Penyebar Isu Sekte Seks Bebas Dituntut Setahun Penjara

Penyebar Isu Sekte Seks Bebas Dituntut Setahun Penjara
nasional.news.viva.co.id — Selasa, 19 November 2013 17:55 — Kuasa hukum terdakwa menuturkan bahwa kliennya hanya korban.
Klik di sini untuk melihat berita selengkapnya
Baca Juga
  • Meski di Penjara, Gembong Narkoba Rutin Kirimi Istri Rp 100 Juta

    Pony Tjandra (47), merupakan bandar narkoba dengan aset puluhan miliar rupiah. — www.beritasatu.com

  • Mantan Petinggi PLN Divonis 4 Tahun Penjara

    Kasus korupsi proyek pemiliharaan PLTGU Belawan merugikan negara triliunan rupiah. — www.beritasatu.com

  • Penculik Bayi di RS Hasan Sadikin Dituntut 5 Tahun Penjara

    Penculik Bayi di RS Hasan Sadikin Dituntut 5 Tahun Penjara

    Desi tak menyangka ia akan dituntut sebegitu berat. — nasional.news.viva.co.id

  • Korupsi Alkes, Sekretaris RSUD Dihukum 4 Tahun Penjara

    Sekretaris Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan, Tapanuli Tengah, Jongga Hutapea, terbukti merugikan negara Rp14 miliar. — news.metrotvnews.com

  • Penculik Bayi di RSHS Dituntut Lima Tahun Penjara

    Perempuan yang menculik bayi di RSHS Bandung, DS, dituntut hukuman penjara lima tahun. DS dan kuasa hukumnya menyatakan keberatan. — bandung.okezone.com

  • Pakai Alat Tangkap Ikan  'Dogol' Dua  Nelayan Dikenakan Pidana Empat Bulan Penjara

    Pakai Alat Tangkap Ikan 'Dogol' Dua Nelayan Dikenakan Pidana Empat Bulan Penjara

    Nelayan yang dipidanakan karena memakai alat tangkap ikan "dogol", dikenakan pidana empat bulan penjara. — www.tribunnews.com

  • Desi, penculik bayi di RSHS Bandung dituntut 5 tahun penjara

    Untuk pertimbangan yang memberatkan, Desi dianggap meresahkan masyarakat dan selalu berbelit memberikan keterangan. — www.merdeka.com

  • Sebelum  Melakukan  Aksinya Geng Motor Terlebih  Dahulu Melakukan Pesta Seks

    Sebelum Melakukan Aksinya Geng Motor Terlebih Dahulu Melakukan Pesta Seks

    Sebelum melakukan aksinya, mereka terlebih dahulu melakukan pesta seks di sebuah hotel. — www.tribunnews.com

  • Paksa Gadis Muda Siksa Binatang untuk Seks, Pasangan di Filipina Dibui

    Paksa Gadis Muda Siksa Binatang untuk Seks, Pasangan di Filipina Dibui

    Pasangan di Filipina divonis penjara seumur hidup terkait video penyiksaan binatang. Pasangan ini memaksa gadis muda untuk menyiksa binatang demi kesenangan seksual. — news.detik.com

  • Pembunuh anak polisi di Medan divonis 15 tahun penjara

    Persidangan ini juga diwarnai unjuk rasa dari puluhan teman korban yang menuntut agar Reza dihukum minimal seumur hidup. — www.merdeka.com

  • Tiga Nelayan Aceh Divonis Penjara Setahun di India

    Tiga Nelayan Aceh Divonis Penjara Setahun di India

    Tiga nelayan Aceh Barat yang ditangkap oleh polisi perairan Andaman, India, April 2014 lalu, dijatuhi hukuman penjara masing-masing selama satu tahun. — www.tribunnews.com

  • Divonis 8 Tahun Penjara, Anas Urbaningrum Ajukan Banding

    Divonis 8 Tahun Penjara, Anas Urbaningrum Ajukan Banding

    Anas Urbaningrum dipastikan akan mengajukan banding atas vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dalam kasus dugaan korupsi gratifikasi atau penerimaan hadiah proyek P3SON Hambalang, proyek-proyek lainnya, serta pencucian uang. Anas divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan."Tanpa mengurangi rasa hormat kepada majelis hakim atau KPK, Mas Anas memutuskan untuk menggunakan haknya untuk melakukan banding," kata kuasa hukum Anas Urbaningrum, Handika Honggowongso di Jakarta, ‎Senin (29/9/2014).Handika mengatakan, pengajuan banding tersebut diharapkan majelis banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta akan memeriksa dan memutuskan lebih benar dan adil. Menurut Handika, banding diajukan lantaran tidak lepas dari pertimbangan hukum yang digunakan majelis untuk menyatakan terbuktinya dakwaan ke-1 subsider dan dakwaan ke-2. Hal itu dinilai tidak adil dan benar."Karena menggunakan bukti saksi dan surat yang tidak bernilai sebagai alat bukti. Contoh saksi yang dipakai keterangannya saling kontradiksi, jadi tidak ada persesuaiannya," ujar Handika.Sementara KPK sebelumnya sudah memastikan mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim PN Tipikor Jakarta terhadap Anas Urbaningrum."KPK akan melakukan upaya banding terkait vonis terdakwa AU (Anas Urbaningrum) di Pengadilan Tipikor akan banding," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi SP belum lama ini.Majelis Hakim PN Tipikor yang diketuai Haswandi menjatuhkan vonis kepada Anas Urbaningrum dengan pidana 8 tahun penjara. Majelis Hakim juga menghukum Anas dengan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.‎Tak cuma itu, Majelis Hakim juga menghukum Anas Urbaningrum membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 57.590.330.580 dan US$ 5.261.070. Dengan ketentuan, jika dalam waktu 1 bulan sesudah putusan inkracht atau berkekuatan hukum tetap uang pengganti itu tidak dibayar, maka harta bendanya akan disita dan dilelang. Dan apabila tidak ada harta benda untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana 2 tahun penjara.‎ — news.liputan6.com

  • Divonis 8 Tahun Penjara, Anas Banding

    Handika mengatakan, banding diajukan dengan pertimbangan Anas tak terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan kedua. — www.beritasatu.com

  • Terdakwa Penyuap Bupati Biak Numfor Dituntut 4 Tahun Penjara

    Terdakwa Penyuap Bupati Biak Numfor Dituntut 4 Tahun Penjara

    Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Direktur PT Papua Indah Perkasa (PIP) Teddy Renyut dengan pidana penjara 4 tahun penjara. Jaksa juga menuntut terdakwa penyuap Bupati Biak Numfor, Papua, tersebut dengan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan."Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa (terdakwa penyuap Bupati Biak Numfor) 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan," kata jaksa Antonius Budi Satria saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (29/9/2014).Jaksa menilai Teddy terbukti bersalah memberi suap ‎kepada Bupati Biak Numfor, Yesaya Sombuk sebesar 100 ribu dolar Singapura. Uang itu diberikan terkait dengan proyek rekonstruksi tanggul laut abrasi pantai dan proyek-proyek lain di Kabupaten Biak Numfor."Menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut," kata jaksa Antonius.Dalam tuntutannya, jaksa menilai Teddy terbukti melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.Jaksa mempertimbangkan hal yang memberatkan terhadap Teddy. Yakni, perbuatannya tidak mendukung upaya pemerintah memberantas korupsi yang tengah gencar dilakukan.‎ Sementara hal yang meringankan adalah Teddy bersikap sopan, menyesal, berterus terang mengakui perbuatan, belum pernah dihukum, serta mempunyai tanggungan seorang istri dan anak yang masih balita.Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Direktur PT Papua Indah Perkasa (PIP) Teddy Renyut menyuap kepada Bupati Biak Numfor, Yesaya Sombuk terkait proyek rekonstruksi tanggul laut abrasi pantai dan proyek-proyek lain di Kabupaten Biak Numfor, Papua tahun 2014.Teddy didakwa menyuap Yesaya sebesar 100 ribu dolar Singapura agar dapat mengerjakan proyek yangg merupakan bagian dari program Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (Kementerian PDT) tersebut.Dalam dakwaannya, jaksa menyebut Teddy Renyut memberi uang kepada Yesaya dalam 2 tahap. Pertama sebesar 63 ribu dolar Singapura atau setara Rp 600 juta dan kedua sebanyak 37 ribu dolar Singapura atau senilai Rp 350 juta.Atas perbuatan menyuap Bupati Biak Numfor, Teddy Renyut didakwa dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. (Mut) — news.liputan6.com

  • Jaksa Tuntut Bupati Biak Numfor 6 Tahun Penjara

    Jaksa Tuntut Bupati Biak Numfor 6 Tahun Penjara

    Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Bupati Biak Numfor Yesaya Sombuk pidana selama 6 tahun penjara, dalam kasus dugaan suap proyek rekonstruksi tanggul laut abrasi pantai dan proyek-proyek lain di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Jaksa juga menuntutnya dengan denda Rp 250 juta subsider 5 bulan kurungan‎."Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana 6 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 5 bulan kurungan kepada terdakwa," kata Jaksa Haerudin di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (29/9/2014).Jaksa menilai Yesaya telah terbukti menerima suap sebesar 100.000 dolar Singapura dari Direktur PT Papua Indah Perkasa (PIP) Teddy Renyut. Uang itu diterima terkait proyek tanggul laut yang merupakan program di Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT). ‎"Menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa Yesaya Sombuk telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut," ujar Jaksa Haerudin.Tak cuma itu, Jaksa juga menuntut pidana tambahan kepada Yesaya. Yakni mencabut hak politik Yesaya untuk dipilih dan memilih dalam jabatan publik.Menurut Jaksa, Yesaya terbukti melanggar dalam dakwaan primer, yakni Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.Dalam tuntutannya ini, Jaksa juga mempertimbangkan hal yang memberatkan bagi Yesaya. Yakni perbuatannya dilakukan saat negara tengah giat melakukan pemberantasan korupsi dan terdakwa sebagai bupati atau kepala daerah dinilai berinisatif meminta uang.‎ Sementara untuk hal yang meringankan adalah Yesaya belum pernah dhukum, terus terang mengakui dan menyesali perbuatannya.Jaksa sebelumnya mendakwa Bupati Biak Numfor Yesaya Sombuk menerima suap terkait proyek rekonstruksi tanggul laut abrasi pantai dan proyek-proyek lain di Kabupaten Biak Numfor tahun 2014.Dalam proyek yang terkait program Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) itu, Yesaya didakwa menerima uang sebesar 100 ribu dolar Singapura dari Direktur PT Papua Indah Perkasa (PIP) Teddy Renyut.Ia selaku Bupati dijerat dengan 3 pasal dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).Pada dakwan primer, Yesaya dijerat dengan Pasal 12 huruf a UU Tipikor juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana. Kemudian dakwaan subsider, Yesaya dijerat dengan Pasal 5 ayat 2 jo Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Tipikor jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana. Lalu dakwaan subsider kedua, Yesaya dijerat dengan Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana. (Mut) — news.liputan6.com

Berita Lain
  • Teuku Wisnu dan Shireen Shungkar Gelar Aqiqahan Anak Pertama

    Teuku Wisnu dan Shireen Shungkar Gelar Aqiqahan Anak Pertama

    Pasangan Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar menggelar aqiqah anak pertama, Teuku Adam Al Fatih, di kediamannya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (1/10/2014). Seperti ajaran Islam pada umumnya, Winsu dan Shireen memotong dua ekor kambing untuk acara tersebut. "Sebenarnya aqiqah potong kambing saja, kalau laki-laki potong dua ekor kambing. Tapi ini juga ada makan-makan juga sama keluarga besar dan tamu undangan," kata Shireen ditemui usai acara aqiqahan putranya. Wisnu menambahkan, kalau dalam ajaran Islam aqiqah sebaiknya dilakukan tujuh hari setelah anak itu lahir. Akan tetapi, karena ada beberapa hal akhirnya ia memutuskan untuk melakukah aqiqah putranya yang lahir 10 September silam di hari ini."Kemarin kami masih berhalangan, makanya baru melakukan aqiqah di hari ke-21," terang Wisnu. Selain pemotongan dua kambing, ritual lainnya adalah pemotongan rambut yang dilakukan oleh sang kakek, Mark Sungkar dan nenek Fanny Bauty, serta para tamu undangan yang lain. "Tadi ada pemotongan rambut dari mama dan papa, tapi harusnya mencukur habis, insyaallah sore dilakukan," terang Wisnu. — showbiz.liputan6.com

  • Garuda Indonesia Kurangi Jam Penerbangan dari Jakarta ke Surabaya

    Garuda Indonesia Kurangi Jam Penerbangan dari Jakarta ke Surabaya

    PT Garuda Indonesia Airlines (Persero) pada hari ini telah mengrangi jumlah penerbangannya dari Jakarta (CGK) ke Surabaya (SUB).Pengurangan frekuensi penerbangan tersebut dilakukan karena menyesuaikan peringatan HUT TNI ke 69 yang akan melibatkan operasional Bandara Juanda pada pagi hari.Vice President Corporate Communications Garuda, Pujobroto menjelaskan dengan adanya pengurangan frekuensi tersebut namun Garuda akan mengoperasikan pesawat berbadan besar (wide body) Airbus A330-200."Ini mulai dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 4 Oktober dan 7 Oktober 2014 di Bandara Juanda, Surabaya," kata Pujo dalam keterangannya, Rabu (1/10/2014).Pengoperasian pesawat besar A330-200 dilaksanakan pada rute Jakarta – Surabaya PP pada tanggal 2 – 4 Oktober dan 7 Oktober 2014, yaitu : GA-306 yang berangkat pukul 07.50 WIB, dan GA-310 yang berangkat pukul 10.10 WIB dari Jakarta. Sementara GA-311 berangkat pukul 11.50 WIB, dan GA-315 berangkat pukul 13.35 WIB dari Surabaya.Pengoperasian pesawat A330-200 tersebut sebagai upaya back up atas adanya dua pengurangan penerbangan dipagi hari pukul 08.50 WIB (GA-308) dan perbangan pukul 11.10 WIB (GA-312). "Melalui pengoperasian pesawat Besar A330-200 tersebut maka kapasitas seat Garuda pada rute Jakarta Surabaya PP tidak berkurang pada periode HUT TNI ini," papar Pujo.Selain itu, Garuda Indonesia juga menyesuaikan waktu keberangkatan sebanyak 74 penerbangan dari dan menuju Surabaya ke kota – kota Jakarta, Bandung, Denpasar, Banyuwangi, Jember, Ambon, Semarang dan Makassar.Selama periode waktu penutupan bandara untuk kegiatan operasi penerbangan sipil Bandara Juanda, Surabaya tersebut, Garuda Indonesia tidak mengoperasikan sebanyak 64 penerbangan dari Surabaya menuju Denpasar, Balikpapan dan Jakarta dan sebaliknya, namun kapasitas seat yang tersedia masih mengakomodir jumlah permintaan penumpang.Sesuai pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Otoritas Bandara Juanda, sehubungan dengan pelaksanaan rangkaian kegiatan “HUT TNI ke-69”, maka akan dilaksanakan penutupan bandara untuk kegiatan operasi penerbangan sipil di Bandara Juanda, Surabaya pada tanggal 1,2,3,4 dan 7 Oktober 2014 pada pukul 10.00 WIB – 11.45 WIB, dan pukul 12.30 WIB dan 13.30 WIB. (Yas/Gdn) — bisnis.liputan6.com

  • Ingkung Mbah Cempluk, Terinspirasi Penjaja di Thailand

    Ingkung Mbah Cempluk, Terinspirasi Penjaja di Thailand

    Jika Anda terbiasa menyantap daging ayam per bagian, seperti paha, dada, atau sayap, maka cobalah pengalaman menyantap ayam yang disajikan utuh. — www.tribunnews.com

  • Real Madrid Sukses Bawa Pulang Tiga Poin

    TERBANG ke Bulgaria, Real Madrid yang bertemu klub Ludogorets sukses mendulang tiga angka. Sempat tertinggal, El Real sukses membalikan kemenangan. — bola.metrotvnews.com

  • Apple Rilis iPhone 6 di Cina?

    REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- iPhone terbaru buatan Apple kini dapat dijual di China, setelah perusahaan yang berbasis di Amerika itu meyakinkan Beijing pihaknya tidak akan berbagi data pengguna... — www.republika.co.id