Tarif Baru Airport Tax RI Sejajar Bandara Luar Negeri

Tarif Baru Airport Tax RI Sejajar Bandara Luar Negeri
bisnis.liputan6.com — Minggu, 30 Maret 2014 21:03 — Kenaikan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau biasa disebut airport tax di lima Bandara oleh PT Angkasa Pura I menuai komentar beragam dari berbagai pihak. Kebijakan baru ini rencananya mulai berlaku pada 1 April besok.Dengan kebijakan barunya ini, penumpang pesawat akan dikenakan airport tax dengan besaran antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.?Wakil Sekjen Asosiasi Perusahaan Penjualan Tiket (Astindo) Pauline Suharno saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Minggu (30/3/2014), kenaikan tarif tersebut dianggap belum layak. Bandara yang dimiliki Indonesia dinilai belum memberikan fasilitas dan pelayanan sebaik bandara internasional di luar negeri. "Kenaikan ini saya rasa sangat besar untuk ukuran bandara di Indonesia. Seperti Balikpapan (Bandara Sepinggan) itu sampai Rp 200 ribu, kan berarti hampir sama dengan airport tax bandara-bandara di luar negeri. Ini kan berarti menjadi sekitar US$ 20, ini sama dengan bandara internasional lainnya seperti di Singapura yang sebesar US$ 20 atau Hongkong yang hanya US$ 16," tegas Suharno.Meski mengecam tingginya tarif airport tax, Pauline optimistis kebijakan ini tidak akan berdampak besar terhadap penurunan jumlah penumpang. Kenaikan airport tax memang hal yang tidak bisa dihindari oleh para pengguna jasa angkutan udara."Penumpang juga berpergian tidak melihat dari besarnya airport tax yang harus dibayar, apalagi untuk penumpang dengan tujuan bisnis. Kalau bagi mereka yang berlibur, mereka akan memilih destinasinya sendiri seperti dari hotel yang ada didaerah yang dituju, kemudian bagaimana kemudahan transprotasi didaerah tujuan wisata itu sendiri, hal-hal seperti itu yang dipikirkan oleh wisatawan," lanjutnya.Namun dengan kenaikan ini, pengelola Bandara mempunyai pekerjaan untuk memberikan pelayanan dan fasilitas sebaik bandara-bandara diluar negeri. Astindo pun mengusulkan agar pengenaan airport tax ini dimasukan pada besaran harga tiket untuk memudahkan penumpang.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • RI Butuh Persediaan Banyak Pesawat

    RI Butuh Persediaan Banyak Pesawat

    Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi menyatakan, dirinya telah melakukan pertemuan dengan pihak Rusia dalam dalam Pertemuan G20 di Sydney, Australia.Dalam pertemuan tersebut, lanjut Lutfi, Rusia mengakui tengah mencari pasar baru untuk bisa menjual produk-produk unggulannya seperti gandung pesawat terbang."Rusia sedang mencari market-market baru untuk produk mereka. Apa sih yang mereka mau jual? yang mereka buat itu terutama gandum, sama pesawat daripada Sukhoi-nya," ujar dia di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu (23/7/2014).Lutfi mengungkapkan, Indonesia memang membutuhkan pesawat dalam jumlah banyak mengingat pemerintah tengah giat membangun banyak bandara di berbagai wilayah."Jember saja punya airport sekarang. Kalau Jember punya airport, Tegal dan brebes juga punya airport bentar lagi, supaya nggak susah. Mudan-mudahan kita beli pesawat dalam jumlah banyak," lanjutnya.Dengan kebutuhan pesawat yang banyak tersebut, menurut Lutfi, Indonesia tidak hanya harus bergantung pada produsen Boeing atau Airbus saja, tetapi harus mencari pesawat dari produsen lain sehingga bisa mendapatkan harga yang kompetitif."Supaya kita mendapatkan persediaan yang baik dibanding hanya Boeing dan Airbus. Kita itu beli pesawat 200-280 unit, seperti beli kacang," tandasnya. (Dny/Ahm) — bisnis.liputan6.com

  • PR pemerintahan Jokowi-JK genjot ekspor luar negeri

    Ini harus menjadi prioritas mengingat saat ini pasar dalam negeri terus digempur dan dibanjiri produk impor. — www.merdeka.com

  • Pertumbuhan Ekonomi RI 5,3% pada 2014

    Pertumbuhan Ekonomi RI 5,3% pada 2014

    Standard Chartered memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5,3 persen pada 2014. Lalu nilai tukar rupiah cenderung menguat pada semester II 2014.Ekonom Standard Chartered, Eric Sugandhi mengoreksi pertumbuhan ekonomi, Indonesia awalnya diperkirakan 5,8 persen menjadi 5,3 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,5 persen pada 2015 yang ditargetkan sebelumnya 5,8 persen."Itu disebabkan laju pertumbuhan investasi melambat, kenaikan suku bunga BI 7,5 persen, lalu juga investor wait and see kondisi politik. Lalu pelemahan nilai tukar biaya importasi lebih tinggi mEmperlambat investasi," kata Eric, dalam acara analisa ekonomi pasca pengumuman hasil pemilihan calon presiden (Capres), di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (23/7/2014).Eric menambahkan, mata uang emerging market cenderung menguat yang juga diikuti nilai tukar rupiah sepanjang semester II 2014. Sebelumnya nilai tukar rupiah cenderung tertekan pada semester I 2014.Sedangkan harga minyak akan sedikit tertekan, karena adanya revolusi shale gas yang terjadi di Amerika Serikat (AS), sehingga dapat melambatkan permintaan minyak. "Shale gas revolution, menekan harga minyak tidak terlalu besar, walau politik Timur Tengah tidak stabil," tutur Eric.Untuk inflasi diperkirakan mencapai 5 persen sampai akhir tahun, dengan catatan pemerintah tidak menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan mencapai 8 persen. (Pew/Ahm) — bisnis.liputan6.com

  • Ini Alasan BCA Tak Tertarik Buka Cabang di Luar Negeri

    Ini Alasan BCA Tak Tertarik Buka Cabang di Luar Negeri

    Untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015, beberapa perbankan nasional berlomba-lomba berekspansi ke luar negeri dengan membuka kantor cabang. Namun berbeda, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), memilih tak melakukan hal tersebut dan memilih cara lain.Direktur Utama BCA, Jahja Setiadmaja mengaku tak tertariknya membuka kantor cabang di luar negeri karena ingin lebih memperkuat pasarnya di dalam negeri."Caranya dengan ekspansi cabang di domestik, rekrutmen kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), karena perbankan itu salah satu yang penting adalah SDM. Lalu juga menyiapkan infrastruktur seperti ATM, internet banking, mobile banking, dan lainnya, itu akan memperkokoh kami, itu strategi kami," kata Jahja di Hotel Indonesia Kempinsky, Jakarta, Rabu (23/7/2014).Apa yang dilakukan BCA tersebut lebih melihat dari pengalaman perbankan luar negeri yang memiliki cabang di beberapa negara termasuk di Indonesia kurang dapat berkembang.Jahja mencontohkan perbankan asal Malaysia, Maybank yang beroperasi di Indonesia juga kinerjanya hanya biasa-biasa saja, begitu juga dengan perbankan asal Singapur, DBS Indonesia."Mereka tidak ada yang membuka cabang murni, mereka lebih ke arah membeli bank lokal dan melalui itu dia mengambil market di Indonesia, itu pun juga tidak besar-besar," jelasnya.Tidak hanya itu, faktor lain yang mempengaruhi BCA untuk melakukan ekspansi ke luar negeri adalah mahalnya pembiayaan properti yang dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan di semua negara."Kalau itu nanti bisa mempengaruhi profitability juga kan, jadi daripada kami jadi macan ompong di negeri orang lebih baik kami perkuat pasar dalam negeri," pungkas Jahja. (Yas/Gdn) — bisnis.liputan6.com

  • Anak Usaha ADHI Tak Peduli Siapa Presiden RI Terpilih

    Anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) yang bergerak di bidang sektor properti PT Adhi Persada Properti (APP) menyatakan tidak terlalu memikirkan siapa Presiden RI terpilih untuk periode 2014-2019 — economy.okezone.com

  • Newmont Berhenti Produksi Tak Berpengaruh ke Pendapatan RI?

    Newmont Berhenti Produksi Tak Berpengaruh ke Pendapatan RI?

    Penghentian kegiatan produksi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) sebenarnya tidak berpengaruh banyak pada pendapatan negara. Pasalnya porsi pendapatan mineral sangat kecil.Direktur Jenderal Mineral Batu bara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), R Sukhyar mengatakan, negara tidak mengalami kerugian jika perusahaan tambang menghentikan produksinya. Hal itu karena cadangan sumber daya alam tetap berada di dalam tanah dan tidak habis."Tidak ada ruginya, barang itu nggak ada di tanah," kata Sukhyar, di Kantor Direktorat Jenderal Mineral Batu bara Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (23/7/2014).Sukhyar menambahkan, sebagian besar pendapatan negara dari energi terutama batu bara mencapai 85 persen. Sedangkan mineral hanya sekitar 15 persen.Hal ini menunjukkan peran mineral sangat kecil."Sumbangsih dari minerba yaitu 85 persen batu bara, 15 persen dari mineral. 15 persen dari semua itu tidak terasa sekali," tutur Sukhyar.Menurut Sukhyar, pendapatan negara dari sektor mineral terhitung kecil, maka pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri bisa meningkatkan besaran tersebut."Ya cuma 15 persen dari basket yang gede, sebab itu nilai tambah bisa jadi kontribusi tambah pendapatan negara," pungkasnya. (Pew/Ahm) — bisnis.liputan6.com

  • Kronologi Penangkapan Hotasi Nababan: Diciduk di Bandara Suta

    Kronologi Penangkapan Hotasi Nababan: Diciduk di Bandara Suta

    Siapa menyangka pulang liburan sekolah anak-anak, mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Hotasi Nababan ditangkap oleh pihak kejaksaan di Bandara Soekarno Hatta, Banten. Ketika itu dia bersama keluarga baru saja mendarat di Bandara Soekarno Hatta dari liburan di Bali.Penangkapan mantan direktur PT Merpati Nusantara Airlines ini terkait keputusan Majelis Hakim Tingkat Kasai Mahkamah Agung (MA) soal vonis empat tahun dan denda Rp 200 juta pada Mei 2014. Keputusan itu berdasarkan atas keputusan majelis hakim tingkat kasasi MA yang dipimpim Artijo Alkotsar.Padahal majelis hakim Tipikor Jakarta telah memvonis bebas Hotasi Nababan pada Februari 2013. Selain Hotasi, general manager pengadaan pesawat PT Merpati Nusantara Airlines saat itu Tony Sudjiarto juga divonis bebas.Lalu bagaimana kronologi yang menimpa Hotasi Nababan terkait kasus dugaan korupsi sewa pesawat Boeing 737-400 dan Boeing 737-500?Keputusan Bebas Pengadilan Tindak Pidana Korupsi JakartaKeputusan Bebas Pengadilan Tindak Pidana Korupsi JakartaHotasi Nababan mencetak sejarah dalam pengadilan tindak pidana korupsi. Majelis hakim yang diketuai Pangeran Napitupulu dengan anggota Hendra Yospin dan Alexander Marwata memutuskan membebaskan mantan Direktur utama PT Merpati Nusantara Airlines dari seluruh dakwaan korupsi sewa pesawat Boeing 737-400 dan 737-500 pada 19 Februari 2013.Pengadilan tipikor yang dibentuk sejak 2005 selalu menyidangkan perkara yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun sejak lahirnya UU Pengadilan Tipikor pada 2009, perkara yang ditangani kejaksaan, dan kepolisian juga ditangani Pengadilan Tipikor. Sudah lebih dari 200 terdakwa diadili di pengadilan Tipikor.Ada sejumlah pejabat negara mulai dari mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh, sejumlah mantan komisioner KPU hingga politisi Demokrat Angelina Sondakh sudah merasakan hakim pengadilan khusus ini.Kasus dugaan korupsi sewa pesawat ini berawal pada 2006. Ketika itu, PT Merpati Nusantara Airlines menyewa dua unit pesawat Boeing 737-500 dan 737-500 dari perusahaan broker di Amerika Serikat (AS), Thirdstone Aircraft Leasing Group (TALG).Lalu perseroan memberikan security deposit ke TALG sebesar US$ 500 ribu setiap pesawat tetapi sampai batas yang ditentukan kedua pesawat Boeing itu tidak kunjung tiba. Padahal sesuai perjanjian satu unit pesawat tiba pada 5 Januari 2007, dan disusul pada 20 Maret 2007.Akibat penyewaan pesawat ini, mantan direktur utama PT Merpati Nusantara Airlines dan General Manager PT Merpati Nusantara Airlines Tony Sudjiarto dijadikan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.Hotasi didakwa melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-undang (UU) pemberantasan tindak pidana korupsi dalam dakwaan primer dan pasal 3 UU pemberantasan tindak pidana korupsi dalam dakwaan subsidernya.Jaksa Penuntut Hukum pun menuntut hakim agar menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada Hotasi. Tak hanya itu saja, Hotasi pun dituntut membayar denda Rp 500 juta subsider enam bulan kunjungan penjara.Keputusan Bersalah dari Mahkamah AgungKeputusan Bersalah dari Mahkamah AgungNamun sayang keputusan bebas dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi hanya dihirup sementara saja. Mahkamah Agung (MA) membatalkan putusan bebas yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor Jakarta.Majelis hakim tingkat kasasi MA yang dipimpin oleh Artijo Alkotsar ini memutuskan Hotasi vonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta pada Mei 2014.Hotasi mengaku kaget, bingung dan sedih atas vonis bersalah oleh MA itu. "Saya dan keluarga sangat kaget, bingung dan sedih mendengar kabar majelis hakim tingkat kasasi MA yang dipimpin Artijo Alkostar," ujar Hotasi.Menurut Hotasi, dasar keputusan majelis hakim tingkat kasasi MA tersebut sama persis dengan isi dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menurut pasal 2 UU Nomor 31/1999 jo 20/2001. Ia mengatakan, majelis hakim tidak mengindahkan seluruh fakta yang terungkap di persidangan.Menanggapi keputusan MA itu, pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) berencana melakukan peninjauan kembali (PK) terkait MA membatalkan putusan bebas yang dijatuhkan pengadilan Tipikor Jakarta."Saya akan melakukan upaya hukum yaitu peninjauan kembali, dan ajukan bukti baru," ujar Hotasi, saat dihubungi Liputan6.com.Eksekusi PenangkapanEksekusi PenangkapanSatuan Khusus Kejaksaan Agung menangkap Hotasi di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Banten pada Selasa 22 Juli 2014 sekitar pukul 19.19 WIB.Istri Hotasi Nababan, Eveline Hutapea mengaku keluarga terkejut dengan penangkapan tersebut. Keluarganya baru tiba dari Bali usai liburan sekolah anak-anak selama tiga hari. Ketika baru mendarat di Bandara Soekarno Hatta, dan sedang mengambil bagasi, Hotasi dipanggil oleh sejumlah orang dari kejaksaan sekitar pukul 19.19 WIB di depan keluarganya yang saat itu ada istri dan kedua putranya masing-masing berusia 5 tahun dan 14 tahun."Kami kaget, dan tidak menyangka ada penangkapan. Kami juga belum menerima surat salinan keputusan MA," ujar Eveline, saat dihubungi Liputan6.com.Ia menuturkan, putranya berusia lima tahun pun sangat sedih ketika Hotasi tidak pulang bersama keluarganya usai liburan sekolah. Putranya yang duduk di bangku sekolah dasar itu menanyakan keberadaan ayahnya."Putra bungsu kami sangat dekat dengan ayahnya. Jadi ketika tidak pulang bersamanya, saya bilang kalau bapaknya ada urusan di Bandung," tutur Eveline.Eveline mengatakan, saat ini Hotasi dikarantina di LP Sukamiskin, Bandung. Ia mengharapkan suaminya dalam kondisi baik-baik saja. Ia berencana dapat mengunjungi Hotasi pada Senin pekan depan. "Saya belum tahu keadaannya terbaru lagi tetapi semoga baik-baik saja," kata Eveline.Eveline pun menuturkan, pihaknya akan melakukan upaya hukum untuk mengatasi kasus yang menimpa suaminya. Ia meminta doa agar kasus hukum yang menimpa suaminya dapat cepat selesai.Eveline juga mengharapkan terhadap pemerintahan baru yaitu Joko Widodo yang baru saja memenangkan suara hasil pemilihan Presiden untuk dapat menegakkan kasus penegakan hukum."Kasus penegakan hukum sebaiknya dilakukan dengan baik, jujur dan adil. Kasus pak Hotasi bisa diluruskan. Hal itu agar semua menjadi gamblang," kata Eveline.Ia mengharapkan, pengadilan juga dapat menegakkan hukum seadil-adilnya. "Paling ke depan, kalau penegakan hukum yang tidak bersalah dibebaskan. Sedangkan yang bersalah diharapkan dapat dihukum dan dinyatakan apa kesalahannya," ujar Eveline. (Ahm/) — bisnis.liputan6.com

  • Kepala BNP2TKI: TKI Jangan Berlama-lama di Luar Negeri

    Kepala BNP2TKI: TKI Jangan Berlama-lama di Luar Negeri

    Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Gatot Abdullah Masyur melakukan kunjungan ke Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Tangerang dalam rangka Safari Ramadhan VII.Kedatangannya untuk meninjau pelaksanaan Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP). Dalam ruang pembekalan, Gatot menggelar berdialog dengan para Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI). Dia menanyakan, kemana tujuan negara para calon tenaga kerja tersebut."Yang Taiwan mana? Hongkong? Singapura?," kata dia di Tangerang, Rabu (23/7/2014).Di hadapan para CTKI, Gatot menekankan agar di negara tujuan berkerja, para tenaga kerja mestilah menjunjung tinggi martabat. Pasalnya, keberadaan para tenaga kerja di negara tujuan membawa nama baik Indonesia."TKI yang berkualitas dan bermartabat ada korelasi yang tinggi. Bagaimana bermartabat, harus berkualitas," terang dia.Maka, dari itu pihaknya meminta agar ilmu yang selama ini diserap saat pelatihan diterapkan dengan baik. "Semua hasil dari pelatihan dicamkan dengan baik, bukan hanya formalitas," tegas dia.Meski demikian pihaknya mengatakan menjadi TKI bukanlah sandaran utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhanan hidup.Dia menyarankan agar para tenaga kerja yang telah beberapa kali bekerja di luar negeri untuk membangun usaha di Indonesia."TKI sukses kerja luar negeri, 2-3 putaran pulang bikin usaha di Indonesia. Saya keliling Jatim, Jateng memotivasi jadi TKI yang mandiri. Dari Hongkong banyak sukses nyalon, masak, potong rambut. Jangan di sini, balik, berangkat lagi. TKI itu makin lama makin tua, meninggalkan keluarga," tukas dia. — bisnis.liputan6.com

  • Dipandang Reformis, Jokowi Bisa Bikin Bisnis RI Bergairah

    Dipandang Reformis, Jokowi Bisa Bikin Bisnis RI Bergairah

    KPU telah menetapkan pasangan nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi) sebagai presiden dan wakil presiden terpilih dalam Pilpres 2014.Setelah dilantik, Jokowi akan langsung berhadapan dengan sejumlah tantangan perekonomian di Tanah Air termasuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan menjalin hubungan baik dengan sejumlah rekan bisnis di luar negeri.Kepala Indonesian Desk for PWC di Australia Andrew Parker menilai Jokowi sebagai sosok presiden yang masih relatif muda yang berpotensi mempererat hubungan bisnis kedua negara."Jokowi merupakan seorang reformis dan menunjukkan dirinya sebagai pimpinan yang banyak bekerja. Saya rasa, ke depannya akan ada perubahan di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan dan akan berdampak baik baginya dan juga Australia," ungkap Parker seperti dilansir dari laman abc.net.au, Rabu (23/7/2014).Menurut dia, selama masa kampanye, kedua calon presiden menekankan terlalu banyaknya keterlibatan asing dalam pengelolaan ekonomi Indonesia.Meski demikian, kebijakan yang akan diambil Jokowi setelah pemimpin masih belum terlihat jelas khususnya menyoal perdagangan ekspor ternak hidup dari Australia ke Indonesia."Kedua kandidat mendukung peranan yang lebih kuat dari institusi domestik untuk mengelola perekonomian lokal. Tapi saya rasa Indonesia merupakan bagian dari masyarakat ekonomi ASEAN dan tak bisa sebegitu perfeksionis. Lagipula, Jokowi merupakan pimpinan yang pragmatis," tutur dia.Ke depan, meski hubungan bisnis Indonesia dan Australia sempat terguncang akibat aksi mata-mata negara tetatangga tersebut, Parker merasa kondisi tersebut akan segera membaik.Sejauh ini, Parker masih mewaspadai adanya kemungkinan konflik di Indonesia yang berpotensi mempengaruhi pola investasi di Tanah Air.Untuk diketahui, PricewaterhouseCoopers (PwC) merupakan jaringan jasa profesional global yang telah mendirikan cabang di berbagai negara di seluruh pelosok dunia. (Sis/Nrm) — bisnis.liputan6.com

  • Sofjan Wanandi: Ekonomi RI Tak Tergantung Prabowo!

    Penolakan calon presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto, atas hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mempengaruhi para pengusaha. — ekonomi.metrotvnews.com

  • Utang Luar Negeri Naik, OJK Awasi Perusahaan Terbuka

    Utang Luar Negeri Naik, OJK Awasi Perusahaan Terbuka

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyadari bahwa utang luar negeri pada posisi April 2014 mengalami kenaikan 7,6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Sebab itu, pihaknya terus memantau perkembangan utang luar negeri, terutama pada perbankan dan perusahaan terbuka (emiten). Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengungkapkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi, edukasi dan penyuluhan kepada perusahaan swasta. Sebab utang luar negeri sektor swasta bertumbuh 13 persen year on year atau lebih tinggi dibanding Maret lalu sebesar 12,2 persen. "Kalau untuk bank sudah ada aturan pembatasan utang luar negeri. Tapi kita saat ini ingin mendorong penerapannya juga ke anak usaha bank itu biar nggak terlalu besar dampaknya terhadap risiko nilai tukar yang berlebihan," kata dia seperti dikutip Rabu (16/7/2014). Menurut Muliaman, OJK pun ingin memantau lebih dalam penerbitan utang luar negeri dari perusahaan yang tercatat di bursa saham. Pasalnya emiten juga menyumbang pertumbuhan utang luar negeri di sektor swasta. "Tapi kita tidak akan mengeluarkan peraturan, hanya mengatakan analisa risikonya bagaimana. Yang ditekankan risiko pasarnya berapa banyak, dan harus memperhatikan manajemennya (utang)," ucap dia. Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), utang luar negeri Indonesia per April ini mencapai US$ 276,6 miliar. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 7,6 persen dari April 2013. "Pertumbuhan tahunan utang luar negeri di April ini melambat dibanding Maret lalu yang sebesar 8,7 persen year on year," seperti ditulis dalam siaran pers resmi BI. — bisnis.liputan6.com

  • Libur Lebaran Jadi Ajang Warga RI Jalan-jalan ke Luar Negeri

    Libur Lebaran Jadi Ajang Warga RI Jalan-jalan ke Luar Negeri

    Libur panjang saat Idul Fitri banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia untuk berlibur ke luar negeri. Hal ini membuat beberapa rute penerbangan luar negeri sudah ludes terjual dari jauh jauh hari.Wakil Sekjen Asosiasi Perusahaan Penjualan Tiket (Astindo) Pauline Suharno mengatakan, tiket pesawat untuk keberangkatan internasional ini rata-rata telah habis terjual pada akhir pekan sebelum hari raya Idul Fitri. Sedangkan penerbangan kembali sudah penuh pada awal Agustus."Ke luar negeri rata-rata semua rute penuh. Untuk penerbangan ke luar negeri penuhnya itu pada 24 Juli-25 Juli 2014. Sedangkan 28 Juli dan seterusnya itu masih kosong. Dan untuk arus pulangnya itu menumpuk pada tanggal 1 Agustus-3 Agustus 2014," ujarnya saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Selasa (15/7/2014).Dia menjelaskan, negara-negara yang banyak diminati pada libur lebaran nanti antara lain Singapura, Hongkong, Bangkok, Australia dan Jepang. "Mereka kebanyakan memang memanfaatkan waktu liburannya pada saat libur lebaran," lanjutnya.Pauline mengakui terjadi kenaikan harga tiket untuk periode liburan, namun kenaikan tersebut bukan ditentukan oleh agen perjalanan, melainkan oleh masing-masing maskapai."Itu tidak ditentukan oleh agen perjalanan tapi langsung oleh maskapai. Biasanya untuk domestik memakai tarif batas atas, tapi kalau internasional tidak ada tarif batas atas atau bawah. Tetapi maskapai menentukan high season surcharge, masing-masing maskapai berbeda," katanya.Selain itu, pada saat periode liburan, maskapai hanya menyediakan kursi penumpang untuk kelas atas, sedangkan kelas bawahnya tidak disediakan."Saat musim liburan biasanya juga mereka (maskapai) hanya menyediakan kelas yang lebih mahal, untuk yang kelas murahnya tidak dibuka. Tiap tahunnya memang seperti itu," tandasnya. (Dny/Ndw) — bisnis.liputan6.com

  • Berlatar Pengusaha Mebel, Jokowi Diyakini Bisa Genjot Ekspor Jika Jadi RI-1

    Berlatar Pengusaha Mebel, Jokowi Diyakini Bisa Genjot Ekspor Jika Jadi RI-1

    Di mata pengusaha furnitur, sosok Joko Widodo (Jokowi) yang berlatar belakang pengusaha mebel/furnitur akan memberikan angin segar jika menjadi presiden. — finance.detik.com

  • CT: Harusnya Bank Terbesar ASEAN Milik RI, Bukan Singapura

    CT: Harusnya Bank Terbesar ASEAN Milik RI, Bukan Singapura

    Meski negara dan penduduknya jauh lebih kecil dibandingkan Indonesia, namun Singapura memiliki bank terbesar di ASEAN. — finance.detik.com

  • Masyarakat Jepang Paling Rapi Simpan Uang, Bagaimana dengan RI?

    Masyarakat Jepang Paling Rapi Simpan Uang, Bagaimana dengan RI?

    Masyarakat Indonesia nampaknya kurang menjaga mata uang rupiah secara fisik. Pasalnya sering ditemukan fisik rupiah dengan beberapa pecahan uang kertas terlihat lusuh dan lecek, sehingga membuat orang terkadang malas menyimpannya."Dolar di Amerika Serikat (AS) juga lecek tapi nggak selecek kita. Misalnya mau ngasih uang ke Pak Ogah tapi sebelumnya di lecek. Ada pedagang di pinggir sungai, biar uangnya nggak terbang dibasahin dulu, lalu ditaruh di atas ikan," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ronald Waas di Jakarta, Senin (14/7/2014) malam.Menurut Ronald, hal ini terjadi lantaran belum ada penanganan fisik rupiah secara nyata, sebagai contoh melarang penyimpanan uang di tempat-tempat tertentu."Tapi bagaimana lagi kan nggak ada aturan melecekkan uang, sanksinya apa. Itu bukan pelanggaran karena memang nggak ada aturan. Di AS dan negara lain juga nggak ada aturannya," papar dia.Ronald mengaku, ini hanyalah masalah kultur atau budaya serta kesadaran masyarakat di masing-masing negara untuk menjaga mata uangnya secara bijak."Itu memang kultur kita sih ya. Bangsa yang paling rapi menyimpan uang adalah Jepang. Mereka simpan apa saja apik," cetusnya. (Fik/Ahm) — bisnis.liputan6.com

Berita Lain
  • Serangan Bom di Kolombia, 3 Tentara Tewas

    Petugas patroli diserang dengan bahan peledak yagn sudah diimprovisasi. — www.beritasatu.com

  • Neymar Absen di Sisa Piala Dunia

    Neymar Absen di Sisa Piala Dunia

    Brasil harus membayar mahal kemenangan mereka atas Kolombia di perempatfinal Piala Dunia 2014. A Selecao tak bisa memainkan Neymar lagi karena penyerang mereka itu mengalami cedera tulang belakang. — sport.detik.com

  • Beyonce Isyaratkan Kisruh Rumahtangganya Lewat Lirik Lagu

    Beyonce Isyaratkan Kisruh Rumahtangganya Lewat Lirik Lagu

    Beyonce dan suaminya, Jay Z sedang menjalankan tur musik bersama bertajuk `On the Run`. Akhir minggu lalu mereka sampai ke Miami untuk berduet bersama. Mereka bahkan memamerkan proses gladi resik di belakang panggung belum lama ini. Namun kabar tak sedap kembali menghinggapi pasangan itu.Pasalnya seperti diungkapkan Mirror.co.uk, Rabu (2/7/2014) hubungan Jay Z dan Beyonce dikabarkan sedang mengalami guncangan. Kala itu Bey--sapaan akrab Beyonce-- sedang dalam penampilannya di atas panggung Ohio, Amerika Serikat belum lama ini. Bey mengisyaratkan keretakan hubungan rumahtangganya itu lewat lirik lagu yang sempat spontan diganti di atas panggung.Ibu Blue Ivy Carter ini membawakan single Resentment, sebuah lagu yang bercerita tentang seorang wanita yang menghadapi kenyataan bahwa pasangannya telah berselingkuh dengan wanita lain.Lirik yang diganti pelantun If I were a Boy tersebut adalah bagian Been riding with you for six years menjadi Been riding with you for 12 years. Lama waktu yang diubahnya tersebut adalah masa pernikahannya dengan suami rappernya yang tak lain adalah Jay Z.Resentment adalah single dari album terakhir Beyonce, dan kali ini dibawakan untuk para penonton di Ohio. Beyonce berpakaian tak biasa, ia mengenakan gaun pengantin berwarna putih dan sambil duduk ia menyanyikan lagunya penuh penghayatan.Sebelum menggelar konser besar ini, Beyonce dan Jay Z sempat ingin membatalkannya. Namun, mereka merasa harus bersikap profesional meski sedang mempunyai masalah internal termasuk keluarga [baca juga: Beyonce dan Jay Z Tak Lagi Bersama?]. — showbiz.liputan6.com

  • Cegah konflik pasca Pilpres, Polri siapkan skema pengamanan

    Skema yang dimaksudkan seperti untuk penyekatan massa dari Banten. Pihaknya sudah menyiapkan tiga titik skema penyekatan — www.merdeka.com

  • Jerman Juara, Rihanna Pamer Bra!

    MENYAMBUT gol Goetze, pelantun lagu "Umberella" itu mengangkat bajunya dan memperlihatkan bra hitam yang dikenakannya. — brasil2014.metrotvnews.com