Tarif Baru Airport Tax RI Sejajar Bandara Luar Negeri

Tarif Baru Airport Tax RI Sejajar Bandara Luar Negeri
bisnis.liputan6.com — Minggu, 30 Maret 2014 21:03 — Kenaikan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau biasa disebut airport tax di lima Bandara oleh PT Angkasa Pura I menuai komentar beragam dari berbagai pihak. Kebijakan baru ini rencananya mulai berlaku pada 1 April besok.Dengan kebijakan barunya ini, penumpang pesawat akan dikenakan airport tax dengan besaran antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.?Wakil Sekjen Asosiasi Perusahaan Penjualan Tiket (Astindo) Pauline Suharno saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Minggu (30/3/2014), kenaikan tarif tersebut dianggap belum layak. Bandara yang dimiliki Indonesia dinilai belum memberikan fasilitas dan pelayanan sebaik bandara internasional di luar negeri. "Kenaikan ini saya rasa sangat besar untuk ukuran bandara di Indonesia. Seperti Balikpapan (Bandara Sepinggan) itu sampai Rp 200 ribu, kan berarti hampir sama dengan airport tax bandara-bandara di luar negeri. Ini kan berarti menjadi sekitar US$ 20, ini sama dengan bandara internasional lainnya seperti di Singapura yang sebesar US$ 20 atau Hongkong yang hanya US$ 16," tegas Suharno.Meski mengecam tingginya tarif airport tax, Pauline optimistis kebijakan ini tidak akan berdampak besar terhadap penurunan jumlah penumpang. Kenaikan airport tax memang hal yang tidak bisa dihindari oleh para pengguna jasa angkutan udara."Penumpang juga berpergian tidak melihat dari besarnya airport tax yang harus dibayar, apalagi untuk penumpang dengan tujuan bisnis. Kalau bagi mereka yang berlibur, mereka akan memilih destinasinya sendiri seperti dari hotel yang ada didaerah yang dituju, kemudian bagaimana kemudahan transprotasi didaerah tujuan wisata itu sendiri, hal-hal seperti itu yang dipikirkan oleh wisatawan," lanjutnya.Namun dengan kenaikan ini, pengelola Bandara mempunyai pekerjaan untuk memberikan pelayanan dan fasilitas sebaik bandara-bandara diluar negeri. Astindo pun mengusulkan agar pengenaan airport tax ini dimasukan pada besaran harga tiket untuk memudahkan penumpang.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • Layanan Listrik RI Lebih Efisien Dibanding Filipina dan India

    Layanan Listrik RI Lebih Efisien Dibanding Filipina dan India

    Pengamat Kebijakan Layanan Publik dari Universitas Indonesia (UI) Agus Pambagyo, mengapresiasi kesuksesan PT PLN (Persero) dalam hal melakukan efisiensi. Sejak beberapa tahun terakhir, PLN memang terus berkomitmen melakukan upaya efisiensi di segala lini.“Kita perlu mengapresiasi upaya efisiensi yang telah banyak dilakukan PLN, sehingga bisa berdampak baik bagi layanan ke pelanggan,” kata Agus Pambagyo seperti ditulis, Sabtu (20/12/2014).Berdasarkan catatan Bank Dunia, pelayanan listrik kepada masyarakat di Indonesia yang saat ini dikelola oleh PLN memang menunjukan efisiensi yang terus meningkat. Diharapkan, ke depan efisiensi yang dilakukan PLN terus makin membaik.PLN memang diketahui terus berupaya melakukan efisiensi dari semua aspek. Hingga akhir 2014, PLN telah melakukan upaya efisiensi di segala lini. Di sisi pengadaan barang, misal­nya, PLN kini menerapkan e-procurementdan joint procurement yang memungkinkan untuk mendapatkan harga beli lebih murah. Sementara terkait pasokan, terus berusaha memperkecil penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di pembangkit mereka.Selain dengan mengurangi tingkat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di pembangkit listrik, PLN juga melakukan efisiensi susut jaringan, yaitu dengan mengurangi energi listrik yang hilang selama proses pendistribusian dari pembangkit sampai ke konsumen.Pada tahun 2008, Bank Dunia mencatat susut jaringan energi listrik di Indonesia yang dikelola PLN rata-rata masih di kisaran 10,06 persen. Dengan upaya efisiensi, susut jaringan hingga pertengahan tahun 2013 tercatat sudah di posisi 9,3 persen hingga 9,4 persen.Besaran susut jaringan PLN tersebut masih jauh lebih efisien ketimbang Filipina, Brazil, dan India. Filipina pada 2008 masih di kisaran 12,6 persen, dan hingga pertengahan 2013 masih di angka 11,1 persen hingga -1,5 persen. Adapun susut jaringan listrik Brazil pada 2008 masih 16,6 persen, pada pertengahan 2013 masih di kisaran 16,5 persen. Sementara India, susut jaringan listrik pada 2008 sebesar 21,4 persen, dan pada pertengahan 2013 masih sebesar 21,1 persen.Dari sisi efisiensi operasi termasuk penggunaan bahan bakar, PLN jauh lebih efisien dibanding beberapa perusahaan listrik lain di dunia, seperti perusahaan listrik Malaysia, yaitu Tenaga Nasional Berhard (TNB) dan YTL Corporation, serta perusahaan listrik Thailand, EGAT.Sedangkan jika tidak memperhitungkan biaya bahan bakar, maka PLN masih lebih efisien dibanding perusahaan listrik TNB (Malaysia), EGAT (Thailand), YTL (Malaysia), FirstGen (Filipina), dan EDC (Kamboja). Untuk diketahui, biaya bahan bakar termasuk uncontrolable costbagi PLN lantaran dipengaruhi oleh nilai tukar, inflasi, dan harga minyak Indonesia (ICP).Hingga saat ini, PLN terus berupaya mendorong pengurangan porsi penggunaan BBM. Namun demikian, sebagai implikasi kuat komitmen melayani listrik ke wilayah-wilayah terpencil, porsi penggunaan BBM tidak dapat terus ditekan. Sebab, banyak wilayah terpencil dan pulau-pulau kecil yang hanya bisa dilayani dengan baik bila menggunakan pembangkit diesel yang berbahan bakar BBM. — bisnis.liputan6.com

  • Jokowi: Tahun 1970 RI Pernah Ekspor Sapi ke Hong Kong

    Jokowi: Tahun 1970 RI Pernah Ekspor Sapi ke Hong Kong

    Indonesia saat ini masih menggantungkan kebutuhan daging sapi dari negara lain. Tetapi kenyataannya di tahun 1970 Indonesia pernah mengekspor sapi. — finance.detik.com

  • Apa yang Dinanti Investor Inggris untuk Investasi di RI? Ini Kata Dubesnya

    Apa yang Dinanti Investor Inggris untuk Investasi di RI? Ini Kata Dubesnya

    Inggris akan meningkatkan investasi dan perdagangan di Indonesia. Namun, para penanam modal Inggris memilih wait and see. — finance.detik.com

  • Bangun Pembangkit Nuklir, Ekonomi RI Bisa Tumbuh

    Bangun Pembangkit Nuklir, Ekonomi RI Bisa Tumbuh

    Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menyatakan seluruh daerah berharap bisa membangun Pembangkit Listrik TenagaNuklir (PLTN). Dengan adanya proyek tersebut, kegiatan ekonomi di daerah akan meningkat cukup signifikan."Seluruh daerah mau (bangun PLTN) karena ada kegiatan ekonomi akan semakin bertumbuh pesat, pendapatan daerah meningkat, pertumbuhanekonomi naik dan pengangguran teratasi," ujar Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Dedy S Priatna di kantornya, Jakarta, Jumat (19/12/2014).Menurutnya, meski potensi PLTN sangat besar namun pembangunan PLTN tidak dapat dilakukan sembarangan. Melongok pengalaman Jepang di mana PLTN meledak akibat bencana alam."Perlu teknologi tinggi, sumber daya manusia teruji supaya nggak ada yang salah walaupun potensinya cukup untuk ribuan tahun. PLTN di Jepang saja bisa meledak," papar dia.Kendati demikian, pembangunan PLTN belum masuk dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Padahal dalamUndang-undang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, pembangunan PLTN harusnya sudah masuk dan mulai di sistem lima tahun ini.Menurut Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Dedy S Priatna, pemerintah daerah Belitung terus mempertanyakan kepastian pembangunanPLTN di Belitung. Pasalnya kajian atau studinya telah dilakukan di wilayah tersebut dengan rekomendasi dari PT Batan Teknologi."Sudah ada riset untuk program ini oleh Batan, seperti di Serpong. Hanya saja belum dipakai konsumen," terang dia.Lanjut Dedy, keharusan menggarap PLTN pada periode lima tahun ini sesuai dengan RPJPN justru terombang ambing dalam ketidakpastian. Alasannya karena terbentur persoalan politik."Itu keputusan politik. Nggak ada satupun yang berani memutuskan hal itu," tegasnya.Untuk itulah, sambung dia, Bappenas belum memasukkan proyek pembangunan PLTN dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka MenengahNasional (RPJMN) 2015-2019."Kami masih menunggu keputusan Presiden apakah jadi dibangun atau tidak. Dan sampai sekarang belum ada sinyal (setuju)," imbuh Dedy. (Fik/Ndw) — bisnis.liputan6.com

  • Ini Jurus Menkeu Buat Tarik Duit Masuk RI

    Ini Jurus Menkeu Buat Tarik Duit Masuk RI

    Guna menggenjot penerimaan negara yang ditargetkan oleh Presiden Joko Widodo, pemerintah dinilai perlu mempertimbangkan soal penerapan pengampunan pajak atau tax amnesti.Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengakui bahwa mekanisme ini diyakini mampu membawa uang kembali masuk ke Indonesia. Oleh sebab itu, konsep tersebut patut untuk dipertimbangkan."Tax Amnesti itu harus dipikirkan, karena itu yang langsung bisa membawa uang dari luar ke dalam. Kalau mau cara sekaligus," ujarnya di Sekretariat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Jakarta Selatan, Jumat (19/12/2014).Dia menilai langkah tersebut sebagai langkah ekstrem agar uang negara bisa kembali ke dalam negeri. "Kalau cara yang sedikit-dikit ya insentif tax, masalah produk inovatif, tetapi kalau mau yang sekaligus datang, ya itu dulu," lanjutnya.Meski demikian, kebijakan ini tidak bisa begitu saja diterapkan karena pemerintah harus terlebih dahulu merevisi aturan perundang-undangan terkait pajak."Itu harus didukung oleh Undang-undang (UU). Ya UU pajak yang harus direvisi," tandasnya. (Dny/Ndw) — bisnis.liputan6.com

  • Fitch Sebut Rendahnya Penetrasi Justru Penggerak Utama Pertumbuhan Asuransi di RI

    Premi asuransi Indonesia menyumbang 0,4 persen dari pasar global pada akhir 2013. — www.beritasatu.com

  • Nasib Proyek PLTN RI Ada di Tangan Jokowi

    Nasib Proyek PLTN RI Ada di Tangan Jokowi

    Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menyebut pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) seharusnya sudah masuk dalam sistem rencana pembangunan periode 2015-2019. Namun implementasinya terganjal keputusan politik.Menurut Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Dedy S Priatna, pemerintah daerah Belitung terus mempertanyakan kepastian pembangunan PLTN di Belitung. Pasalnya kajian atau studinya telah dilakukan di wilayah tersebut dengan rekomendasi dari PT Batan Teknologi."Dalam Undang-undang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, pembangunan PLTN harusnya sudah masuk dan mulai di sistem 2015-2019. Karena sudah ada riset untuk program ini oleh Batan, seperti di Serpong. Hanya saja belum dipakai konsumen," terang dia kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (19/12/2014).Lanjut Dedy, keharusan menggarap PLTN pada periode lima tahun ini sesuai dengan RPJPN justru terombang ambing dalam ketidakpastian. Alasannya karena terbentur persoalan politik."Itu keputusan politik. Nggak ada satupun yang berani memutuskan hal itu," tegasnya.Untuk itulah, sambung dia, Bappenas belum memasukkan proyek pembangunan PLTN dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019."Kami masih menunggu keputusan Presiden apakah jadi dibangun atau tidak. Dan sampai sekarang belum ada sinyal (setuju)," imbuh Dedy. (Fik/Ndw) — bisnis.liputan6.com

  • Rupiah Membaik karena Fundamental RI Kuat

    Secara fundamental tidak ada alasan Rupiah terus tertekan. — economy.okezone.com

  • Efisiensi, Menhub Gelar Peresmian Massal Pelabuhan dan Bandara

    Efisiensi, Menhub Gelar Peresmian Massal Pelabuhan dan Bandara

    Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan meresmikan pengoperasian 20 pelabuhan dan 10 bandar udara baru di Indonesia pada Jumat (19/12/2014) ini.Sedikit berbeda dari persemian bandara dan pelabuhan sebelumnya, peresmian masal ini dilakukan di kantor pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta."‎Ini bagian dari efisiensi, pertama efisiensi waktu kedua efisiensi biaya," kata Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan di kantornya, Jumat (19/12/2014).Seluruh pelabuhan yang diresmikan tersebut merupakan pelabuhan baru yang dibangun untuk membuka akses masyarakat dan membangun konektivitas antar pulau, yang tersebar di wilayah barat Indonesia sebanyak 5 pelabuhan, wilayah tengah sebanyak 8 pelabuhan dan wilayah Timur sebanyak 7 pelabuhan. Seluruh pembiayaannya berasal dari dana APBN.Sementara itu 10 bandar udara yang diresmikan terdiri dari pengoperasian dua terminal baru dan pengoperasian delapan bandar udara baru.Dua terminal baru yang diresmikan pengoperasiannya adalah terminal baru Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar yang dibiayai PT Angkasa Pura I sebesar 2,8 triliun dan terminal baru Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri, Palu yang dibiayai APBN sebesar 180 miliar. Kedua terminal baru tersebut telah beroperasi sejak April dan September 2014.Sedangkan 8 bandara yang diresmikan pengoperasiannya akan membuka akses masyarakat di daerah-daerah dan kawasan terpencil.Kedelapan bandara tersebut melayani penerbangan perintis dengan kapasitas mampu didarati oleh pesawat jenis ATR 72 600 dan C-22/Grand Caravan. Sumber pembiayaanya seluruhnya berasal dari dana APBN."Kalau mau diresmikan tempatnya di mana, ini 30 akses lho, mau diresmikan di tempat siapa, nanti pada iri, di sini saja, bere‎s, kasih snack sama air mineral, beres," tegas Jonan.Adapun bandara dan pelabuhan yang diresmikan, yakni:1. Pelabuhan Kalatoa, Benteng, Selayar, Sulawesi Selatan2. Pelabuhan Malenge, Ampana Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah3. Pelabuhan Paniti, Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara4. Pelabuhan Sagea, Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara5. Pelabuhan Matangisi, Ampana Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah6. Pelabuhan Jinato, Benteng, Selayar, Sulawesi Selatan7. Pelabuhan Tinombo, Parigi, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah8. Pelabuhan Popoli, Ampana Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah9. Pelabuhan Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah10. Pelabuhan Pokai, Muara Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat11. Pelabuhan Branta, Pamekasan, Jawa Timur12. Pelabuhan Melano, Ketapang, Kalimantan Barat13. Pelabuhan Satai, Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat14. Pelabuhan Buhias, Ondong Siau, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara15. Pelabuhan Tangkiang, Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah16. Pelabuhan Moti, Ternate, Maluku Utara17. Pelabuhan Weda, Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara18. Pelabuhan Jojame, Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara19. Pelabuhan Dawai, Serui, Yapen, Papua20. Pelabuhan Mansinam, Manokwari, Papua Barat.Sementara Bandar Udara baru yang diresmikan tersebut yaitu:1. Bandara Enggano, Pulau Enggano, Bengkulu2. Bandara Bone, Bone, Sulawesi Selatan3. Bandara Tanjung Api, Tojo Una Una, Sulawesi Tengah4. Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, Maluku5. Bandara Jos Orno Imsula, Maluku Barat Daya, Maluku6. Bandara Waghete, Paniai, Papua7. Bandara Stevanus Rumbewas, Serui, Papua8. Bandara Matahora, Wakatobi, Sulawesi Tengah. (Yas/Nrm) — bisnis.liputan6.com

  • Ekonomi Dunia Penuh Gejolak, Menkeu Bambang: RI Selalu Nggak Siap!

    Ekonomi Dunia Penuh Gejolak, Menkeu Bambang: RI Selalu Nggak Siap!

    Menkeu Bambang Brodjonegoro mengakui bahwa pasar keuangan Indonesia masih dangkal. Akibatnya, Indonesia selalu rentan mengalami anjloknya rupiah dan IHSG kala terjadi gejolak perekonomian global. — finance.detik.com

  • Resmikan Pelabuhan & Bandara, Jonan Cuma Sediakan Air Mineral

    Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan hanya menyediakan air mineral untuk acara peresmian 20 pelabuhan dan delapan bandara. — economy.okezone.com

  • Kemenhub Resmikan Operasional 20 Pelabuhan dan 10 Bandara

    Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meresmikan pengoperasian 20 pelabuhan dan 10 bandar udara secara serentak. — economy.okezone.com

  • Menhub resmikan 20 pelabuhan dan 10 bandara baru

    "Seluruh pembiayaannya berasal dari dana APBN." — www.merdeka.com

  • Maskapai Penerbangan Stop Penerbangan di Bandara Babullah Ternate

    Maskapai Penerbangan Stop Penerbangan di Bandara Babullah Ternate

    Maskapai penerbangan secara serentak menghentikan penerbangan ke Bandara Babullah Ternate Maluku Utara seiring keluarnya NOTAM Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait meletusnya Gunung Gamalama.Salah satunya, maskapai Garuda Indonesia yang menghentikan penerbangan dari dan menuju Ternate."Sehubungan dengan aktivitas Gunung Gamalama yang terus meningkat sehingga mengakibatkan ditutupnya bandara Sultan Babullah, Ternate, hari ini Jumat hingga Sabtu (19-20/12) hingga pukul 07.00 WIT sesuai “Notification to Airman” (NOTAM) No. C.0730/14, maka Garuda Indonesia pada hari ini, Jumat (19/12) tidak melayani penerbangan dari dan menuju Ternate," jelas VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pudjobroto, Jumat (19/12/2014).Garuda Indonesia saat ini melayani penerbangan dari dan menuju Ternate sebanyak 8 kali per hari yaitu dari Jakarta, Manado, Makassar dan Ambon yang masing-masing dilayani satu kali setiap harinya.Bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan hari ini Garuda memberikan alternatif untuk melakukan reschedule penerbangan pada hari-hari setelah dibukanya bandara Ternate, tanpa dikenakan biaya. Sementara bagi penumpang yang membatalkan penerbangannya dapat melakukan full refund."Garuda Indonesia akan terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan aktivitas gunung Gamalama, dan Garuda Indonesia akan terbang kembali ke Ternate setelah bandara Sultan Babullah dinyatakan dibuka kembali oleh otoritas yang berwenang," jelasnya.Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan penutupan Bandara Babullah Ternate, Maluku Utara menyusul meletusnya Gunung Gamalama. Dampak dari ini, maskapai penerbangan menghentikan operasionalnya sejak Jumat (19/12/2014) ini sampai Sabtu (20/12/2014) esok hari.Kapuskom Kemenhub JA Barata, Jumat (19/12/2014) mengatakan Kemenhub mengeluarkan peringatan (Notice to Airman/Notam) tentang abu vulkanik (Ashtam). "(Diterbitkan) Notam nomor WRRR-C0731/14," jelas dia.Ashtam ini diperuntukan bagi maskapai penerbangan, bandara hingga pilot dan pihak yang berkepentingan di dunia penerbangan. Ashtam dalam hal ini peringatan untuk menghindari rute-rute penerbangan yang terdampak abu Gunung Sinabung.(Nrm) — bisnis.liputan6.com

  • Kaleidoskop Bisnis Januari: RI Stop Ekspor Mineral Mentah

    Kaleidoskop Bisnis Januari: RI Stop Ekspor Mineral Mentah

    Berbekal dari keinginan untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil tambang di Tanah Air sehingga bisa mendongkrak pendapatan negara, Pemerintah mengeluarkan larangan ekspor mineral mentah. Larangan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009, tersebut mulai berlaku pada 12 Januari 2014.Memang, larangan ekspor mineral mentah tersebut dapat menggerus penerimaan negara dari sektor perpajakan, namun jumlah tersebut tidak besar jika dibanding dengan manfaat dari penerapkan kebijakan tersebut. Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Fuad Rahmany menjelaskan, Pemerintah lebih rela kehilangan uang belasan triliun rupiah dibanidng harus membiarkan bijih mineral Indonesia dieksploitasi dan diekspor gila-gilaan ke luar negeri. "Undang-undang (UU) Minerba ini bertujuan menyelamatkan negara dari pengerukan dan ekspoitasi bahan tambang kita yang gila-gilaan. Sebaiknya kita tata dulu negeri ini supaya jangan sembarang mereka menggali bahan mineral kita, tata lagi sistemnya," terangnya.Sontak, larangan ekspor mineral mentah tersebut langsung mendapat protes dari beberapa negara lain. sejumlah analis Inggris menilai, larangan pengiriman mineral mentah seperti bijih nikel dan bauksit dari Indonesia merupakan ancaman risiko pasokan terbesar bagi negara-negara produsen alumunium dan nikel dalam jangka panjang."Dalam pandangan kami, para pemasok mineral alternatif di wilayah Pasifik tak akan mampu menutupi kemerosotan pasokan akibat larangan pengiriman mineral yang diterapkan Indonesia," ungkap sejumlah analis Macquarie dalam laporannya. Produsen alumunium terbesar ketiga di dunia, Alcoa, bahkan diprediksi menutup salah satu smelternya di Australia, Point Henry Smelter.Bahkan, Jepang dikhabarkan akan mengajukan protes kepada organisasi perdagangan dunia atau World Trade Organization (WTO) terkait aturan pelarangan ekspor bahan mineral mentah atau ore tersebut.Akibat penerapan aturan tersebut, harga-harga beberapa komoditas pun langsung melonjak. Lihat saja, dua hari sejak berlakunya larangan tersebut, harga nikel naik 6 persen. Wajar saja, Indonesia memproduksi 320 ribu ton nikel, atau sekitar 16 persen dari 2 juta ton produksi nikel dunia. Larangan ekspor mineral yang dilakukan telah mengurangi pasokan nikel di pasar internasional.Ancaman PHKAncaman PHKSelain mendapat protes dari beberapa negara lain, penerapan larangan ekspor mineral mentah berbuntut keluarnya ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan di beberapa perusahaan tambang. PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) telah menyampaikan pemberitahuan kepada pemerintah dan karyawan bahwa perusahaan sedang dalam keadaan kahar (force majeure) sesuai kontrak karya.Hal itu seiring dengan penerapan larangan ekspor yang membuat perusahaan tidak dapat melakukan kegiatan produksi. Akibatnya 80 persen dari 4.000 karyawan Freeport dirumahkan. Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Dede Suhendra menambahkan, dari catatan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), 47 perusahaan tambang harus menutup usahanya dan merumahkan karyawannya usai aturan tersebut berlaku.Akibat pemberlakukan larangan ekspor mineral mentah tersebut, para pengusaha tambang pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) pun mengklaim mengalami kerugian hingga Rp 45 triliun. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indutri Indonesia (Kadin) Bidang Pemberdayaan dan Bulog, Natsir Mansyur mengatakan, aturan tersebut membuat para pengusaha tidak melakukan aktivitas produksi karena tidak bisa mengekspor hasi produksinya.Hal tersebut berdampak pada finansial para pengusaha, sehingga para pengusaha tidak bisa membayar kewajibannya. "Karena kredit macet leasing tidak bisa bayar, ya sudah tidak keluar itu barang. Kalau mau disita, sitalah," kata Natsir. — bisnis.liputan6.com

Berita Lain
  • JK Keliling Jawa Pantau Proyek Swasembada Pangan

    Sekitar 13 titik proyek pembangunan infrastruktur akan dikunjungi. — ekonomi.metrotvnews.com

  • Ruang Ganti Liverpool Memanas Usai Kalah dari MU

    Ruang Ganti Liverpool Memanas Usai Kalah dari MU

    Brendan Rodgers enggan membahas masalah non teknis Liverpool. — bola.viva.co.id

  • Key SHINee Senang Dapat Dukungan Mantan Istri

    Key SHINee Senang Dapat Dukungan Mantan Istri

    Key pernah mengikuti variety show We Got Married: Global Edition. Di acara ini, Key menjajal kehidupan rumah tangga bersama idola asal Jepang, Arisa Yagi.Di awal, Key dan Arisa memang terlihat kaku. Namun lama-kelamaan hubungan mereka mulai terbangun dengan baik. Sayangnya, Key dan Arisa harus mengakhiri pernikahan virtual mereka.Meski telah berpisah, Key dan Arisa Yagi masih terus berhubungan baik. Key pun tak menyangka mantan istrinya datang menyaksikan penampilannya bersama SHINee.Key bersama SHINee baru saja menggelar konser di Yoyogi Stadium di Tokyo, Jepang, baru-baru ini. Konser tersebut makin spesial dengan kehadiran Arisa Yagi yang memberikan dukungan kepada Key.Tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Arisa Yagi mengunggah foto saat dirinya mampir ke belakang panggung untuk menemui Key. Ia menyapa mantan suaminya tersebut dengan manis."Ini merupakan konser yang sangat menakjubkan! Terima kasih untuk Key-oppa," tulis Arisa Yagi di akun Instagram miliknya, disertai sebuah foto. — showbiz.liputan6.com

  • Presiden Dijadwalkan Hadiri FFI di Palembang

    Penyelenggaraan FFI ini banyak mendapatkan keuntungan bagi Sumatera Selatan. — www.beritasatu.com

  • Mutasi skuadron 600, Andri Wahyudi Digeser ke Tanjung Pinang

    Mutasi skuadron 600, Andri Wahyudi Digeser ke Tanjung Pinang

    "Personil dan alutsista harus disiapkan dengan baik demi menunjang operasi dan latihan," kata Edwin. — www.tribunnews.com