Tarif Baru Airport Tax RI Sejajar Bandara Luar Negeri

Tarif Baru Airport Tax RI Sejajar Bandara Luar Negeri
bisnis.liputan6.com — Minggu, 30 Maret 2014 21:03 — Kenaikan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau biasa disebut airport tax di lima Bandara oleh PT Angkasa Pura I menuai komentar beragam dari berbagai pihak. Kebijakan baru ini rencananya mulai berlaku pada 1 April besok.Dengan kebijakan barunya ini, penumpang pesawat akan dikenakan airport tax dengan besaran antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.?Wakil Sekjen Asosiasi Perusahaan Penjualan Tiket (Astindo) Pauline Suharno saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Minggu (30/3/2014), kenaikan tarif tersebut dianggap belum layak. Bandara yang dimiliki Indonesia dinilai belum memberikan fasilitas dan pelayanan sebaik bandara internasional di luar negeri. "Kenaikan ini saya rasa sangat besar untuk ukuran bandara di Indonesia. Seperti Balikpapan (Bandara Sepinggan) itu sampai Rp 200 ribu, kan berarti hampir sama dengan airport tax bandara-bandara di luar negeri. Ini kan berarti menjadi sekitar US$ 20, ini sama dengan bandara internasional lainnya seperti di Singapura yang sebesar US$ 20 atau Hongkong yang hanya US$ 16," tegas Suharno.Meski mengecam tingginya tarif airport tax, Pauline optimistis kebijakan ini tidak akan berdampak besar terhadap penurunan jumlah penumpang. Kenaikan airport tax memang hal yang tidak bisa dihindari oleh para pengguna jasa angkutan udara."Penumpang juga berpergian tidak melihat dari besarnya airport tax yang harus dibayar, apalagi untuk penumpang dengan tujuan bisnis. Kalau bagi mereka yang berlibur, mereka akan memilih destinasinya sendiri seperti dari hotel yang ada didaerah yang dituju, kemudian bagaimana kemudahan transprotasi didaerah tujuan wisata itu sendiri, hal-hal seperti itu yang dipikirkan oleh wisatawan," lanjutnya.Namun dengan kenaikan ini, pengelola Bandara mempunyai pekerjaan untuk memberikan pelayanan dan fasilitas sebaik bandara-bandara diluar negeri. Astindo pun mengusulkan agar pengenaan airport tax ini dimasukan pada besaran harga tiket untuk memudahkan penumpang.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • Bandara Husein Sastranegara Dipercantik Agar Berkelas

    Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung akan dipercantik. Sejumlah perubahan dan perbaikan akan dilakukan agar bandara itu terlihat lebih berkelas. — economy.okezone.com

  • RI-China Sepakat Inventarisasi 20 Komoditas

    CT menambahkan, dalam pertemuan tersebut disepakati untuk mencoba menginventarisasi 10-20 komoditas penting yang diproduksi Indonesia dan dibutuhkan China, begitu juga sebaliknya. — economy.okezone.com

  • Tingkatkan Jumlah Turis, RI-China Jajaki Bebas Visa

    Untuk menyelesaikan hambatan tersebut, CT menjelaskan dalam waktu dekat akan menjajaki kemungkinan untuk membebaskan turis masuk kedua negara atau dengan membebaskan visa. — economy.okezone.com

  • CT Sebut RI Ingin Jadikan Hong Kong Sebagai 'Istri Kedua'

    CT Sebut RI Ingin Jadikan Hong Kong Sebagai 'Istri Kedua'

    Menko Perekonomian Chairul Tanjung hari ini bertemu dengan dubes Tiongkok. Salah satu hal yang dibahas adalah keinginan Indonesia menjadikan Hong Kong sebagai pintu gerbang perdagangan baru. — finance.detik.com

  • CT: Tiongkok Segera Investasi Besar-Besaran di RI

    CT: Tiongkok Segera Investasi Besar-Besaran di RI

    Dalam pertemuan Menko Perekonomian Chairul Tanjung dengan Dubes Tiongkok untuk Indonesia H.E. liu Jianchao terungkap, Tiongkok akan investasi besar di Indonesia. — finance.detik.com

  • Di Luar Negeri Pelabuhan Jauh dari Permukiman, Bagaimana RI?

    Di Luar Negeri Pelabuhan Jauh dari Permukiman, Bagaimana RI?

    Keberadaan Pelabuhan Tanjung Priok menjadi sorotan karena kerap mengalami kepadatan. Seharusnya, letak pelabuhan tidak di tengah kota dan permukiman penduduk. — finance.detik.com

  • Setelah 10 Tahun, Jepang Bakal Kembali Impor Produk Ayam dari RI

    Setelah 10 Tahun, Jepang Bakal Kembali Impor Produk Ayam dari RI

    Jepang akan mulai mengimpor produk daging ayam dari Indonesia untuk pertama kalinya dalam 10 tahun. Langkah ini dilakukan karena banyak perusahaan Jepang bergergas untuk diversifikasi sumber daging ayam. Itu terjadi lantaran kekhawatiran terhadap keamanan pangan setelah ada penggunaan daging ayam kadaluarsa di beberapa produk dari China.Jepang berhenti mengimpor produk ayam dari Indonesia setelah wabah flu burung di Asia Tenggara. Kemungkinan pengiriman daging ayam terutama produk nugget mulai dilakukan pada akhir 2014 setelah berbagai prosedur telah dijalani.Selain itu, Jepang juga mempersiapkan untuk mengekspor daging sapi untuk Indonesia. Mengutip Asia Nikkei, Kamis (21/8/2014), menurut sumber dari Kementerian Pertanian Indonesia, ekspor daging ayam dilakukan pada akhir Oktober. Pejabat pemerintah Jepang berencana segera mengunjungi fasilitas pengolahan ayam lokal di Indonesia untuk melakukan pemeriksaan.Adapun tiga perusahaan termasuk PT Charoen Pokpand Indonesia Tbk (CPIN) yang berafiliasi dengan konglomerat Thailand terpilih sebagai kandidat untuk mengekspor produk ayam ke Jepang. Perseroan telah melakukan ekspor ke Jepang hingga 2004. Dengan rencana Jepang untuk kembali mengimpor dgaing ayam dari Indonesia, perseroan akan mengirimkan produk lain seperti bakso, ayam goreng, dan produk ayam lainnya.Dengan adanya tambahan pasokan ayam dari Indonesia, Jepang dapat mengamankan produk makanan lebih mudah dan menjaga harga produk ayam lebih stabil. Impor produk daging ayam olahan Jepang antara lain dari China, Thailand, dan Amerika Serikat (AS). Impor daging ayam dari China mencapai 51 persen pada tahun fiskal 2013.Adanya kabar tersebut sempat memberikan sentimen positif untuk harga saham sektor pakan ternak. Saham PT Charoen Pokpand Indonesia Tbk naik 1,65 persen menjadi Rp 4.005 per saham pada perdagangan saham Rabu 20 Agustus 2014.Saham PT Japfpa Comfeed Indonesia Tbk menguat 1,6 persen menjadi Rp 1.270 per saham. Lalu saham PT Malindo Feedmill Tbk mendaki 3,02 persen menjadi Rp 3.245 per saham pada perdagangan saham Rabu 20 Agustus 2014. (Ahm/)*Bagi Anda yang ingin mengikuti simulasi tes CPNS dengan sistem CAT online, Anda bisa mengaksesnya di Liputan6.com melalui simulasicat.liputan6.com. Selamat mencoba! — bisnis.liputan6.com

  • 2019, RI Akan Punya Reaktor Nuklir

    2019, RI Akan Punya Reaktor Nuklir

    Batan tengah serius menggarap nuklir sebagai salah satu sumber energi alternatif. Sebagai awalan, akan dibangun Reaktor Daya Eksperimental berkapasitas 30 Mega Watt (MW) di Serpong. — finance.detik.com

  • RI Harus Berani Renegosiasi Utang Luar Negeri

    RI Harus Berani Renegosiasi Utang Luar Negeri

    Bank Indonesia (BI) mencatatkan hingga akhir Juni 2014, jumlah utang luar negeri Indonesia mengalami kenaikan US$ 8,6 miliar atau sebesar 3,1 persen.Direktur Eksekutif Indonesia Global Justice (IGJ), Riza Damanik mengatakan, sepanjang pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara kumulatif jumlah utang luar negeri Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Maka suka tidak suka, hal ini menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang cukup signifikan untuk pembayaran bunga dari utang tersebut."Tentu dalam situasi APBN yang defisit, maka pembayaran utang luar negeri yang tinggi akan membebani pemerintahan berikutnya," ujarnya saat berbincang denga Liputan6.com di Jakarta seperti ditulis Kamis (21/8/2014).Untuk menghentikan peningkatan utang ini, menurut Riza, masyarakat harus berani bersuara mendesak pemerintah untuk penghapusan utang yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat Indonesia dimana uang hasil utang tersebut hilang dikorupsi."Hal seperti ini perlu didesak untuk dihilangkan, karena ini identik dengan praktek masa lalu dimana pilihan politiknya membengkakan utang negeri untuk kepentingan politik jangka pendek dan disaat bersamaan tidak memberikan dampak pada rakyat," katanya.Selain itu, pemerintah juga harus berani melakukan renegosiasi utang untuk mendapatkan keringanan bunga utang pinjaman sehingga utang luar negeri Indonesia tidak terus menumpuk akibat besaran bunga."Adanya kepentingan untuk renegosiasi terhadap utang luar negeri kita. Untuk ini kita tidak perlu malu, karena banyak negara melakukan hal yang serupa," tandas dia.Seperti diketahui, BI melaporkan posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir Juni 2014 tercatat mencapai US$ 284,9 miliar. Jumlah ini meningkat US$ 8,6 miliar atau 3,1 persen dibandingkan dengan posisi akhir kuarta I 2014 yang sebesar US$ 276,3 miliar. (Dny/Gdn) — bisnis.liputan6.com

  • RI Butuh Cetak Biru Perbankan Nasional Supaya Tidak Tertinggal dari Negara ASEAN

    RI Butuh Cetak Biru Perbankan Nasional Supaya Tidak Tertinggal dari Negara ASEAN

    Sektor perbankan Indonesia membutuhkan cetak biru pembangunan jangka panjang supaya dapat berperan lebih strategis dalam menjalankan peran. — finance.detik.com

  • Gelar Kegiatan Gerak Jalan, PT AP II Alihkan Akses Pintu M1 Bandara Soetta

    Pada pukul 10.00 WIB, akses dari Tangerang ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui Pintu M1 kembali dibuka — www.beritasatu.com

  • Akses Bandara Soekarno-Hatta Melalui Pintu M1 Dialihkan Sementara

    Akses Bandara Soekarno-Hatta Melalui Pintu M1 Dialihkan Sementara

    PT Angkasa Pura II mengumumkan akses Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang biasanya melalui Pintu M1 dialihkan — www.tribunnews.com

  • 4 Menteri Jadi Anggota DPR, Ekonomi RI Tak Bakal Terganggu

    4 Menteri Jadi Anggota DPR, Ekonomi RI Tak Bakal Terganggu

    Kabinet Indonesia Bersatu jilid II belum berakhir namun ditinggal empat menteri. Hal itu lantaran terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tetapi dipastikan tidak mengganggu perekonomian.Menteri Kordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tandjung mengatakan, perekonomian Indonesia tidak akan terganggu karena menteri hanya bertugas mengambil kebijakan, sedangkan kegiatan teknis operasional sehari-hari akan dilakukan di tingkat eselon satu seperti Direktorat Jenderal."Kan sehari-hari ada dirjen, sekjen dan segala macam. Dan kebijakan itu juga diambil di kantor menko sebenarnya. Jadi tidak akan ganggu sama sekali atau perlambatan terkait dengan mundurnya para menteri karena harus masuk ke DPR," kata Chairul, di Kantor Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (20/8/2014).Menurut Chairul, saat ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum berancana menunjuk menteri baru untuk mengisi jabatan empat menteri yang akan meninggalkan kabinet pada Oktober nanti. "Belum tentu, kami masih nunggu. Prinsipnya presiden masih belum ada rencana untuk mengangkat menteri baru," tuturnya.Chairul melanjutkan, untuk mengisi kekosongan menteri, Presiden akan menunjuk menteri yang ada untuk merangkap jabatan menutup kekosongan jabatan."Terkait dengan jabatan yang kosong ditinglakn oleh menteri. Akibatnya kemungkinan besar Presiden akan menunjuk aninterimp untuk sebagai menteri pengganti. Artinya menteri yang ada ditunjuk. Nah tentang siapa ditunjuk jadi apa, itu kewenangan ada pada presiden. Sampai sekarang belum ada kepastian," paparnya.Seperti diketahui, ada empat menteri kabinet Indonesia Bersatu jilid dua yang masuk kedunia parlem, yaitu Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan dan Menteri Komunikasi dan Informatika Tafatul Sembiring. Keempat menteri akan dilantik menjadi anggota dewan 1 Oktober 2014. (Pew/Ahm) — bisnis.liputan6.com

  • Chairul Tanjung Tak Permasalahkan Besaran Utang Luar Negeri RI

    Chairul Tanjung Tak Permasalahkan Besaran Utang Luar Negeri RI

    Pemerintah tidak mempermasalahkan besaran utang luar negeri (ULN) Indonesia. Meskipun, secara nilai cukup besar, tetapi karena rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih rendah maka dianggap belum membahayakan. "Jadi gini, untuk utang luar negeri, jangan melihat numbers-nya (angka peningkatannya) tapi dilihat GDP rasio, kalau number misleading," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung di Kantornya, Jakarta, Rabu (20/8/2014).Menurut Chairul, meski utang bertambah besar, tetapi jika untuk menghadapi pertumbuhan ekonomi, tidak berpengaruh. "Kalau utang besar untuk menghadapi pertumbuhan ekonomi tidak apa-apa, tapi yang penting rasio terhadap GDP tetap mengecil," ungkapnya.Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, Posisi ULN Indonesia pada akhir Juni 2014 tercatat US$ 284,9 miliar, meningkat US$ 8,6 miliar atau 3,1 persen dibandingkan dengan posisi akhir kuartal I-2014 sebesar US$ 276,3 miliar.Peningkatan posisi ULN tersebut terutama dipengaruhi meningkatnya kepemilikan non residen atas surat utang yang diterbitkan baik oleh sektor swasta (US$ 4,2 miliar) dan sektor publik (US$ 1,2 miliar) serta pinjaman luar negeri sektor swasta (US$ 1,6 miliar) yang melampaui turunnya pinjaman luar negeri sektor publik (US$ 0,8 miliar).Dengan perkembangan tersebut, rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat dari 32,33 persen pada kuartal I-2014 menjadi 33,86 persen pada Juni 2014. Sementara itu, debt service ratio (DSR), yaitu rasio total pembayaran pokok dan bunga ULN relatif terhadap total penerimaan transaksi berjalan meningkat dari 46,42 persen pada kuartal sebelumnya menjadi 48,28 persen pada Juni 2014. (Pew/Gdn) — bisnis.liputan6.com

  • CT Tidak Khawatir Utang Luar Negeri Membengkak

    CT Tidak Khawatir Utang Luar Negeri Membengkak

    Chairul menjelaskan bahwa volume utang menjadi lebih besar karena pertumbuhan ekonomi semakin meningkat. — www.tribunnews.com

Berita Lain
  • Putusan DKPP Dibacakan Berbarengan dengan Putusan MK

    Putusan DKPP terkait perkara Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 akan dibacakan berbarengan dengan putusan gugatan perkara perselisihan hasil pemilihan umum di Mahkamah Konstitusi (MK). — pemilu.okezone.com

  • Bangun Pelabuhan di Marunda, Kawasan Berikat Anggarkan Rp1,1 Triliun

    Bangun Pelabuhan di Marunda, Kawasan Berikat Anggarkan Rp1,1 Triliun

    Pelabuhan ini sebagai titik awal pembangunan tol laut. — metro.news.viva.co.id

  • 5 Keuntungan Tidak Melewatkan Sarapan

    5 Keuntungan Tidak Melewatkan Sarapan

    Libur panjang membuat kebiasaan baru, bangun siang dan sarapan terlewatkan begitu saja. Adapula yang memang tak suka sarapan, alasannya "perut belum siap" atau "tidak kebiasaan". Padahal menurut para ahli, sarapan adalah waktu makan paling penting dibandingkan makan siang dan makan malam.Ini alasan Anda untuk tidak melewatkan sarapan dimanapun dan kapanpun seperti dilansir dari Huffington Post, Senin (28/7/2014).Lebih ramping1. Badan lebih rampingSiapa sih yang ingin badannya melebar? Nyatanya, lewat penelitian di American Journal of Epidemiology tahun 2003 menunjukkan orang yang melewatkan sarapan 4,5 kali cenderung menjadi gemuk ketimbang mereka yang sarapan.Lebih sehat dan sehat2. Tubuh lebih sehat dan sehatSeseorang yang sarapan cenderung memiliki kadar gula darah stabil dan tidak mudah lapar seperti yang diungkapkan pada konferensi American Heart Association 2003 seperti dilansir BBC News. Hal ini menghindari terkena risiko diabetes, kolesterol tinggi serta penyakit jantung."Sarapan juga berdampak mengurangi risiko terkena diabetes tipe II dan penyakit kardiovaskular," jelas Dr. Mark Pereira, of Harvard Medical School kepada BBC News.Bertenaga3. Lebih bertenagaAsalkan Anda sarapan dengan menu tinggi serat dan karbohidrat aktivitas seharian akan terus segar tanpa merasa lelah menurut studi dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition tahun 1999.Ingatan cemerlang4. Daya ingat cemerlangSebuah studi yang meneliti 319 remaja menunjukkan hasil bahwa mengonsumsi makanan berenergi saat sarapan membantu meningkatkan memori jangka pendek. Menurut studi yang dipublikasikan dalam Journal of Adolescent Health ini sarapan tinggi kalori menambah konsentrasi seseorang.Kaya nutrisi5. Banyak nutrisi terserap tubuhOrang yang tidak sarapan ternyata malah mengonsumsi lebih banyak lemak sedangkan nutrisi seperti kalsium, kalium, serat lebih sedikit seperti diungkapkan dalam jurnal Nutrition Research and Practice. — health.liputan6.com

  • Bantah terlibat jaringan ISIS, 2 pemuda Tegal ngaku anggota MMI

    Kaos hitam lengan panjang bergambar logo ISIS itu dibeli Ade pada saat acara MMI di Cirebon. — www.merdeka.com

  • OJK: Kenaikan Kredit Macet Belum Mengkhawatirkan

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakin peningkatan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) takkan menganggu perbankan secara umum. Karena saat ini bank secara umum mampu melakukan... — www.republika.co.id