Penyebar Isu Sekte Seks Bebas Dituntut Setahun Penjara

Penyebar Isu Sekte Seks Bebas Dituntut Setahun Penjara
nasional.news.viva.co.id — Selasa, 19 November 2013 17:55 — Kuasa hukum terdakwa menuturkan bahwa kliennya hanya korban.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • Main judi biar melek, pensiunan Satpol PP kini tidur di penjara

    Dari tangannya, petugas berhasil menyita duit Rp 200 ribu beserta dua set kartu remi sebagai barang bukti. — www.merdeka.com

  • Meski di Penjara, Mantan Dirut IM2 Raih "Golden Ring Award‎ 2014"

    35 ribu netizen dukung petisi online untuk meminta pembebasan Indar. — www.beritasatu.com

  • ​Tak Terbukti Bantu OPM, 2 Jurnalis Perancis Divonis 2 Bulan Penjara

    Thomas Charles Dandois dan Marie Valentine Burrot dinyatakan terbukti bersalah melanggar UU Keimigrasian. — news.metrotvnews.com

  • Banding Ditolak, Andi Mallarangeng Tetap Dihukum 4 Tahun Penjara

    Banding Ditolak, Andi Mallarangeng Tetap Dihukum 4 Tahun Penjara

    Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng tetap harus menjalani hukuman pidana 4 tahun penjara serta denda Rp 200 juta. — news.detik.com

  • Divonis 2 bulan penjara, 2 wartawan Prancis nangis minta pulang

    "Saya ingin pulang," katanya terbata-bata dalam bahasa Indonesia. — www.merdeka.com

  • Dinilai Kesatria, Hakim PT Kuatkan Vonis Andi Mallarangeng 4 Tahun Penjara

    Dinilai Kesatria, Hakim PT Kuatkan Vonis Andi Mallarangeng 4 Tahun Penjara

    Dengan begitu, mantan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu tetap diganjar dengan putusan empat tahun penjara. — www.tribunnews.com

  • Pemimpin Islam Bangladesh Meninggal Saat Jalani Hukuman Penjara 90 Tahun

    Pemimpin Islam Bangladesh Meninggal Saat Jalani Hukuman Penjara 90 Tahun

    Seorang pemimpin partai Islam di Bangladesh yang divonis 90 tahun penjara atas dakwaan kejahatan perang, meninggal dunia saat menjalani masa hukumannya. — news.detik.com

  • Pemilik 6.403 bungkus kosmetik beracun terancam 15 tahun penjara

    "Tersangka disangkakan pasal izin edar dengan ancaman 15 tahun penjara," ujarnya. — www.merdeka.com

  • 2 Jurnalis Perancis Divonis Penjara 2 Bulan 15 Hari di Jayapura

    2 Jurnalis Perancis Divonis Penjara 2 Bulan 15 Hari di Jayapura

    2 Jurnalis Perancis ArteTV, Thomas Charles Dandois (40) dan Marie Valentine Burrot (39) divonis hukuman 2 bulan penjara 15 hari dan denda Rp 2 juta oleh Pengadilan Kelas IA Jayapura. Vonis majelis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Papua, yang menuntut 4 bulan penjara kurungan dan denda Rp 2 juta.Majelis Hakim Pengadilan Kelas IA Jayapura Martinus Bala mengatakan, 2 jurnalis ini terbukti bersalah melanggar Pasal 122 huruf a Undang-undang No 6 Tahun 2011, tentang Keimigrasian jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, subsider penjara 1 bulan."Hal yang meringankan terdakwa bahwa selama di persidangan keduanya telah bersikap sopan dan mengakui kesalahan serta meminta maaf atas kejadian ini. Sementara hal yang memberatkan, akibat perbuatan keduanya, bisa berakibat buruk untuk pemberitaan tentang Indonesia," jelas Martinus dalam pembacaan putusan siang tadi, Jayapura, Jumat (24/10/2014).Kuasa hukum 2 jurnalis Perancis, Aristo Pangaribuan menyesalkan keputusan majelis hakim yang masih mengkriminalisasi pers. Padahal hukuman yang telah dijalani keduanya adalah 2 bulan 12. Dengan adanya putusan majelis hakim, kedua kliennya masih harus menjalani hukuman selama 3 hari ke depan."Kami sangat sesalkan putusan ini, apalagi klien kami belum melakukan kerja jurnalistik dan mereka hanya melakukan riset serta observasi tentang Papua. Saya juga memohon maaf kepada pers di Indonesia, sebab belum bisa meluruskan pemahaman jurnlasitik itu di dalam kasus ini," ujar Aristo usai pembacaan putusan.Berterima kasihSementara Kedutaan Perancis di Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas perlakuan yang baik kepada 2 warganya, selama menjalani tahanan di Imigrasi Jayapura."Mohon maaf, kami tak dapat berkomentar banyak dan menanggapi putusan hukum di Indonesia. Namun kami bersuka cita bahwa Vakentine dan Thomas dapat segera kembali ke Perancis dan bertemu dengan keluarganya dalam waktu dekat," kata Konsul Kedutaan Perancis di Jakarta Pierre Gouland usai sidang.Gouland juga belum dapat memberikan komentar usai kedua warganya diputus bersalah menggunakan izin tinggal itu, apakah Kedutaan Perancis akan memberikan peringatan kunjungan ke Indonesia --khususnya ke Papua-- atau tidak.Sementara kakak kandung Thomas, Mark Dandois mengungkapkan kegembiraan yang mendalam, karena Thomas maupun Valentine bisa segera pulang ke Perancis. "Majelis hakim telah menunjukkan pengertian dan mengakhiri masa tahanan Thomas dan Valentine, karena mereka sudah terlalu lama ditahan. Kami rasa ini sudah sangat baik," ungkap dia.Sedangkan setibanya di Perancis nanti, Thomas hanya ingin menghabiskan waktu bersama keluarganya dan memeluk kedua anak kembarnya yang bernama Noah dan Simon yang berumur lebih dari 2 tahun, beserta istri tercintanya. "Saya ingin pulang," singkat Thomas di persidangan.Thomas juga akan menyelesaikan buku yang sedang dibuatnya mengenai perjalanannya keliling dunia, yang selama ini pernah ia singgahi. Thomas bercerita, buku yang dibuatnya adalah cerita pendek tentang pengalamannya di berbagai negara. "Selama saya ditahanan Imigrasi, saya banyak menulis dan menyelesaikan buku ini. Hampir rampung," ungkap dia.Lain lagi yang akan dilakukan Valentine, setibanya di Perancis, dirinya akan berlibur ke suatu pulau dan menjauhi rutinitas sementara. "Saya akan matikan telepon dan berlibur. Saya sangat lelah," ungkap dia.Namun Valentine berjanji, suatu saat akan kembali ke Papua dan membuat cerita tentang Papua, sebab Papua sangat indah dan unik untuk diceritakan. "Tentunya saya akan melengkapi dokumen perjalanan saya selengkap-lengkapnya, sesuai dengan aturan sebagai jurnalis," pungkas Valentine.2 Jurnalis Perancis tersebut ditangkap jajaran Polda Papua pada 7 Agustus lalu di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Oleh polisi, keduanya dituding bekerja sama dengan kelompok kriminial bersenjata di Lanny Jaya lewat sejumlah liputannya. Namun di dalam persidangan, bukti itu tidak terungkap dan hanya dikenai pasal penyalahgunaan izin tinggal. (Mut) — news.liputan6.com

  • PN  Jayapura  Jatuhkan  Vonis Penjara Dua Jurnalis Perancis

    PN Jayapura Jatuhkan Vonis Penjara Dua Jurnalis Perancis

    Thomas Charles Dandois (40) dan Louise Marie Valentine Bourrat (29) di vonis penjara — www.tribunnews.com

  • Empat Kali Masuk Penjara Tak Buat Yoyo Jera

    Empat kali masuk penjara karena kasus pencurian sepeda motor, sepertinya tak membuat Yoyo jera. Bahkan selama tiga bulan ini, ia sudah mencuri 15 motor. — news.okezone.com

  • Kafe Jadi Tempat Transaksi Seks Pelajar SMA

    Kafe Jadi Tempat Transaksi Seks Pelajar SMA

    Setelah bertegur sapa beberapa saat, AN langsung mengalihkan pandangannya ke arah sejumlah pria yang duduk menghadap meja dalam kafe. — www.tribunnews.com

  • 24-10-1931: Gembong Mafia Al Capone Dijebloskan ke Penjara

    24-10-1931: Gembong Mafia Al Capone Dijebloskan ke Penjara

    Sejarah mencatat tanggal 24 Oktober 1931 sebagai hari kejatuhan bagi gembong mafia di Chicago, Al Capone. Setelah berkali-kali lolos dari hukuman penjara dan mendapatkan perlakuan khusus saat dihukum, akhirnya ia tak lagi bisa berkutik dan dijebloskan ke penjara dengan penjagaan superketat di Pulau Alcatraz."Capone dihukum 11 tahun. Akan dipenjara malam ini. Kepala geng itu juga didenda US$ 50 ribu," demikian sepenggal kutipan media Albany Evening News yang dijadikan sumber untuk Today in History.Koran 16 halaman itu, salah satu dari banyak media yang menjadikan berita Al Capone masuk bui atas kasus penghindaran pembayaran pajak menjadi headline.Alphonse Gabriel Al Capone yang lahir di Brooklyn, New York, Amerika Serikat pada 17 Januari 1899, merajalela dalam dunia kriminal di Amerika Serikat selama dekade 1920-an hingga 1930-an. Ia berkali-kali lolos dari tangkapan aparat hukum.Anak keluarga imigran Italia Capone itu sempat bergabung dengan geng lokal dan dijuluki 'Scarface', karena wajahnya tersayat benda tajam akibat suatu perkelahian. Pada 1920, Capone pindah ke Chicago untuk menjadi anak buah kriminal bernama Johnny Torrio.Capone membantu Torrio menjalankan sejumlah bisnis ilegal. Mulai dari penyelundupan alkohol hingga perjudian dan prostitusi. Dia lalu mengambil alih organisasi pimpinan Torrio, yang memutuskan pensiun pada 1925, setelah selamat dari upaya pembunuhan.Capone pun menjadi gangster kelas kakap, dan menangguk untung dari bisnis penyelundupan minuman keras, yang menjadi barang terlarang di AS antara 1920 hingga 1933. Akibat persaingan ketat di antara sesama pedagang ilegal, kasus pembunuhan dan kekerasan demi merebut pasar pun kerap terjadi.Putra seorang tukang cukur dari Castellammare di Stabia itu kemudian melakukan pembantaian yang dikenal dengan sebutan St. Valentine's Day Massacre. Karena dilakukan pada 14 Februari 1929. Saat itu, anak buah Capone menembak mati sejumlah rival bos mereka.Selain membunuh, gangster itu juga mengintimidasi para saksi. Para penegak hukum lokal pun disuap, sehingga berkali-kali Capone lolos dari penangkapan.Capone lalu menjadi buronan nomor satu bagi Biro Penyelidik Federal atau FBI pada 1930. Namun berhasil ditangkap oleh suatu tim khusus anti suap yang dipimpin Elliot Ness, yang terkenal dengan julukan 'The Untouchables'.Setahun kemudian pada 17 Oktober 1931, Capone divonis penjara 11 tahun, dan berita ia masuk bui serta denda akibat penghindaran pajak beredar pada 24 Oktober. Awalnya Capone dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan di Atlanta. Lantara mendapat perlakuan yang istimewa di sana, dia lalu dipindahkan ke penjara Alcatraz.Al Capone lalu bebas pada 1939 karena berkelakuan baik. Ketika itu kesehatannya mulai memburuk akibat menderita sifilis. Di usia 48 tahun pada tahun 1947, Alphonse Gabriel Al Capone menghembuskan napas terakhir di rumahnya di Palm Island, Florida.Dalam Today in History pada tanggal yang sama tahun 2003, pesawat jet supersonik Concorde melakukan penerbangan penumpang komersial terakhir dari Bandara Internasional New York City John F. Kennedy ke Bandara Heathrow, London.Lalu pada 24 Oktober 1945, Vidkun Quisling, menteri era perang Norwegia, dieksekusi oleh regu tembak yang bekerjasama dengan Nazi. (Ein) — news.liputan6.com

  • Terbongkar, Jaringan Pengendali Narkoba Dari Balik Penjara Bintan

    Terbongkar, Jaringan Pengendali Narkoba Dari Balik Penjara Bintan

    Ironisnya, pelaku yang mengendalikan peredaran barang haram juga mengaku tidak kekurangan suplai barang haram itu untuk digunakan di dalam Lapas. — www.tribunnews.com

  • Endy Divonis 2 Tahun Penjara karena Masukkan Ayahnya ke RSJ

    Endy Divonis 2 Tahun Penjara karena Masukkan Ayahnya ke RSJ

    Majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Bandung langsung menjatuhkan vonis 2 tahun penjara pada Endy Natawijaya (38). Ia dinyatakan terbukti telah melakukan perampasan hak seseorang yaitu dengan memasukkan ayah kandungnya sendiri ke kilinik rehabilitasi gangguan kejiwaan. — news.detik.com

Berita Lain
  • Neymar Lebih Hebat dari Messi

    Neymar hanya mencetak 15 gol di semua kompetisi, berbeda jauh dengan El Messiah yang membukukan 41 gol. — bola.okezone.com

  • Laporan Pertandingan: APOEL 1-1 Ajax

    Laporan Pertandingan: APOEL 1-1 Ajax

    Ajax dipaksa menelan hasil imbang 1-1 dengan tuan rumah APOEL Nicosia, Rabu (1/10), dinihari tadi. — www.goal.com

  • Mengharukan, Petugas Kebersihan BSD Mengaji di Jalanan

    Mengharukan, Petugas Kebersihan BSD Mengaji di Jalanan

    Bagi petugas kebersihan bergaji Rp 186 ribu per minggu, mendapatkan makan siang gratis tentu merupakan sesuatu yang dinantikan.Seperti yang dirasakan sekitar 200 perempuan penyapu jalan dan pembersih taman di Kawasan Bumi Sepong Damai (BSD) Tangerang, Banten. Pemandangan penuh keceriaan tampak dari wajah mereka saat berkumpul di taman pinggir jalan. “Sejak 2 tahun lalu kami udah gabung di pengajian jalanan ini.para Penggeraknya, ibu-ibu yang tinggal di perumahan sini, yang diketuai Bu Rita,” ujar seorang yang enggan menyebutkan namanya pada Jumat 24 Oktober 2014.Menurutnya, dapat mengaji bersama saat jam beristirahat menjadi ajang bersilaturahim dengan sesama teman satu profesi. Dapat pula menghilangkan kecapaian dalam menjalani kerja sehari-hari. “Kami mendengarkan ceramah dan mendapatkan makan siang dari ibu-ibu yang tinggal di perumahan Kencana Loka, Foresta dan Green ” tambahnya.Sementara salah seorang aktivis, Yuyun, didampingi rekannya Risza menyebutkan kegiatan dilakukan bersama rekan- rekannya secara spontan. “Kami tidak berkaitan dengan perusahaan atau partai. Mengenai biaya pun kami patungan. Ini hanya sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,” ujar Yuyun sebelum pengajian dimulai.Pengirim:Edy Syahputra Tanjung Disclaimer:Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.Anda juga bisa mengirimkan artikel, foto atau video seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com — news.liputan6.com

  • Disponsori Kompas-Gramedia, Film Pendekar Tongkat Emas Siap Dirilis 18 Desember

    Disponsori Kompas-Gramedia, Film Pendekar Tongkat Emas Siap Dirilis 18 Desember

    Film "Pendekar Tongkat Emas", disponsori Kompas - Gramedia, siap rilis 18 Desember 2014. Coming soon! — www.tribunnews.com

  • Bank Mandiri Kembali Ajukan Rencana Akuisisi

    Bank Mandiri Kembali Ajukan Rencana Akuisisi

    Ahmad Siddik Badruddin mengatakan, pihaknya akan bertemu langsung dengan Menteri BUMN terpilih untuk melakukan presentasi terkait akuisisi. — www.tribunnews.com