nisan tak bernama di Mekkah. Ia tak tahu yang mana kuburan ayahnya.Maka, kesimpulannya, `Haji Backpacker` mungkin akan lebih baik bila sedikit menurunkan ambisinya, tak harus memfilmkan perjalanan ke sembilan negara. Bila tiga atau lima negara saja cukup untuk menyuguhkan sebuah road movie yang utuh, kenapa tidak.** (Ade/Rul) — showbiz.liputan6.com