Penyebar Isu Sekte Seks Bebas Dituntut Setahun Penjara

Penyebar Isu Sekte Seks Bebas Dituntut Setahun Penjara
nasional.news.viva.co.id — Selasa, 19 November 2013 17:55 — Kuasa hukum terdakwa menuturkan bahwa kliennya hanya korban.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • Jusuf Kalla: Penunggak Pajak Bakal Makin Banyak Masuk Penjara

    Jusuf Kalla: Penunggak Pajak Bakal Makin Banyak Masuk Penjara

    Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan akan makin banyak penunggak pajak yang disandera (gijzeling) masuk penjara, mengingat pemerintah akan terus bersikap tegas dan memburu mereka."Gijzeling sudah sesuai dengan undang-undang dan itu merupakan upaya agar masyarakat disiplin membayar pajak. Makin banyak pengemplang, maka makin banyak dipenjara," kata JK saat meninjau pembangunan apartemen rusunami bersubsidi di Kelurahan Jajar Tungal Wiyun, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (31/1/2015).JK mengatakan, pemerintah akan selalu tegas terhadap penunggak pajak. Apalagi selama ini penunggak pajak di Indonesia menurutnya termasuk beruntung lantaran masih menerapkan gijzeling. Sementara di negara lain pemerintah setempat bersikap tegas terhadap penunggak pajak."Kalau di Amerika Serikat, pengemplang pajak malah sudah dipenjara," kata JK. Soal penunggak pajak ini disampaikan JK menanggapi langkah Direktorat Jenderal Pajak yang mulai menyandera penunggak pajak di Lembaga Pemasyarakatan Salemba pada Jumat 30 Januari kemarin."Ini adalah langkah penegakan hukum untuk meningkatkan kepatuhan pajak," ucap JK.Penunggak pajak yang dipenjara itu berinisial SC (61), salah seorang pemimpin PT DGP, perusahaan penanaman modal asing yang bergerak dalam perdagangan kulit. PT DGP telah menunggak pajak lebih dari 5 tahun dengan nilai utang Rp 6 miliar. Sebagai penanggung pajak, SC merupakan pihak yang bertanggung jawab.Ia ditangkap di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, oleh tim gabungan yang melibatkan polisi, juru sita, dan intelijen Direktorat Jenderal Pajak (DJP). SC lalu dibawa ke Rumah Sakit Thamrin untuk menjalani cek kesehatan. Selanjutnya, ia dibawa dan dititipkan ke LP Salemba.Direktur Pemeriksaan dan Penagihan DJP Dadang Suwarna dalam keterangan pers menyatakan keputusan penyanderaan (gijzeling) itu dilakukan setelah melewati beberapa tahapan, yakni pengiriman surat teguran, surat paksa, dan surat perintah melakukan penyitaan, pemblokiran harta penanggung pajak, serta pencekalan atau pencegahan ke luar negeri.Di LP Salemba, SC dititipkan sampai 6 bulan, hingga dia melunasi utang pajak. Jika setelah 6 bulan kewajiban tersebut tidak lunas juga, maka penyanderaan badan diteruskan untuk 6 bulan berikutnya. (Ant/Ado/Sss) — news.liputan6.com

  • Terpidana Mati Kendalikan Peredaran Narkoba dalam Penjara

    Petugas berhasil menyita sebuah ponsel dengan piranti penguat sinyal di kamar Andi dan Mustofa. — www.beritasatu.com

  • Terpidana Mati Kendalikan Narkoba dalam Penjara

    INILAHCOM, Jakarta - Terpidana mati kasus narkoba asal Nigeria Silvester Obiekwe alias Mustofa (50) masih mengendalikan peredaran narkotika, meskipun sedang menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasayrakatan (LP) Pasir Putih Nusa Kambangan."Mustofa memanfaatkan Andi (32), rekan satu kamarnya untuk menjadi pengatur kurir di luar penjara yang menjalankan peran pengantar jemput narkoba," demikian keterangan tertulis Badan Narkotika Nasional (BNN) yang diterima, Sabtu (31/1/2015).Andi diduga kuat mengendalikan kurir bernama Dewi atas perintah Mustofa. Dewi ditangkap oleh petugas BNN di bilangan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, dan menyita barang bukti berupa sabu seberat 7.622,9 gram.Atas dasar bukti tersebut, BNN menjemput Mustofa dan Andi pada Kamis (29/1) di Lapas Pasir Putih Nusa Kambangan untuk dibawa ke Jakarta dan menjalani proses penyidikan.Sebelum dijemput, petugas LP menggeledah kamar yang ditempati Andi dan Mustofa di Blok A1.16. Petugas berhasil menyita sebuah ponsel dengan piranti penguat sinyal di kamar Andi dan Mustofa.Andi dan Mustofa tiba di kantor BNN Jakarta pada Jumat (30/1) dan akan menjalani pemeriksaan lebih mendalam. Dua narapidana tersebut diduga kuat terlibat sebagai pengendali jaringan narkoba di luar LP.Berdasarkan keterangan, Andi mengatakan selalu didampingi oleh Mustofa setiap kali berkomunikasi dengan kurir di luar LP.Andi mengaku awalnya disuruh oleh Mustofa untuk membersihkan kamar, tapi lambat laun ditawari untuk menjadi pengatur aksi kurir narkoba.Andi sempat mendekam di LP Salemba Jakarta selama dua tahun sebelum akhirnya dipindahkan ke Nusa Kambangan pada tahun 2013. Ia sudah menjalankan sepertiga masa tahanannya dari vonis penjara tujuh tahun atas kasus narkoba.Sedangkan Mustofa mendekam di LP Nusa Kambangan selama sebelas tahun dengan vonis mati atas kasus penyelundupan 1,2 kg heroin di Bali pada 2003.Pada November 2012, Mustofa pernah mengendalikan dua kurir bernama Iman dan Devi untuk menyelundupkan sabu seberat 2,4 kg dari Papua Nugini ke Indonesia. Pada Agustus tahun 2014, Mustofa mengendalikan dua kurir yang membawa sabu seberat 6,5 kg di daerah Surabaya. [tar] — nasional.inilah.com

  • Napi Peras Ibu-Ibu di Facebook dengan Foto Bugil Dari Penjara

    Napi Peras Ibu-Ibu di Facebook dengan Foto Bugil Dari Penjara

    Saeful Husen, napi narkoba memeras seorang wanita melalui Facebook dari balik jeruji besi, dengan foto bugil. — www.infospesial.net

  • Alat Pengacak Sinyal di Penjara akan Diperbanyak

    INILAHCOM, Jakarta - Menyikapi masih adanya penghuni rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan yang menjalankan bisnis narkoba, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) akan memperbanyak alat pengacak sinyal di area penjara.Pasalnya, bisnis narkoba di lingkungan penjara dilakukan dengan menggunakan telepon genggam untuk mengedarkan narkoba di luar penjara. "Kementerian telah menggandeng PT Telkom untuk memutus sinyal yang menjangkau penjara," ujar Juru Bicara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Akbar Hadi Prabowo, Jumat (30/1/2015).Hal ini merupakan tindaklanjut dari tertangkapnya terpidana mati bernama Sylvester Obiekwe Nwolise alias Mustopa di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan yang berbisnis narkoba. Dalam pengungkapan kasus ini, BNN menyita sabu seberat 7,6 kilogram yang dibungkus dengan plastik warna hitam.Untuk menjalankan bisnisnya, Mustopa menggunakan alat komunikasi handphone yang sudah dimodifikasi untuk mengatur peredaran narkoba di luar penjara.Akbar menjelaskan, Mustopa mampu menjalankan bisnis haramnya, karena di penjara tersebut minim teknologi canggih. "Kami bahkan tak punya alat penyadapan. Alat pengacak sinyal juga sangat minim," tandasnya. [ton] — nasional.inilah.com

  • Napi narkotika nikahi janda di penjara karena berbadan dua

    "Saya cerai karena ketahuan selingkuh sama Dania. Jadi saya sudah berhubungan 5 tahun dengannya (Dania)." — www.merdeka.com

  • Kuasa Hukum Budi Gunawan Akui Pernah Divonis 3 Bulan Penjara

    Kuasa Hukum Budi Gunawan Akui Pernah Divonis 3 Bulan Penjara

    Kuasa Hukum Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan, Razman Arif Nasution ternyata pernah berurusan dengan hukum. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 1260 K/Pid/2009.Dalam putusan itu MA menolak kasasi yang diajukan Razman yang ketika masih jadi anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal. Disebutkan bahwa MA menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Medan.Putusan PT Medan sendiri menguatkan putusan pada tingkat pertama. Di mana pada tingkat pertama Pengadilan Negeri Padangsidempuan menyatakan Razman bersalah atas kasus penganiayaan dan dipidana dengan penjara 3 bulan.Dikonfirmasi mengenai hal itu, Razman tidak membantahnya. Namun dia mengatakan bahwa kasus yang berkaitan dengan keluarganya itu sudah selesai. "Itu sudah selesai dan itu urusan keluarga keponakan kandung dan sudah berdamai," kata Razman melalui pesan singkatnya, Jumat (30/1/2015).Meski dinyatakan bersalah dan dipidana 3 bulan penjara, Razman mengaku dalam putusan pengadilan itu tidak diperintahkan dirinya harus masuk tahanan.‎ Kasus itu kemudian diselesaikan dengan jalur perdamaian."Dalam putusan tidak diperintahkan segera masuk tahanan dan dengan berdamai selesai. Putusan itu kabur dan sudah selesai," ucap Razman. (Ado/Mut) — news.liputan6.com

  • Selepas dari Penjara, Hamzah Sikat 10 Tas Pengunjung Bandara Soetta

    Selepas dari Penjara, Hamzah Sikat 10 Tas Pengunjung Bandara Soetta

    Atas perbuatannya, Hamzah dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian. Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara — www.tribunnews.com

  • Korupsi RSUD Sukabumi, RD Divonis 16 Bulan Penjara

    INILAH.COM, Sukabumi-Rofinus Dero, seorang pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, divonis 16 bulan penjara dan didenda Rp50 juta subsider satu bulan penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jawa Barat di Bandung, Rabu (28/1/2015).Terdakwa Rofinus Dero dinyatakan bersalah dan melanggar pasal subsider yakni Pasal 3 ayat 1 jo Pasal 18 ayat 1 hubur b Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi dalam perkara kasus korupsi dana alat kesehatan, bank darah dan instalasi gawat darurat di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.''Vonisnya lebih ringan dari tuntutan JPU. JPU menuntut dua tahun penjara, denda 50 juta subsider enam bulan penjara," kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sukabumi, Asep Sunarsa kepada wartawan, Kamis (29/1/2015).Menurut Asep atas amar putusan majelis hakim pihaknya memilih pikir-pikir. Sedangkan terdakwa Rofinus Dero memilih menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim Tipikor dalam persidangan yang digelar kemarin. ''Kami masih pikir-pikir, kalau terdakwa menerima,'' ujar Asep.Sebelumnya diberitakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, RD dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nyomplong Kecamatan Warudoyong, Jumat (26/9/2014).RD yang kini menjabat Kabid Dinas Pendidikan diduga melakukan Tipikor pengadaan alat kesehatan (alkes) dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat tahun 2010. Akibatnya negara dirugikan mencapai Rp700 juta. Saat itu RD menjabat sebagai Ketua Panitia Lelang pada pengadaan alkes 2010 lalu. — nasional.inilah.com

  • Christopher Terancam 12 Tahun Penjara

    Christoper akan dikenakan Pasal 311 KUHP tentang Kecelakaan Lalu Lintas, dengan ancaman 12 tahun penjara. — news.okezone.com

  • Brigadir Rudy Soik Dituntut Enam Bulan Penjara

    Rudy Soik terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penganiayaan terhadap Ismail Pati Sanga pada 29 Oktober 2014. — news.metrotvnews.com

  • Pengemudi Outlander Maut Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

    Penyidik tidak akan memasukan pasal narkotika karena berdasarkan cek urine dan darah di BNN serta Puslabfor Polri hasilnya negatif. — www.beritasatu.com

  • Baru Sehari Keluar Penjara, Asian Tewas Tertabrak Kereta Api

    Polisi masih menyelidiki penyebab tertabraknya pria bernama Asian, 34. Namun, saksi mengatakan warga Jalan Wahidin Lama itu tengah mabuk sebelum kejadian. — news.metrotvnews.com

  • Wabup Pelalawan Nonaktif Dituntut 9 Tahun Penjara

    Wakil Bupati Kabupaten Pelalawan nonaktif, Marwan Ibrahim, dituntut sembilan tahun penjara atas kasus korupsi yang melilitnya. — news.okezone.com

  • Adik Bupati Seram Bagian Barat Dijebloskan ke Penjara

    Majelis hakim menyatakan keduanya bersalah dalam kasus korupsi dana rehabilitasi hutan dan lahan di Seram Bagian Barat pada 2007. — news.metrotvnews.com

Berita Lain